Tangisan Pangeran Chen

Di kediaman Phoenix..

"Tinggalkan aku sendiri.." perintah Yue Fei datar, ia memegang lehernya..

Kenapa sangat sakit batinnya..

Yue Fei memuntahkah darah, ia tubuhnya terasa lemas,,

"Permaisuri..." teriak pelayan Liu..

Dengan sigap pelayan Liu menangkap tubuh Yue Fei yang tak sadarkan diri..

"Cepat panggilkan Tabib.." teriak pelayan Liu..

Para pelayan pun berlari memanggil Tabib istana..

Dari kejauhan Pangeran Chen yang menatap keluar jendelanya, hatinya tidak tenang setelah pertengkaran denga Permaisurinya, ia keheranan ketika melihat pelayan Permaisuri yang bersama Tabib Tao. Tanpa berfikir panjang Pangeran Chen keluar dari kediamannya, ia menghampiri Tabib Tao beserta pelayan Permaisurinya..

"Ada apa ? kenapa kalian berlari ?" tanya Pangeran Chen..

"Permaisuri, Permaisuri.."

Pangeran Chen yang mendengar kata Permaisuri, ia langsung berlari menuju kediaman Permaisurinya..

Sampai disana, ia melihat wajah Permaisurinya sangat pucat..

"Cepat periksa dia, apa yang kau tunggu?" bentak Pangeran Chen menatap tajam Tabib Tao di arah pintu..

Tabib Tao langsung memeriksa denyut nadinya..

"Sepertinya Permaisuri memakan masakan yang pedas, Pangeran. Permaisuri tidak bisa memakan masakan yang pedas, karna tenggorakan nya alergi terhadap cabai.." tutur Tabib Tao menunduk hormat..

Pangeran Chen menatap tajam para pelayan Yue Fei...

"Hamba pantas mati Pangeran.." ucap mereka serempak dengan bersujud..

"Penjarakan mereka, mereka tidak pantas menjadi pelayan Permaisuri.." ucap Pangeran Chen menatap tajam para pelayan..

"Prajuritt, tangkap mereka dan cebloskan ke dalam penjara.." perintah Pangeran Chen dengan tegas..

Para prajurit membawa pelayan Yue Fei ke penjara..

"Tunggu, pelayan Liu jelaskan padaku apa yang terjadi.." ucap Pangeran Chen menatap tajam pelayan Liu..

"Hamba tidak tau Pangeran,, Permaisuri langsung marah setelah berpapasan dengan Pangeran dan Selir Yue Mei, sikap Permaisuri berubah setelah ia jatuh dari tangga dan tak sadarkan diri, bahkan Permaisuri lupa siapa dirinya." jelas pelayan Liu, ia menelan ludahnya susah payah...

Deg...

Pangeran Chen menatap ke arah Yue Fei yang terbaring lemah..

"Kenapa kau tidak bilang jika Permaisuri sakit sebelumnya.." bentak Pangeran Chen menatap tajam pelayan Liu..

Selang beberapa saat...

"Yang Mulia dan Permaisuri telah tibaaa..." teriakan sang Kasim membuat Pangeran Chen menunduk dengan hormat..

"Pangeran apa yang terjadi ? aku mendengar jika Permaisuri tidak sadarkan diri.." tanya Permaisuri dengan wajah khawatir ia menghampiri Yue Fei, ia mengelus pucuk kepalanya..

"Ibunda, Tabib Tao tadi menjelaskan, jika Permaisuri memakan masakan yang pedas.."

"Apa yang dia lakukan ? padahal Permaisuri sudah tau jika dia tidak boleh memakan masakam yang pedas, pelayan Liu apa saja kau lakukan ?" bentak Permaisuri Lu menatap tajam pelayan Liu..

"Hamba bersalah, Permaisuri.." pelayan Liu membenturkan dahinya..

Selang beberapa saat..

"Hormat hamba, Yang Mulia, Permaisuri dan Pangeran.." ucap Jendral Yue di ikuti Selir Yue Mei..

"Fei'er.." lirih Jendral Yue,,,

Permaisuri Lu mundur ia memberikan jalan pada Jendral Yue menghampiri Putrinya..

"Fei'er, apa yang terjadi ?"

Jendral Yue seketika menangis, ia sangat khawatir pada Putrinya, Jendral Yue menggenggam tangan Yue Fei begitu erat..

Selir Yue Mei menatap Pangeran Chen, yang tersimpan kesedihan dan ke khawatiran di wajahnya...

Selir Yue Mei mengepalkan tangannya, ia sangat geram melihat Pangeran Chen yang menatap sedih Yue Fei...

Yue Mei mendekati Pangeran Chen, ia menggenggam tangan Pangeran Chen..

Pangeran Chen menoleh..

"Jangan khawatir Pangeran, hamba yakin Permaisuri sangat kuat.." ucap Selir Yue Mei dengan wajah sedihnya..

Pangeran Chen hanya membalasnya dengan anggukan, ia kembali menatap Yue Fei.

"Sebaiknya kita keluar dulu, biarkan Permaisuri Yue Fei istirahat.." ucap sang Kaisar..

"Benar, biarkan ia beristirahat.."timpal Permaisuri Lu..

"Hamba akan menjaganya, Ayahanda, Ibunda.." ucap Pangeran Chen..

Selir Yue Mei mengepalkan tangannya..

"Hamba juga akan menemani Pangeran menjaga Permaisuri.." ucapnya tersenyum, padahal di hatinya mengumpat sumpah serapah..

"Tidak perlu, kau istirahat saja.." balas Pangeran Chen..

"Tapi Pangeran..."

"Benar, Selir Yue Mei, biarkan Pangeran Chen yang merawatnya.." timpal Permaisuri Lu..

"Emmm, ba baik Ibunda.." balas Selir Yue Mei..

Merekapun pergi meninggalkan Pangeran Chen dan Yue Fei berdua..

Pangeran Chen mendekati ranjang Yue Fei, sebuah butiran bening keluar dari matanya, ja menggenggam erat tangan Yue Fei..

"Permaisuri bangunlah, aku lebih suka tatapan benci mu, aku lebih suka ocehan mu dan sifat tegas mu, kau tau saat aku melatih dirimu memanah, aku sangat senang, jujur semenjak kecil aku selalu mengagumi mu bahkan aku pernah bermimpi akan menikahi mu dan harapanku terkabulkan, itulah bahagiaku seumur hidup, jadi aku mohon bangunlah, jangan menyiksaku seperti ini.." ungkap Pangeran Chen ia mengelus pipi Yue Fei...

Pangeran Chen khawatir ia melihat Yue Fei keluar keringat dengan meneteskan air mata..

"Ada apa ? apa kau memimpikan sesuatu yang buruk, jangan takut, aku disini akan menjagamu.."

Pangeran Chen mengecup kening Yue Fei, ia membaringkan tubuhnya di samping Yue Fei memeluknya dengan erat...

Tapi aku tidak merasa yakin, apa benar kau sudah berubah Permaisuri...

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

oh ternyata pangeran Chen sudah mencintai Yue fe

2025-03-05

0

Lily Miu

Lily Miu

oh benarkah tp semudah itu pula berpaling ya walau mmg dl dia dihina sih

2024-10-11

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

masih meraba sikap pangeran Chen...

2024-02-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!