Kekaisaran Yun

Yue Fei langsung memasuki kereta, sementara Selir Yue Mei mereka menggeliat manja di lengan Pangeran Chen..

Yue Fei hanya mengabaikan mereka, ia memilih makan camilan daripada memandang ulet keket di depannya itu.

"Pangeran bisakah kita satu kereta ?"

"Maaf Mie'er, aku tidak bisa. Kau cepatlah naik ke kereta mu.."

Pangeran Chen melepaskan tangan Yue Mei..

Kemudian ia menaiki kereta di depannya.

Yue Fei hanya menatap Pangeran Chen tanpa sepatah kata apapun.

"Permaisuri.."

"Emmm.."

"Apakah camilan kue bulannya enak ?" tanya Pangeran Chen, ia tidak tau harus menanyakan apa.

"Emm, Ya. Jika Pangeran mau, silahkan ambil." jawab Yue Fei..

Pangeran Chen tersenyum, sesekali ia melirik Yue Fei yang sedang mengunyah. Menurutnya sungguh Permaisurinya menggemaskan..

Selang beberapa saat, sampailah ia di Kekaisaran Yun..

Pangeran Chen turun lebih dulu dari keretanya lalu membantu Yue Fei turun.

Yue Fei menatap para Putri dan Para Mentri serta Istrinya yang menatap Yue Fei.

Bisik bisik terdengar di telinga Yue Fei..

"Eh, lihat bukankah itu Permaisuri dari Pangeran Chen yang terkenal sombong, jahat dan suka menindas orang.." ucap salah satu istri Mentri.

"Benar, Permaisuri bodoh itu. Bahkan setiap ada perjamuan di Kekaisaran Yun ia tidak pernah menampilkan apapun, Permaisuri bodoh itu hanya menampilkan kecantikannya."

"Buat apa cantik ? jika tidak memiliki bakat.."

Begitulah para Istri Mentri serta Putri yang bertemu dengan Yue Fei..

Selir Yue Mei yang mendengarkannya, ia hanya tersenyum sinis.

Kecantikan mu tidak ada apa apanya kakak

"Salam Nyonya.." ucap Selir Yue Mei menyapa seorang wanita yang tadi berbisik bisik menjelekkan Yue Fei.

"Wah, bukankah ini Selir Yue Mei. Sungguh Selir sangat cantik dan sangat sopan.." ucap wanita berhanfu kuning tersenyum di balik kipasnya.

"Benar, Selir Yue Mei nanti akan menampilkan apa ?" timpal wanita berhanfu ungu.

"Seperti biasanya dan terimakasih atas pujiannya Nyonya.." balasnya dengan tersenyum lembut, ia melirik Yue Fei.

Cih, apa ulet keket itu menunjukkan bulu rubahnya...

"Pelayan, berikan 5 koin emas untuk para Nyonya ini.." perintah Selir Yue Mei..

Pelayan Selir Yue Mei memberikan 5 koin emas ke masing masing tiga wanita tersebut.

Pangeran Chen memerhatikan Permaisurinya, yang hanya tadi diam saja..

Ia pun melihat tatapan Permaisurinya..

Pangeran Chen jelas tau apa yang dibicarakan oleh ketiga wanita yang sedang bersama dengan Selirnya..

"Pangeran, Ayo kita kedalam.." ucap Yue Fei ia menggandeng lengan Pangeran Chen masuk ke aula istana..

Selir Yue Mei yang melihatnya, ia merasa muak akan tingkah Yue Fei tapi tetep mengikutinya.

Sampai di aula istana..

Yue Fei dan Pangeran Chen di ikuti Selir Yue Mei..

Bisik bisik terjadi selama perjalanan di aula..

"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Paneran Chen dengan membungkuk di ikuti Yue Fei dan Selir Yue Mei.

"Selamat datang Pangeran dan Permaisuri serta Selir Yue Mei, aku sangat bahagia kalian bisa datang di acara ulang tahunku ini.." ucap Kaisar Yun..

"Yang Mulia ini adalah hadiah dari Kekaisaran Yu. Mohon Yang Mulia menerimanya.." ucap Pangeran Chen dengan sopan..

Kaisar Yun melihat 2 kotak yang berisi, koin emas dan kain sutra yang terbaik di Kekaisaran Yu..

"Baik, baiklah. Aku menerimanya silahkan Pangeran.."

"Terimakasih, Yang Mulia.." ucap Pangeran Chen..

Pangeran Chen duduk, Yue Fei mengikutinya. Ia duduk di samping Pangeran Chen..

Semua di aula istana, menatap Yue Fei merasa aneh. Setau mereka setiap ada acara Yue Fei akan memilih duduk sendirian. Sedangkan Pangeran Chen duduk dengan Selirnya..

Apa aku salah duduk kenapa mereka menatap ku..

"Ehem, derheman Pangeran Chen membuat mereka sadar.."

"Lihat, bukankah itu Permaisuri Yue Mei, wanita yang terkenal kecantikannya di Kekaisaran Yun. Kenapa dia bisa duduk di samping Pangeran Chen ? bukankah dia tidak pernah menyukai Pangeran Chen, bahkan tahun sebelumnya ia menolak untuk duduk bersama Pangeran Chen.." ucap salah satu pemuda menatap ke arah Yue Fei..

"Pangeran, apa aku salah duduk ?" tanya Yue Fei keheranan..

"Bukankah Permaisuri tidak pernah mau duduk dengan ku ?" tanya Pangeran Chen keheranan.

"Hah ! begitukah.."

Seketika Pangeran Chen ingat dengan cerita pelayan Liu, jika Permaisurinya mengalami perubahan pada waktu jatuh dari tangga.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sebegitu parah kelakuan permaisuri Yue Fei sampai² terkenal keburukannya di kekaisaran lain..

2024-02-02

0

Dianita Indra

Dianita Indra

next

2022-03-27

0

Bundy Aya

Bundy Aya

hajar semua orang2 di sana permaisuri kasi lht kehebatan mu ...😊😊😊

2021-07-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!