Justin Menghilang.

Pukul satu siang, Justin bertemu rekan bisnisnya Tuan Hector. Tempo hari yang datang hanyalah perwakilan yang bernama Nona Arilla, kini Justin sudah berhadapan dengan rekan bisnisnya.

Tapi yang Tuan Hector tidak tau, Justin membekali dirinya dengan senjata. Saat pencarian para Pengusaha ada wajah Tuan Hector diantara para target dengan nama yang berbeda. Setelah meng-konfirmasi semuanya, ternyata benar Tuan Hector adalah sang Boss besar.

"Tuan Justin, maaf baru bisa menemuimu sekarang. Arilla sudah menjelaskan semuanya, silahkan duduk," Tuan Hector sangat sopan.

"Terima kasih," Justin harus berpura - pura sebelum para Agen tim khusus datang. Sebisa mungkin menahan Tuan Hector agar tidak pergi kemanapun hari ini. Dia sudah memberikan informasi tentang kecurigaannya pada para Agen, dan Danielle beserta anggota lain sedang merencanakan penyerangan.

"Apa Anda tidak berlibur, Tuan Justin? Padahal wisata disini sangat indah... cobalah." Ujar Tuan Hector.

"Tentu, aku akan mencobanya," jawab Justin tersenyum ramah.

"Minumlah, aku sudah menyuruh chef memasak untuk tamu spesial-ku. Jadi, nanti cicipi masakannya," Tuan Hector mengedipkan sebelah matanya.

Justin mengangguk, ia minum seraya memperhatikan perawakan Boss mafia yang sedang diburu intel di depannya itu. Wajah berewok dengan rahang tegas, rambut tertata rapi ke belakang dengan kacamata hitam menutupi matanya membuat Justin tidak bisa menebak sifat asli pria berusia sekitar 45 tahun itu.

"Arghtt!"

Tiba - tiba kepala Justin kesakitan, matanya membelalak menatap Hector tak percaya. Sepertinya Bos mafia itu sudah mengetahui siapa dirinya, kepalanya terasa berputar lalu pandangannya menghitam.

"Danielle..." lirih lelaki itu sebelum akhirnya terseret dalam kegelapan.

***

NO SIGNAL !!!

Layar laptop yang memperlihatkan rekaman Cctv di dalam Villa boss mafia tiba - tiba hilang.

"Kevin! Ada apa?!" teriak Deana.

"Capt, Cctv di villa Tuan Hector mati. Terakhir kali aku memantau Justin, dia seperti kesakitan dan akhirnya terjatuh dari kursinya."

"Apa yang kau katakan?! Justin apa?!"

"Sepertinya Justin masuk dalam jebakan."

"Tidak! Justin! Bawa mobil ini dengan cepat! Kenapa kau lambat, Jeff!"

"Danielle! Tenanglah!" teriak Deana.

"Bagaimana aku bisa tenang! Lelaki yang aku cintai berada dalam bahaya!"

Semua orang terdiam termasuk Lucas, ia memang tak menyukai Justin karena lelaki itu adalah rival cintanya tapi sekarang ia juga merasa khawatir akan keselamatan lelaki itu.

Setengah jam kemudian mereka tiba, merengsek masuk ke dalam villa. Tapi sayang, villa ternyata sudah kosong.

"JUSTIN !!!!" Danielle menekan senjata laras panjangnya ke tanah, tubuhnya seketika tak bertenaga ia menunduk menangis larut dalam kesedihan.

3 Bulan Kemudian...

Di Apartemen Justin, beberapa orang mengobrol. Para orang tua di sisi sofa kanan, dan para anak - anak mereka di sisi sofa kiri.

Setelah kejadian hilangnya Justin, Vard dan Krystal meninggalkan negaranya dan menyusul ke Meksiko. Sudah berbulan - bulan tidak ada kabar dari putra kesayangan mereka meskipun hanya setitik petunjuk.

Tapi ada kabar gembira yang membuat kehilangan Vard dan Krystal terobati, mereka akan segera menjadi kakek dan nenek.

Saat kabar kehamilan Danielle datang, bahkan Eric dan Amber pun datang ke Meksiko. Selain karena kabar kehamilan putrinya, juga ingin menghibur kesedihan putrinya itu.

"Sayang, duduk disini," panggil Krystal pada kekasih putranya.

Danielle tersenyum tapi bahkan terlihat menyedihkan, ia bangun dari kursinya menghampiri Ibu dari kekasihnya. "Ya, Mommy Krystal."

Danielle duduk dengan perut hamilnya yang baru terlihat menonjol, usia kehamilannya baru akan memasuki bulan ke empat.

"Mommy hanya ingin mengelus perut kamu, sayang."

Krystal mengelus perut Danielle, menahan sekuat tenaga tangisannya yang akan pecah karena teringat akan Putranya.

"Mom, Justin akan kembali. Danielle yakin itu, kita tunggu sama - sama, ya."

Krystal menghapus air di sudut matanya tersenyum lemah lalu mengelus kepala wanita yang dicintai putranya dengan sayang. "Ya, Justin akan kembali dan dia pasti bahagia jika tau akan menjadi seorang Ayah."

Eric dan Amber saling berpelukan, mereka bersedih dalam diam tak ingin memperlihatkannya pada putri mereka agar Danielle tidak kehilangan harapan dan terus berdoa agar Justin kembali.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

wah.....Danielle ma Justin sama2 ges.....benih Justin kuat trs ladang Danelielle subur.jdi walaupun cuma semalam tanam langsung tumbuh aja benih Justin

2024-01-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!