Tolakan Pangeran Chen

"Dasar cabul, mesum.." gerutu Yue Fei..

Yue Fei keluar dari dalam kolam, ia langsung mengambil hanfunya di tangan pelayan Liu..

Kemudian Yue Fei menemui Pangeran Chen di luar..

"Ada apa Pangeran kesini ?" tanya Yue Fei dengan ketus.

Pangeran Chen menoleh, ia memandang Yue Fei tanpa berkedip bahkan dengan rambut yang basah. Menurutnya Permaisurinya sungguh cantik.

Yue Fei menaikkan satu alisnya menatap Pangeran Chen.

"Pangeran.." teriak Yue Fei..

Pangeran Chen tersentak langsung tersadar, ia memalingkan wajahnya..

"Ekhem,, tadi ada undangan dari Kekaisaran Yun. Jadi Permaisuri besok pagi bersiap siaplah.." tuturnya dengan memalingkan wajah..

"Ooooo... Jika tidak ada lagi, aku permisi dulu.."

Yue Fei meninggalkan Pangeran Chen..

"Eee, tunggu Permaisuri.." Pangeran Chen menggenggam lengan Yue Fei. Hingga ia menghentikan langkah kakinya. Yue Fei pun menoleh.

"Permaisuri tidak perlu repot menyiapkan hadian yang akan di bawa Kekaisaran Yun. Aku sudah menyiapkannya." jelas Pangeran Chen..

"Begitu, oh ya sudah !"

Yue Fei tersenyum, kemudian ia memasang wajah datarnya kembali..

Pangeran Chen mencium tangannya yang ia pegang di lengan Yue Fei..

Harum..

"Huh, tidak usah sok peduli.." gumam Yue Fei.

Pada malam harinya...

Di kediaman Pangeran Chen...

Pangeran Chen duduk berjongkok di jendela ia menatap sang bulan..

*Andai wajahku tidak buruk, mungkin aku pasti hidup bahagia dengannya bahkan memiliki anak. Jika bukan karna Ibunda dan Ayahanda mendesak ku menikah lagi dan memiliki keturunan. Aku tidak mungkin memiliki Selir dan menyentuhnya..

Yue Fei nama yang indah, hanya mendengarkan namanya saja semua orang pasti tau akan kecantikannya.

Yue Fei kapan dirimu akan menerimaku sepenuhnya, kapan kutukan ini akan berakhir batin Pangeran Chen menatap sang bulan dengan wajah sendu*...

"Hormat hamba Pangeran. Hamba pelayan Selir Yue Mei, Selir Yue Mei mengundang Pangeran ke kediamannya.." ucap sang pelayan.

Pangeran Chen mengangguk, kemudian menuju Kediaman Selirnya..

Sampai di sana, Pangeran Chen melihat Selirnya dengan hanfu tipis menuangkan secangkir arak..

"Hormat hamba Pangeran.." Selir Yue Mei tersadar, ia langsung berdiri memberikan hormat karna mendengarkan langkah kaki.

"Ada apa Selir ?" tanya Pangeran Chen, ia langsung duduk di depan Selirnya..

Selir Yue Mei tersenyum, ia mengikuti Pangeran Chen lalu berpindah tempat duduk di sampingnya..

Selir Yue Mei mengambilkan secangkir arak. Kemudian memberikannya, Pangeran Chen menerima arak tersebut.

"Malam ini, hamba hanya ingin bersama dengan Pangeran.." ucapnya dengan suara menggoda..

Selir Yue Mei menatap lekat Pangeran Chen yang meminum arak tersebut. Tangannya meraba raba dada bidang Pangeran Chen..

Pangeran Chen yang melihatnya dan merasakannya, ia tau apa kemauan Selirnya..

"Maaf Selir, aku tidak bisa. Besok kita harus bersiap siap untuk undangan Kekaisaran Yun dan aku harus menyiapkan hadiahnya.." tolak Pangeran Chen ia mengelus lembut pucuk kepala Selir Yue Mei..

"Terimakasih perjamuannya, aku masih sibuk.."

Pangeran Chen berdiri ia langsung pergi..

Sial !!! kenapa ia tidak tergoda sama sekali, bahkan aku sudah menampakkan ke elokan tubuhku batin Selir Yue Mei geram..

Ia langsung meminum arak di cangkirnya dalam sekali teguk.

Hari berikutnya.....

Yue Fei dirias oleh pelayannya, ia menggunakan hanfu biru dengan rambut yang setengahnya di biarkan terurai.

Yue Fei keluar menuju halaman istana bagian depan. Ia melihat Pangeran Chen dan Selirnya sedang menunggu kedatangannya..

Pangeran Chen yang melihat kecantikan Permaisurinya, ia menatapnya tanpa berkedip.

Selir Yue Mei yang melihat tatapan Pangeran Chen, ia menatap tajam Yue Fei..

Yue Fei merasakan bulu kuduknya merinding..

Kenapa perasaan ku tiba tiba tidak enak, seperti ada hantu di pagi ini batinnya..

Yue Fei menggosok gosokan telapak tangannya ke kedua lengannya..

Pelayan Liu yang melihatnya. Ia sangat khawatir.

"Apa Permaisuri baik baik saja ?" tanya pelayan Liu.

"Aku,, aku baik baik saja.." jawab Yue Fei..

"Hormat hamba Pangeran.." ucap Yue Fei di ikuti para pelayan.

Pangeran Chen yang melihat Yue Fei menggosokan telapak tangannya ke lengannya.

"Pelayan ambilkan pakaian hangat.." perintah Pangeran Chen yang membuat Yue Fei dan Selir Yue Mei keheranan..

Pelayan itupun memberikan pakaian hangat pada Pangeran Chen..

Pangeran Chen langsung memakaikannya pada tubuh Yue Fei..

"Permaisuri tadi aku melihat mu kedinginan, pakailah ini. Ayo.."

Yue Fei hanya diam membeku..

Apa apa an dia melakukan ini...

Yue Fei melirik Selir Yue Mei bahkan ia tidak memberi salam pada Yue Fei karna ke kekesalannya, ia menatap tajam Yue Fei..

Huh, jadi hawa jelek itu berasal dari ulet keket ini, baiklah jangan salah kan aku, jika aku menajamkan pisaunya..

"Terimakasih, Pangeran.." ucap Yue Fei tersenyum. Ia menggenggam tangan Pangeran Chen, lalu menoleh di balik bahunya. Ia menjulurkan lidahnya pada Selir Yue Mei..

Selir Yue Mei yang mendapatkan ejekan Yue Fei. Ia mengepalkan tanganya..

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

aku suka Yue fe

2025-03-05

0

Lily Miu

Lily Miu

hahaha

2024-10-12

0

Hikam Sairi

Hikam Sairi

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-06-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!