Justin memeriksa beberapa laporan pekerjaan yang berada di Mexico, tapi pikirannya terus terbayang wajah wanita malam itu.
"Celine, hm. Apa aku bisa bertemu lagi dengannya?" gumamnya pada diri sendiri.
"Tuan muda Justin, perwakilan dari Perusahaan Mixan datang," Taylor masuk ke ruangan kantor Justin.
Seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan, ia tersenyum sopan, "Halo, Tuan Justin. Nama saya Arilla, saya mewakili Tuan Hector."
Justin bangun dari duduknya, mengulurkan sebelah tangan.
"Halo, Nona Arilla."
Arilla membalas uluran tangan lelaki tampan di depannya, ternyata benar kabar yang beredar perwakilan dari Perusahaan dari Austria sangat lah tampan.
"Silahkan duduk," Justin berjalan menuju sofa.
Sekitar satu jam Justin membahas tentang kerja sama antara cabang Perusahaannya yang berada di Mexico dengan Perusahaan Mixan.
"Saya pergi, hubungi saya jika ada apa-apa," pamit Arilla.
"Ya."
Taylor pergi mengantar tamu, meninggalkan Justin sendiri lagi dengan pikiran - pikirannya.
Drtttt Drtttt.
Justin menatap layar ponselnya, itu Mommy-nya, "Halo, Mom. Bagaimana kabarmu?"
"Mommy baik, tapi Daddy-mu pingsan."
"Pingsan?!"
"Itu karena ulahmu, kamu menyuruh Daddy-mu untuk pergi gym. Ayahmu itu terlalu memforsir tubuhnya!"
"Ups, sorry Mom. Sekarang bagaimana keadaan Daddy?"
"Sudah sehat lagi, dia sedang menanam sayuran di kebun belakang."
"Haha..."
"Justin, kapan kamu pulang?"
"Mom, aku baru dua minggu disini. Aku masih betah, perempuan - perempuan disini sangat cantik dan hot."
"Pakai pengaman, ingat!"
"Astaga! Mom! Aku sudah besar bukan anak kecil lagi, ini memalukan!"
"Bagi Mommy kamu masih putra kecil Mommy, My Honey..." jahil Krystal.
"Sudah! Aku tutup! Jaga kesehatan Mommy dan Daddy!"
Tutttttt.
"Honey? Huh!"
Malam tiba, sudah beberapa kali Justin pergi kembali ke night club tempat Leon selalu berada. Ia mencoba peruntungannya berharap bisa bertemu lagi dengan Celine disana. Tapi sayang, berapa kali pun ia datang jangankan Celine bahkan batang hidung Leon tidak terlihat lagi. Sepertinya Leon sudah berpindah tempat.
Justin kurang mengerti apa yang dilakukan Leon dengan wanita - wanita waktu itu, tapi yang pasti pekerjaan yang dilakukan Leon sepertinya ilegal dan berbahaya.
"Tuan, mau aku temani minum?"
Seorang wanita berpakaian mimin duduk di kursi bar di samping Justin, ia mempertontonkan belahan da da yang hampir tumpah keluar.
"Tidak! Pergilah!" tolak Justin dingin.
"Ayolah, aku tidak mahal. Aku yakin Tuan sanggup membayarku."
"Aku bilang pergi!" Justin menatap tajam.
Akhirnya si wanita itu pergi dengan kecewa.
"Tuan, mau aku temani?"
Sekali lagi terdengar suara wanita menggoda Justin.
"Aku sudah bilang pergi!" Justin menoleh, seketika matanya membelalak terpana.
Di depannya wanita yang sudah beberapa malam ini dia cari sedang tersenyum terlihat sangat cantik dengan tubuh tingginya terbalut dress pendek. Rambut pendek sebahunya dibuat curly, sangat pas dengan wajah yang berbentuk oval.
"Te-tentu, duduklah," ucapan Justin terbata - bata.
Wanita itu duduk di kursi bar, "Kita pernah bertemu, bukan?"
"Aku yang menyelmatkanmu malam itu," Justin mengangguk.
"Namamu?"
"Justin, kamu?" tanya Justin berpura - pura, padahal dia sudah memeriksa data tentang wanita yang duduk di sampingnya.
"Celine," Danielle memberikan nama palsunya dalam misi.
"Ah, nama yang sangat cantik. Asal negaramu?" Justin berusaha mengajak ngobrol Celine.
"Austria."
"Hm, aku juga," timpal Justin.
"Wah, kejutan yang menyenangkan. Tuan Justin. Tentang malam itu, aku minta maaf karena bicara kasar dan terima kasih."
"Tidak masalah, lupakan saja. Dan panggil aku Justin, mau minum? Aku akan mentraktirmu, Nona Celine."
"Panggil aku Celine saja," ujar Danielle.
"Mari minum, Celine."
Semalaman mereka berdua hanya mengobrol di club itu, bahkan berpindah duduk ke dalan ruangan pribadi agar lebih nyaman.
Danielle menatap wajah Justin dengan mata polos, ia terus berakting. Memancing tentang kehidupan lelaki itu, untuk memperoleh informasi tentang pria malam itu yang akan membawanya ke pembeli yang bernama Leon. saat Kevin mengotak - ngatik data tentang Justin ternyata lelaki yang sedang bersamanya itu mempunyai hubungan dengan Leon. Misi akhirnya berubah, atasan memerintahkan dirinya untuk mendekati Justin dan mencari tau apa hubungan Justin dengan kejahatan penculikan para wanita bermata cyan yang sedang mereka tangani. Para atasan mencurigai Justin dan menyuruhnya untuk mengenal lelaki itu lebih dalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Rina Nurwaeni
next
2023-04-04
2