Ciuman Justin kali ini memancing gairah Danielle, darah panasnya berdesir meminta dipuaskan. Ia menutup matanya meresapi ciuman itu, bahkan tubuhnya tidak memberontak membiarkan Justin mengambil alih atas kendali dirinya.
Tapi tiba - tiba. "Argghtt!" Justin melepas pagutannya, seketika tangannya memegang miliknya diantara pahanya.
"Danielle! Kau meremas jagoanku! Sakit!"
Danielle mengelap bibirnya, seperkian detik dia terbuai ciuman Justin bahkan tubuhnya malah merespons ciuman dari lelaki itu. Tapi detik itu juga ia langsung tersadar.
"Itu akibatnya menciumku tanpa ijin! Aku bukan wanitamu Justin! Jadi jangan macam - macam denganku! Kali ini aku hanya meremasnya lain kali aku akan menghancurkan buah zakarmu itu!" Danielle berbalik pergi meninggalkan Justin yang menatapnya tak percaya di belakangnya. Tangan Danielle masih merasakan milik Justin yang tadi ia remas, seketika wajahnya memerah.
"Dasar wanita gila!" Danielle merutuki dirinya sendiri.
Justin masih kesakitan, ia berjalan menyusul Danielle dengan tertatih - tatih. " Dasar pria gila! Setelah ***** kebanggaanmu disakiti, kau masih menyukai wanita itu!" Justin merutuki kegilaannya.
Posisi semua orang sudah siap, Justin sudah mengaktifkan ear phone di telinganya. "Danielle sayang, apa kamu mendengarku?"
Danielle berada di dapur, ia bertugas menjadi staff pengantar makanan ke meja di prasmanan. Justin berada tak jauh darinya, tapi ia sengaja memanggil Danielle dari ear phone.
"Oke, sebentar lagi acara dimulai. Para tamu akan segera masuk ke ruangan, kunci target. Jangan gegabah, jangan juga bercanda. Kalian semua mengerti? Terutama Anda Tuan Justin." Deana mengingatkan.
"Yes, Capten Deana. Aku mengerti. Aku akan mulai fokus." Jawab Justin kali ini mengakhiri bercandanya.
Benar saja tak lama para tamu VVIP berdatangan, Leon datang bersama seseorang yang tidak dikenal. Kevin memeriksa wajah tamu yang datang bersama Leon, sistem data mengenali pria itu.
"Ceo Weshing blue, sudah mempunyai istri dan anak. Sepertinya dia target kita, si pembeli gadis." Ujar Kevin dalam sambungan.
"Aku akan mendekatinya, memasang chip di meja mereka untuk mendengarkan pembicaraan mereka," timpal Danielle.
"Oke, lanjutkan!" titah Deana.
Setelah merasa yakin target duduk di meja, Danielle maju dengan penyamarannya. Wig palsu membantu penyamarannya kali ini, ia mendorong kue - kue di troley maju mendekati meja target.
Pluk.
Danielle menempel chip di bawah meja tanpa terlihat, ia terus mendorong troley lalu menyimpan kue - kue di atas meja memindahkan ke prasmanan.
"Oke, done!"
"Apa ada gadis baru?" terdengar suara dari Ceo Weshing Blue.
"Tadi malam kami mendapatkan satu yang spesial untuk Anda, Tuan Forg."
"Hm, aku ingin menikmatinya malam ini. Bawa dia padaku, ke villaku."
"Baik, Tuan," jawab Leon.
Para Agen mendengarkan rekaman dalam chip yang dipasang di bawah meja.
"Kevin, dapatkan alamat villa - villa Tuan Forg ini!" perintah Deana.
"Yes, Capt!"
"Tuan Justin, bagaimana kalau kamu membantu Kevin membobol keamanan Cctv di villa target agar bisa mengaksesnya." Pinta Deana.
"Baiklah, aku menuju laptopku. Kirimkan data alamatnya padaku."
Justin membantu Kevin mengakses Cctv di villa milik target pertama, mereka berencana hanya akan mengumpulkan bukti - bukti dan tidak akan menangkap Leon dan si pembeli malam ini.
Acara dimulai, Justin selesai membantu Kevin. Kini dia berada di ruangan. Mendekati Danielle, mencuri kesempatan agar terus dekat dengannya. "Mau minum - minum setelah misi malam ini selesai?"
"Tidak."
"Ayolah, baby."
"Panggilan menjijikkan, panggil namaku yang benar!" geram Danielle.
"Aku akan melakukan apapun yang aku inginkan, dan juga memanggilmu dengan sebutan yang aku mau. Aku bukan tipe lelaki yang akan menuruti wanita dan akan menyerah untuk mendapatkannya."
"Ingat ini Justin! Aku juga bukan wanita yang akan diam saja saat aku tidak menyukai sesuatu! Kamu masih belum kapok dengan hukuman dariku tadi, jadi tunggu saja hukumanmu selanjutnya kalau kau terus menggangguku!"
Justin hanya tersenyum, merasa gemas dengan kegalakan Danielle. Semakin wanita itu beringas semakin ia menyukainya, segila itu lah dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments