Siapa yang Mabuk Asli atau Hanya Sekedar berpura-pura.

Tok Tok Tok.

Danielle mengetuk pintu kamar hotel Justin, ia membawa satu botol minuman beralkohol. Rencana malam ini mengorek informasi tentang Leon setelah membuat Justin mabuk.

Ceklek.

Justin bertelanjang da da, tubuh bagian atasnya masih basah. Air masih terlihat mengalir dari atas menuruni bagian depan berotot lelaki sexy itu, bagian bawah tubuh Justin hanya terlilit handuk minim memperlihatkan betis kekarnya.

Danielle menelan air liurnya, tiba - tiba kerongkongannya merasa haus ingin menjilat air yang mengaliri tubuh bak pahatan patung dewa Hermes, tangannya gatal ingin mengelus dada berotot lelaki tampan di hadapannya.

"Celine! Celine!"

Danielle akhirnya tersadar dari pikiran gilanya, Astaga!

"Maaf, kamu tidak sibuk 'kan?" tanya Danielle.

"Tidak, aku baru selesai mandi. Masuklah..." Justin menahan pintu agar wanita itu masuk.

"Oke, Ayo kita minum," Danielle masuk melewati ambang pintu berjalan ke arah sofa.

Justin menutup pintu, tatapan matanya seketika tajam. 'Aku ingin tau, kali ini apa yang direncanakannya?'

"Aku akan berpakaian dulu," Justin berjalan ke lemari mengambil kaos dan memakainya, menarik celana pendek lalu mengenakannya.

Satu - persatu kelakuan Justin diawasi Danielle, sudut matanya terus memperhatikan setiap gerak - gerik lelaki itu dan ia tidak memungkiri tubuh Justin memang luar biasa sempurna.

Justin melihat dari ekor matanya jika pergerakannya diawasi oleh Celine, malam ini dia harus bisa membongkar apa yang sebenarnya wanita itu inginkan.

Justin mendekat ke sofa, menyiapkan dua gelas lalu membuka tutup botol. Saat minuman beralkohol itu keluar, busa sedikit tumpah ke tangannya. Ia dengan sengaja menjilat tumpahan minuman di jarinya, lidahnya dengan perlahan membersihkan satu persatu jarinya.

Glek ! Sekali lagi Danielle menelan ludahnya.

Justin tersenyum tipis melihat Celine menatapnya tak berkedip bahkan mata wanita itu berbinar.

"Jadi--"

"Apa?! Jadi apa? Aku dari tadi hanya diam," ujar Danielle tergagap karena terkejut Justin tiba - tiba bicara.

"Wkwkwk, aku tidak mengatakan apa-apa," kekeh Justin geli.

"Ahhh..." Danielle tersadar.

"Sadarkan dirimu bodoh! Kenapa kau terdengar gugup!" Deana berteriak dalam sambungan.

Justin sering bermain detektif - detektifan bersama Paman Taylor dan Daddy-nya, sejak awal tentu saja dia menyadari ada sebuah ear phone mini di telinga Celine meskipun wanita itu sudah berusaha menyembunyikannya.

"Ayo minum," Justin mengisi gelas Celine lalu gelasnya.

Satu botol habis, tapi keduanya masih sadar. Akhirnya Justin mengambil satu botol lagi dan benar saja keduanya mabuk atau pura - pura mabuk. Entahlah, siapa yang mabuk asli atau hanya sekedar berpura - pura.

"Jus-tin..." suara Danielle terdengar pelan dan tak jelas.

"Hm..." Justin merespon.

"Kamu mabuk?" tanya Danielle.

"Ya."

"Apa kau benar - benar menyukaiku?"

"Ya..."

Danielle yakin Justin sudah mabuk, ia membuka lebar matanya menyudahi sandiwaranya lalu lebih mendekat pada lelaki itu.

"Justin, apa namamu asli?"

"Ya."

"Siapa Ayahmu?"

"Vard Ramberd."

" Dia berkata jujur," ujar Kevin di dalam sambungan.

"Siapa Ibumu?"

"Mommy Krsytal..."

"jujur!" timpal Kevin, anggota khusus IT itu menkonfirmasi dengan data yang sudah di dapatnya dari atasan mereka. Para Atasan terutama Eric sudah memeriksa data Justin secara langsung termasuk keluarga Justin.

"Sedang apa kamu di night club saat kamu menolongku? Apa kamu mengenal Leon?" selidik Danielle.

"Aku mengenal Leon, dia adalah musuh keluargaku. Keluarganya sudah membunuh Kakek dan Nenekku juga Paman Xavier, dia terbunuh saat melindungi Ibuku," jawab Justin.

"Jadi Leon adalah musuhmu?"

"Ya."

Semua para anggota khusus mencerna jawaban yang diberikan Justin, mereka sebenarnya sudah menyelidiki semuanya jika memang benar keluarga Leon dan keluarga Justin saling bermusuhan. Belasan tahun lalu, meskipun Justin dan Leon berkeluarga tapi berkas - berkas laporan tragedi di keluarga Oliver sudah di konfirmasi keakuratannya.

"Dia berkata jujur, target bersih! Dia Aman! Sekarang kita bisa mundur, dan fokus kembali mencari Leon," ujar Deana.

"Baik, aku pergi sekarang," Danielle berdiri lalu membenarkan pakaiannya, matanya menatap gelang yang terikat di pergelangan tangannya seketika dia merasa tidak rela harus berpisah dari Justin.

"Selamat tinggal, Justin. Kita jangan bertemu lagi--"

"Hmpp!" mata Danielle membelalak, Justin menarik tubuhnya dan kini dia berada dalam pangkuan lelaki itu. Bibirnya bahkan dicumbu lelaki itu dengan liar.

Danielle berusaha melepaskan tubuhnya, tapi pelukan Justin sangat kuat. "Hmmp!" tubuhnya terus bergerak memberontak.

Mata Justin yang berpura - pura mabuk terbuka, menatap tajam pada wanita dalam pelukannya. Ia menyibak rambut Celine, menarik lepas ear phone dari telinga wanita itu, membuangnya ke lantai lalu menginjaknya.

Terpopuler

Comments

Virushe Aira

Virushe Aira

visual y thor

2023-04-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!