Pertemuan Yang Di Acuhkan..

Sampai di aula istana..

"Hormat hamba Yang Mulia dan Permaisuri.." ucap Yue Fei menunduk hormat seperti pelayannya yang ia lakukan..

"Permaisuri Yue Fei, bagaimana kabar mu? tadi aku mendengar kabar, kau tidak sadarkan diri." tanya Permaisuri Lu..

"Hamba, baik baik saja Permaisuri.."

"Aku merasa bersyukur, jika dirimu baik baik saja Putriku." sela Kaisar tersenyum.

"Putriku, duduklah.." perintah Permaisuri.

Yue Fei melirik pelayannya, pelayan Fu membantu Yue Fei duduk di tempatnya..

Banyak para pejabat yang berbisik bisik menatap Yue Fei,, Yue Fei mengerti tatapan sinis para pejabat, istri dan putra, putrinya yang seakan melahap Yue Fei hidup hidup.

15 menit berlalu, datanglah seorang wanita cantik..

"Hormat hamba, Yang Mulia dan Permaisuri." ucap wanita itu.

Kaisar dan Permaisuri tersenyum..

"Hormat hamba, Permaisuri Yue Fei." ucap wanita itu menunduk hormat.

"Permaisuri, ia adalah Adik Permaisuri.."

Selir Yue Mei menunduk hormat kemudian ia duduk di tempatnya..

Namun Yue Fei masih menatapnya..

Cantik sekali batin Yue Fei.

Selang beberapa saat...

Datanglah seorang laki laki dengan separuh bertopeng di wajahnya, badan tegas serta penuh kewibawaan, tatapan dingin yang mampu membekukan seseorang, di ikuti oleh pria paruh baya di belakangnya.

"Hormat hamba, Yang Mulia dan Permaisuri." ucapnya menunduk hormat..

Kaisar turun dari singgasanahnya, ia memeluk laki laki itu..

"Selamat Putraku, kau berhasil membasmi semua pemberontak.." ucap Kaisar Ia tersenyum bangga pada laki laki itu..

"Permaisuri itu Putra Mahkota, suami Permaisuri dan di belakangnya Ayah Permaisuri.." bisik pelayan Liu.

Apa orang sedingin es itu suamiku, yang benar saja..

"Tidak heran, jika dirimu di juliki dewa perang." ucap Kaisar ia melepaskan pelukannya..

"Dan terimakasih Jendral Yue, kau sudah membantunya."

"Itu adalah tugas hamba Yang Mulia.." jawab Jendral Yue.

"Hormat hamba, Pangeran." ucap Yue Fei.

Namun Pangeran Chen mengabaikannya, ia menatap Selirnya..

"Hormat hamba, Pangeran." ucap Selir Mei..

Pangeran Chen tersenyum, ia menghampirinya kemudian memeluknya begitu erat..

Astagah dia membuat ku malu batin Yue Fei..

Jendral Yue yang melihatnya, ia menghampiri putri tercintanya..

"Ayah.." ucap Yue Fei memeluk Jendral Yue..

"Putriku, Ayah bersyukur kamu baik baik saja." balas Jendral Yue mengelus kepala Yue Fei.

"Baiklah, silahkan kalian merayakan pestanya.." ucap Kaisar dengan lantang, ia mengacungkan arak memulainya..

Para pejabat saling bersulang, sementara Yue Fei melihat Suaminya bermesraan dengan Selirnya, ia merasa jenuh..

"Huh,," Yue Fei mendengus kesal.

Ia mengambil arak di cangkirnya, kemudian meminumnya..

"Ayah kita bersulang.."

Yue Fei menuangkan arak di cangkirnya, kemudian bersulang dengan Jendral Yue.

Yue Fei menggelengkan kepalanya yang terasa pusing..

"Hais, kenapa tubuhku sangat buruk dalam hal arak.." gumam Yue Fei..

Brakk...

Yue Fei menjatuhkan kepalanya di meja,, semua orang yang melihatnya terkejut, terutama Pangeran Chen.

Aneh kenapa Permaisuri tidak kuat meminum arak batin Pangeran Chen,,

"Permaisuri, hamba bantu Permaisuri ke kediamanan." ucap pelayan Liu..

"Aku masih ingin minum.." balas Yue Fei ia menggeleng gelengkan kepalanya, kemudian menuangkan kembali arak ke cangkirnya..

"Putriku, Ayah akan membantu mu, Ayoo.."

Pangeran Chen yang melihatnya, ia tak tega jika Mertuanya memapah tubuh Permaisurinya..

Pangeran Chen menghampiri Yue Fei, ia menatap tajam..

"Ayah, biar aku saja yang membawanya." ucap Pangeran Chen, ia menggendong tubuh Yue Fei yang sudah tak sadarkan diri..

Sampai di kediamannya,, ia membaringkan tubuh Yue Fei..

"Ah, aku masih ingin minum,, kau.." Yue Fei menarik kerah hanfu Pangeran Chen..

"Pria bertopeng, kenapa aku harus ada di sini ? aku tidak ingin disini aku ingin pulang, jangan menatap ku seperti itu,, tatapan mu menyeramkan, kau tau !! kau tampan tapi sayang tatapan mu mampu membunuh orang." ucap Yue Fei ia melepaskan kerah hanfu Pangeran Chen, terlelap tidur..

Pangeran Chen yang melihatnya, ia menatap lekat Yue Fei,, jantungnya seakan meledak..

"Pelayan Liu apa yang terjadi dengan Permaisuri ?" tanya Pangeran Chen..

"Semenjak Permaisuri jatuh, sikap dan sifat Permaisuri berubah.." jelas pelayan Liu menunduk hormat..

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

jangan2 pangeran Chen buruk rupa karena peperangan

2025-03-05

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

emang seburuk apa wajah pangeran Chen.. n

2024-02-02

0

Dianita Indra

Dianita Indra

lanjut

2022-03-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!