Singa Betina Sangar, Bukan Kelinci Imut Lugu.

Justin semakin memperdalam ciumannya, tidak berhenti sampai disana tangannya sudah masuk ke dalam kaos yang dipakai Celine mengelus punggung mulus wanita itu.

Danielle terus memberontak, akhirnya dia menyerang Justin dengan memukul tengkuk lelaki itu dengan kepalan tangannya.

Serangan itu berhasil, ciuman dan pelukan Justin terlepas. Danielle dengan cepat bangun dari pangkuan Justin lalu menarik kasar kaos lelaki itu, "Apa yang kau lakukan padaku!" geramnya.

"Hahaha, ternyata benar kamu adalah singa betina sangar bukan kelinci imut lugu. Tapi, itu yang aku suka darimu. Ah... aku harus memanggilmu dengan nama apa? Aku tau kau sedang mendekatiku, tentunya dengan tujuanmu yang aku belum tau apa itu."

Danielle melepaskan cekalannya pada Justin, mendorong kuat tubuh lelaki itu. "Kau pintar berpura - pura dan berakting, Justin. Siapa kamu sebenarnya? Lagipula kami hanya ingin mengetesmu, karena kamu terlalu jago untuk seseorang yang hanya berbisnis di negara ini."

Justin tersenyum lebar, " Jadi karena itu, apa aku terlihat keren karena berhasil menyelamatkanmu dari Leon malam itu?"

"Cih! Bukan menyelamatkan tapi kau menggagalkan misiku!"

"Misi-mu? Kamu selalu mengatakan misi, dan tadi kamu menyebut 'kami'... Siapa 'kami' ini?"

Danielle terdiam, ia melihat ear phone-nya rusak di injak Justin. Dia seharusnya menunggu perintah dari Deana sang Kapten tapi kini ia tidak bisa berkomunikasi dengan tim-nya.

"Kamu tau aku tidak jahat," lanjut Justin memancing kejujuran wanita itu.

Danielle menimang perkataan Justin, jika ia bisa mengorek informasi tentang Leon lebih banyak dari Justin, bukankah itu akan menguntungkan? Jadi kenapa tidak?

"Nama asliku Danielle, aku adalah satuan khusus militer yang ditugaskan dalam suatu misi. Target kami para agen adalah Leon dan orang - orang di belakangnya."

"Tunggu! Katakan sekali lagi, siapa nama aslimu?" Justin tak percaya mendengarnya.

"Danielle..."

Justin seketika menarik tubuh Danielle dalam pelukannya, " Jadi ini kamu, Danielle! Pantas saja sejak awal aku sangat tertarik padamu..."

Danielle mendorong tubuh Justin yang memeluknya, memandang Justin tidak mengerti.

"Ini aku! Justin. Kamu pernah memukul dan membuatku cedera saat di sekolah, aku harus dirawat selama beberapa hari karenamu. Lalu, saat aku masuk sekolah kembali kamu sudah pindah."

Danielle menutup mulutnya dengan tangan, wajahnya benar - benar seperti melihat hantu. Begitu shock dan tidak percaya.

"Kamu masih mengingatku, 'kan?" tebak Justin.

"Sorry, biarkan aku toilet," Danielle berlari masuk ke dalam toilet mengunci pintunya.

"Ya Tuhan! Dia anak lelaki itu! Justin... kenapa saat laporan tentang identitasnya datang, aku tidak mengingatnya?" Danielle mendekat ke wastafel, mengulurkan tangan ke kran otomatis air mengalir memenuhi kedua telapak tangannya. Ia membasuh wajahnya, mengulang beberapa kali sampai rambutnya pun basah. "Gila! Ini benar - benar gila!"

Danielle menatap pantulan dirinya di cermin wastafel mengingat kembali saat kecil dulu ia melukai Justin, itu karena Justin adalah murid baru dan ia ingin memperlihatkan siapa siswa yang berkuasa di dalam kelas. Tapi tidak disangka Justin malah melawannya dan meledeknya dengan memanggilnya gadis bar bar, di hari berikutnya ia memukul dan mematahkan tangan lelaki itu sampai Justin tidak bisa masuk sekolah karena dirawat. Mommy dan Daddy-nya marah besar dan akhirnya mengeluarkannya dari sekolah dan memasukkannya ke sekolah khusus.

"Aku tidak menyangka kami akan bertemu lagi," lirihnya.

Ia mengelap wajah basahnya dengan handuk kecil, merapikan penampilannya lalu membuka pintu toilet berjalan menuju ruang tamu.

"Kamu baik - baik saja?" tanya Justin khawatir.

"Tentu saja, halo Justin. Ternyata kita bertemu lagi," ujar Danielle datar.

"Sepertinya kamu tidak senang bertemu denganku lagi, apa karena insiden kita dulu? Tenang saja, aku sudah lama memaafkanmu."

Danielle menatap mata Justin, mencari kejujuran dari mata lelaki itu. Mata Justin memperlihatkan jika lelaki itu berkata jujur, "Aku juga senang bertemu denganmu, Justin."

Senyuman di bibir Justin terukir, ia mengulurkan sebelah tangannya. " Ayo berkenalan lagi. Halo Danielle, namaku Justin."

Danielle menerima uluran tangan Justin, "Aku Danielle, senang bertemu denganmu lagi."

Untuk seperkian detik tangan mereka saling menggenggam, Danielle melepaskan genggamannya lebih dulu. "Ayo duduk, sepertinya masih banyak yang harus kita bicarakan."

Justin menurut, ia sengaja duduk di samping wanita itu tapi Danielle duduk menjauh seperti menjaga jarak.

Terpopuler

Comments

Indriyani Pkl

Indriyani Pkl

akhirnya justin tau kalau itu daniella, apakah adu kekuatan ranjang akan dimulai?? 🙈🙈

2023-04-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!