Tarian.

Acara pun dimulai, pertama yang di tampilkan adalah tarian dari istana, sedangkan berikutnya akan menampilkan bakat para Putri..

"Selir Yue Mei, kau akan menampilkan bakat apa ?" tanya Permaisuri Kekaisaran Yun, Permaisuri Jia.

"Seperti biasa Permaisuri. Hamba akan menampilkan musik harpa.." ucapnya..

Apa ? penampilan bakat ? lalu aku harus menampilkan apa. Hais, bahkan aku pun belum merencanakan sesuatu. kenapa Liu tidak bercerita pada ku batin Yue Fei..

Selir Yue Mei maju, salah satu pelayan memberikan harpa. Ia pun memainkannya, alunan merdu permainan musik dari Selir Yue Mei membuat semua orang di aula istana terkagum kagum.

"Yang Mulia ini tidak seberapa dibandingkan dengan bakat Permaisuri.." ucap Selir Yue Mei.

Sialan ! beraninya dia ulet keket ini memojokku..

Ah, sial aku tidak tau apa yang harus aku tampilkan..

ah, iya aku tau...

Bisik bisik pun terjadi di aula istana..

"Baiklah, hamba akan menampilkannya. Hamba mohon undur diri dulu untuk mengganti hanfu hamba.." ucap Yue Fei..

"Silahkan Permaisuri Fei.." ucap Permaisuri Jia

Yue Fei segera pergi di ikuti oleh pelayannya..

15 menit kemudian...

Yue Fei keluar dengan hanfu putih..

Semua orang di aula istana, menatap Yue Fei tanpa berkedip, kecantikannya membuat para laki laki sampai mengeluarkan air luarnya dan cairan darah segar keluar dari hidung mereka.

Jika aku tidak tua, mungkin aku sudah menyunting mu sebelum Pangeran Chen batin Kaisar Yun.

Menatap Yue Fei tanpa berkedip.

"Yang Mulia, hamba membutuhkan seseorang memainkan alat musik erfhu Yang Mulia.." ucap Yue Fei menyadarkan lamunan Kaisar Yun.

Kaisar Yun menatap salah satu Guru musik yang terkenal di Kekaisaran. Kemudian ia menunduk hormat untuk memainkan alat musik erfhu.

Yue Fei menghela nafas, ia memulai tariannya

Yue Fei menampilkan tarian balet yang ia tau dari zamannya..

Senandung bunyi erfhu yang membuat tarian Yue Fei di kagumi oleh semua orang istana..

Membuat para lelaki dengan tatapan memuja, Pangeran Chen yang melihat tatapan para lelaki seakan akan ingin menelanjangi Yue Fei, ia menggeram di hatinya. Dalam hatinya ia senang tapi bercampur kemarahan..

"Kakak pertama, lihatlah Permaisuri Yue Fei sangat cantik. Apa Kakak tidak ingin menariknya. Aku sangat tau jika Permaisuri Yue Fei tidak menyukai Pangeran Chen.." ucap Pangeran kedua..

Pangeran Pertama, Pangeran Yun Li tersenyum si balik kipasnya..

"Sungguh menarik, sepertinya ia menyembunyikan bakatnya.. Saat pertama kali dia menginjakkan kaki di sini, ia tidak pernah menampilkan bakat apa pun. Tentu saja aku ingin menjadikannya Selirku.." balas Pangeran Yun Li tersenyum dengan melirik Pangeran Kedua, Pangeran Yun Si.

Dari mana ia tau menari, setau ku ia tidak pernah belajar untuk menari batin Selir Yue Mei, ia mengepalkan tangannya..

15 menit kemudian..

Yue Fei mengakhiri tariannya, ia menunduk hormat kemudian kembali duduk di samping Pangeran Chen..

"Yang Mulia, maaf hamba tidak sopan. Hamba undur diri dulu.."

"Baiklah Pangeran. Pelayan antarkan Pangeran Chen ke kediamannya."

Pangeran Chen menarik lengan Yue Fei, Yue Fei menaikkan salah satu alisnya, ia menatap heran Pangeran Chen..

Apa aku membuat kesalahan batinnya..

Sampai di kediamannya, yang telah di tunjukkan oleh seorang pelayan..

Pangeran Chen melepaskan genggamannnya.

"Permaisuri kenapa kau berpakain seperti itu ?" tanya Pangeran Chen menatap tajam Yue Fei..

Dia bodoh apa pura pura bodoh, jelas ia tau kejadian tadi..

"Hah, jelas aku ingin menari.." Yue Fei menatap keheranan.

"Apa kau ingin membuat para lelaki memuja ke elokan tubuh mu ?"

"Apa maksud mu ? apa kau pikir aku perempuan ****** ?" tanya Yue Fei menatap tajam Pangeran Chen.

"Jika ingin menari. Ya menari saja tidak perlu memakai pakaian seperti itu.."

Dia menyalahkan ku, jika bukan karna ulet keket...

"Pangeran jelas anda tau tadi, siapa yang memojokku untuk menari ? kenapa anda sekarang malah menyalahkan ku.." balas Yue Fei tak kalah tajamnya menatap Pangeran Chen..

"Tapi tidak perlu.."

"Pangeran, sudah cukup !" bentak Yue Fei menghentikan ucapan Pangeran Chen..

"Jangan menyalahkan ku, salahkan saja Selir mu.."

Yue Fei langsung keluar dari kediamannya. Dadanya sudah naik turun menahan amarah..

Memangnya dia pikir siapa harus mengucapkkan kata yang menjengkelkan..

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

cemburu ya pangeran chen

2025-03-05

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

cemburu bilang bos... main ngamok aja... tar permaisuri mu di culik org.. nyaho loh..

2024-02-02

0

Nanik Lestari

Nanik Lestari

Oon

2022-12-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!