Tumbuhan Daun Hati

Yue Fei pun menggenggam lengan Pangeran Chen, membantunya untuk duduk di kursi..

"Tadi aku mendengar, Permaisuri akan ke untuk memeriksanya.."

"Ya benar,, aku akan membantu tuan Long mengatasi permasalahan ini.."

Sambil meminum tehnya, yang di bawakan oleh pelayan tadi.

"Jika begitu, aku akan ikut dengan mu.."

"Tidak, kau masih sakit.. Tunggulah disini Selir Yue Mei akan menjaga mu."

"Tapi..."

"Jangan khawatir,,,"

"Baiklah, sore ini kita akan kesana..."

"Baik Permaisuri.."

"Permaisuri sebaiknya kita makan dulu, sebelum kesana.."

"Baiklah Bibi terimakasih dan maaf telah merepotkan kalian.." ucap Yue Fei tersenyum..

Apa Permaisuri bahkan memanggilku Bibi batin nyonya Long ia merasa kehangatan dengan panggilan Yue Fei..

Merekapun menuju ruang makan, Yue Fei dengan telatennya menyiapkan nasi, lauk pauk dan sayur untuk Pangeran Chen..

Setelah itu Yue Fei memberikannya untuk Pangeran Chen..

Selir Yue Mei yang melihatnya sangat geram, ia memandang piring Pangeran Chen dan tersenyum licik..

"Permaisuri, apa kau tidak tau ? jika Pangeran Chen alergi dengan udang.." ucap Selir Yue Mei tersenyum sinis..

"Benarkah ? maaf Pangeran aku tidak tau.." ucap Yue Fei tersenyum.

"Tidak apa apa Permaisuri.." ucap Pangeran Chen tersenyum memandang Yue Fei.

Ketika melihat piringnya tersedia udang, Pangeran Chen hanya diam saja tanpa menegurnya, karna ia akan makan apa saja yang disiapkan oleh Yue Fei walaupun itu adalah racun sekalipun.

Dari awal pernikahannya, semenjak pertemuannya pada malam pertama yang di usir oleh Yue Fei, semenjak itu pula Pangeran Chen tidak pernah bertemu dengan Yue Fei bahkan makan sekalipun.

Selir Yue Mei langsung mengambil udang tersebut, ia menggantikannya dengan daging ayam.

Suara sendok memecahkan keheningan mereka, sesekali Pangeran Chen melirik Yue Fei.

Yue Fei pun membalas lirikan Pangeran Chen, hingga tatapan mereka bertemu..

Pangeran Chen yang melihat tatapan Yue Fei, ia menunduk menahan malu, karna ketahuan memerhatikannya.

Selesai makan Yue Fei bergegas menuju kediamannya, membersihkan diri setelah itu ia di rias oleh pelayan Liu..

Pangeran Chen sesekali melirik Yue Fei..

"Fei'er bolehkah..."

"Tidak boleh !" timpal Yue Fei, ia sudah tau apa yang ingin Pangeran Chen katakan, karna Yue Fei melihat lirikan Pangeran Chen di cerminnya..

"Tapi,,"

"Harus disini.." ucap Yue Mei datar..

Pangeran Chen langsung menunduk, ia merebahkan dirinya dan membelakangi Yue Fei..

"Keluarlah.." ucap Yue Fei pada pelayan Liu serta dua pelayan lainnya..

Yue Fei mendekati ranjang Pangeran Chen..

Yue Fei menghela nafas, ia mengelus kepala Pangeran Chen kemudian berlalu pergi..

Sampai di pintu. Yue Fei berpapasan dengan Selir Yue Mei. "Hormat hamba, Permaisuri." ucap Selir Yue Mei datar dengan menunduk, bahkan di dalam hatinya ia mengumpat sumpah serapah, ia enggan untuk menunduk hormat pada Yue Fei..

Yue Fei pun tersenyum sinis. "Rawat Pangeran.." ucap Yue Fei datar berlalu pergi.

Dasar Permaisuri sialan..

Sementara di luar tuan Long dan nyonya Long serta Long Li dengan 6 orang warga desa dengan sebuah kereta..

Mereka menunggu kedatangan Yue Fei..

"Hormat hamba, Permaisuri.." ucap mereka serempak..

Yue Fei mengangguk tersenyum.

"Baiklah, kita berangkat.."

Yue Fei menaiki sebuah kereta, sementara Long Li dan 6 warga menaiki se ekor kuda..

Setengah jam berlalu..

Kini mereka telah sampai di sebuah sungai..

Terlihat air terjun yang sangat deras, batu besar yang di tumbuhi tumbuhan yang menjalar, dikelilingi pohon yang rindang dan beraneka ragam warna burung yang bernyanyi di atas pohon.

Jika di kehidupan modern, mungkin akan di jadikan tempat wisata.. ..

Yue Fei turun dari keretanya di ikuti pelayan Liu. Ia mengambil air sungai tersebut dengan tangannya lalu mencium..

Tidak ada warna dan berbau..

Yue Fei membuang air tersebut, kemudian ia menatap bukit.

"Mari kita menaiki bukit ini, kita harus mengikuti dari mana arah mengalirnya air sungai ini.." ucap Yue Fei..

Merekapun menaiki bukit tersebut bukit, dekat dengan air terjun..

"Apa kalian pernah memeriksa disini ?" tanya Yue Fei menatap Long Li.

"Tidak pernah Permaisuri, kami hanya memeriksa di bawah air terjun itu.." jawab Long Li..

Yue Fei pun menoleh ke arah sungai, ia pun terkejut, ketika melihat tumbuhan modern yang ia kenal..

Tumbuhan itu menjalar di batu sungai dan daunnya berbentuk hati.

Bukankah itu tumbuhan daun hati...

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

keren Yue fe

2025-03-05

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

tumbuhan itu yg meracuni air...

2024-02-02

0

Dianita Indra

Dianita Indra

lanjut

2022-03-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!