Danielle adalah wanita milikku.

Tugas selesai, satu target identitas dan bukti - bukti berhasil dikantongi.

Bahkan dihari - hari berikutnya beberapa target berhasil ditangkap oleh pihak militer setempat yang ikut bekerja sama.

Semua Agen sedang berkumpul, karena target - target sudah ditangkap. Leon berhasil bersembunyi, penjahat itu berhasil satu langkah bahkan Justin pun kehilangan jejaknya kali ini.

"Jenderal Eric, apa yang harus kami lakukan sekarang. Leon berhasil bersembunyi, bahkan Tuan Justin juga kehilangan jejaknya," Deana menekan pengeras suara dalam sambungan agar pembicaraan dapat terdengar oleh semua orang.

"Kita hanya bisa secepatnya mencari keberadaan Leon. Jika bisa cari mafia sebenarnya, ada informasi dari pihak Meksiko. Boss besar berkedok sebagai seorang Pengusaha pertambangan, cari para Pengusaha pertambangan lalu perkecil sasaran. Mengerti?"

"Yes, Sir!"

"Oke."

"Danielle kamu baik - baik saja?" tanya Eric pada putrinya.

"Tentu saja, salam pada Mommy."

"Baik, tutup sambungan."

Tuttttt.

Semua orang menghela nafas, Kevin langsung bekerja mencari data para Pengusaha yang disebutkan sang Jenderal. Di negara Meksiko sekitar 120 Pengusaha dari berbagai kota, jika dikecilkan dengan kemungkinan terbesar tinggal 35 orang.

"Oke, teman - teman. Aku merangkum sekitar 35 orang, kita harus mengamati setiap pengusaha ini dan sepertinya ini akan terlalu memakan waktu," ujar Kevin.

"Hm," Justin sedang berpikir keras, dia merasa bisa mengenali dengan cepat orang itu dengan memeriksa Cctv di rumah atau Perusahaan orang - orang itu. Jika keberadaan Leon terlihat di sekitar orang itu maka itu lah targetnya.

Justin tidak mengatakan kemungkinan yang ada dalam pikirannya, ia akan mencari lebih dulu sesuai istingnya baru selanjutnya memberi laporan pada para abdi militer yang menjalankan misi.

"Semuanya, beristirahatlah. Bubar! Aku dan Kevin akan menyesuaikan data - data, sisanya boleh pergi," titah Deana.

"Ahhhh, aku ingin ke club. Apa ada yang ingin ikut?" ujar Danielle tiba - tiba.

"Ayo, Baby..." Justin langsung kegirangan.

"Aku ikut," kesal Lucas.

"Aku juga," ujar ketiga Agen lainnya.

"Go!"

Kelima Agen khusus itu berganti setelan malam, Justin mengekor di belakang Danielle sesekali tangannya menjahili wanita itu. Kadang menggelitiki pinggang Danielle atau sekedar mencolek tanpa alasan.

Danielle sudah lama terbiasa dengan kejahilan Justin, bahkan sudah membiarkan kenakalan - kenakalan tangan lelaki itu. Bahkan jika Justin sekali saja tidak menjahilinya, seperti ada sesuatu yang kurang.

Setelah minum dua gelas bir, Danielle membuka jaket hitam-nya merasa kegerahan. Ia lalu maju ke tengah lantai dansa dan mulai melenggokkan tubuh tinggi dan indahnya mengikuti music dari DJ.

Justin melongo, ia mengira kalau wanita angkuh dan kaku seperti Danielle tidak akan seperti wanita pada umumnya yang bisa mengekspresikan dirinya seperti sekarang.

Danielle melihat Justin termangu melihatnya, seketika ia tertawa. "Ada apa? Kau kira aku wanita kaku yang tidak menyukai hiburan? Hei! Come on, sejak kecil aku adalah perempuan bebas yang menyukai banyak hal bukan hanya pekerjaan ku."

Danielle bahkan sengaja menempelkan tubuh sexy-nya ke tubuh Justin, menggoda lelaki itu.

Lucas yang melihatnya langsung menarik tubuh Danielle ke dalam pelukannya, ia mengukung tubuh wanita yang sudah dicintainya sejak lama dan tak ingin kehilangan Danielle apalagi direbut oleh lelaki yang baru saja dikenal Danielle.

Justin tak terima, dia merebut kembali tubuh Danielle dari Lucas. Memeluk wanita itu dengan erat, "Jangan ganggu kami, pergilah bermain dengan teman - temanmu, Lucas. Carilah wanita yang bisa kau tiduri malam ini. Danielle adalah wanita milikku!"

"Kau pikir kau siapa?! Berani memerintahku! Aku yang lebih dulu mengenal Danielle, bahkan aku sudah menyatakan cintaku dan melamarnya. Kau lah yang seharusnya pergi!"

Justin sedikit terkejut, ia tidak tau jika Danielle sudah pernah ada yang melamar. Tapi dirinya tak mau kalah, "Kau salah, aku sudah mengenal Danielle sejak kecil. Bahkan kami masih saling mengingat saat bertemu kembali, kau bukan siapa - siapa bagi Danielle."

"Brengsek!!!"

Lucas menarik baju Justin, mulai menyerang wajahnya.

Bugh!

Pelukan Justin pada Danielle terlepas, tubuhnya sempoyongan karena terkena pukulan. Justin menyeimbangkan kembali tubuhnya, maju dan mulai menyerang balik Lucas.

Perkelahian pun terjadi, Danielle sudah berusaha memisahkan mereka berdua tapi keduanya sangat kuat. Tak lama keduanya kelelahan dan terkulai lemas di lantai dansa dengan ditonton banyak orang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!