...____________♧ *CHAPTER 1*9 ♧____________...
Kini arasya, dan yang lainya sudah berkumpul di ruang keluarga dimension milik arasya, termasuk ada selir raiya yang diundang juga.
Mereka semua sudah duduk disofa besar berwana coklat muda, arasya dan lili duduk bersamaan sambil berpegangan tangan karena tegang dengan apa yang akan diberitahukan oleh ethan. Begitu juga dengan selir raiya dan bibi arum mereka berdua duduk berdekatan saling menguatkan akan kenyataanya nanti, kenzi dan paman bimo yang saling melihat keempat wanita itu berpegangan, mereka berdua saling memandangi satu sama lain dan merasa aneh 'jangan berpikir aku mau berpegangan tangan sama pamaan'batin kenzi. 'anak ini kenapa memandangiku.. sungguh aneh'batin paman bimo yang tidak tahu apa-apa.
"dengar baik-baik apa yang akan aku beritahukan, dan jangan memotong ucapanku sebelum aku selesai berbicara, mengerti" semua mengangguk bersamaan bertanda mengerti yang diucapkan ethan.
"arasya telah diberkati oleh para peri, aku mengetahuinya pada saat tabib hebat itu memberitahuku, konon katanya siapa saja yang diberkati oleh para peri dia akan mendapatkan semua magma dimuka bumi."ujarnya yang terselipkan kejujuran dan juga ada kebohongan.
"APA? KAPAN?, kapan adikku diberkati oleh para peri..!"lirih kenzi memandangi arasya yang terlihat juga bingung
"pantas saja dia bisa menggunakan magma es. Bukan saja magma es, dia juga pasti bisa menggunakan magma yang lain juga"seru selir raiya sambil menggaguk paham
"tapi kapan arasya mendapatkan berkat itu"tanya lili yang juga ikut kaget.
"aku juga tidak tahu"jawab ethan
"adik?"panggil kenzi ingin memastikanya langsung
"akuu juga tidak tahu abaaang..., kapan para peri memberkati aku"jawabnya dengan wajah jujur dan tertekan karena mereka semua melihat kearahnya.
"itu tidak penting sekarang kenzi, setahun lagi akan ada pendaftaran akademi magma, saya akan memasukan anakku kesana untuk mengembangkan magmanya ini"seru selir raiya yang sangat merasa bangga bisa memiliki anak sehebat arasya.
Setiap anak yang sudah berusia 17 tahun akan masuk ke akademi itu.
kenzi, leon dan edgar juga lulusan diakademi itu juga, mereka akan diantar sampai 4 tahun.. Lamanya. Kini kenzi berumur 23 tahun, leon 21 tahun dan edgar 20tahun. Arasya masih 15 tahun, nanti setelah musim panas ini berakhir akan adanya musim gugur, itulah bulan lahirnya arasya dia akan berumur 16 tahun bersamaan juga dengan hari lahirnya viona yang ke 16 tahun.
Sedangkan ethan yang umurnya 18 tahun. Dia tidak membutuhkan akademi., dia sudah diajarkan dari kecil dari semua pelajaran mau dari sihir, kekuatan, permainan, menulis, membaca, ketentuan negara-negara, semuaa hal yang mendukungnya sampai menjadi kaisar termuda dan terhebat sekarang ini.
bagaimana dengan pangeran orion yang tahun ini sudah berusia 17 tahun, dia sudah berangkat keakademi setelah acara festival bunga itu selesai. Sedangkan pangeran andrea yang juga berumur 17 tahun lebih memilih mengabdi untuk mengembangkan kemiliteran kerajaan.
"ya kamu benar yang mulia, maafkan abangmu ini tadi mebuatmu tertekan, abang cuman kaget akan kehebatan adik abang ini"ucap kenzi dengan wajah bersalah
"iyaa abang... Arasya mengerti"ucapnya kini kenzi berjalan kearah arasya, lili pun menghindar dari situ, kenzi duduk disampingnya dan langsung memeluk arasya, adik yang dulu dibencinya, dan dia malu jika mengingatnya kembali.
ethan yang melihat itu hanya menggenggam tanganya dengan kuat. Dia harus sadar bahwa mereka adalah adik kakak, dia mengatakanya berulang ulang didalam hati 'mereka adik kakak, mereka adik kakak'batinya berulang-ulang menahan sabarnya.
***
"apa? Kenapa ibu?"tanya leon tidak percaya bahwa arin dan viona mau keluar kerajaan selama seminggu lamanya.
"maaf... Ibu ada sedikit masalah, ibu harus pulang, kasian nenek kalian di desa sewah sedang sakit"ucap arin yang sudah membersihkan semua pakaian untuk dibawanya.
"ibu bisakan bawah nenek kesini.. Tidak usah ibu pergi kesana?"saran edgar
"tidak bisa edgar, ibu harus kesana sekarang"desis arin
"tolong jaga mension ini selama aku dan viona tidak ada ya"pinta arin kepada leon dan edgar
"baik buu..."jawab mereka patuh
"baiklah ayo viona, kereta ibu sudah ada didepan"ujarnya dan langsung berjalan sambil memegang beberapa tas
"kakak jaga diri baik-baik ya"ucap viona kepada leon dan edgar
"kamu juga hati-hati dijalan"ucap leon
"iyaa... Kakak sampai jumpaa.."teriak viona yang sudah mengejar arin yang meninggalkanya tadi.
Leon dan edgar yang kini tinggal mereka berdua walau ada banyak pelayan dan prajurit kini mereka merasa kesepian di umur kepala dua itu. Entah kesibukan apa yang membuat mereka tidak memiliki pasangan, apalagi merasa jatuh cinta.
"haaaahh... Aku merindukan kak kenzii.. Sekarang dia dimana ya.."lirih edgar yang kini mereka sudah ada diruang tuan duke, kembali mengurus tumpukan berkas milik ayahnya itu.
"aku tahu dia dimana sekarang"celetuk leon membuat edgar memberhentikannya untuk menulis
"dimana?"tanya edgar penasaran.
"dia sekarang tinggal dimension milil arasya"ucapnya dengan wajah datar
"haah!? si ara? Anak itu punya mension!? Apa mungkinn itu hadia dari ibu angkatnya"pikir edgar.
"bukan."jawab cepat dari leon
"apa maksudmu bukan!?"tanya edgar penasaran
"haah.. Aku mencari semua info tentang arasya, mension yang ia tempati adalah mension hadiahnya menang kuis, dia pernah kabur dari kamarnya dan berkeliaran dikota"ujar leom tetap menunjukan wajah datarnya.
"HAHAHAHHAHA... APA APAAN ITU.. KAMU MENGARANG YAAA? DAN UNTUK APA KAMU HARUS MENCARI TAU SEMUA HAL TENTANG ARASYA, AKU SAMPAI TIDAK HABIS PIKIR KAMU BISA TAHU SEDETAIL ITU"pekik edgar tidak percaya
Leon yang mendengar itu hanya terdiam. Dia juga tidak mengerti akan perasaanya. Kenapa dia harus bersusah susah menjacari semua informasi mengenai arasya.
"eh tapi anak bodoh itu? Kok bisa menang kuis? Kan susah itu yaa kan?"tanya edgar, soalnya kuis berhadia dikerajaan leofances sangatlah sulit untuk dijawab.
Leon masih diam, tidak menggrubis pertanyaan edgar.
"kakaak... Kamu kenapa hanyaa diam..!?"pekik edgar merasa jenuh karena cuman dia yang berbicara
"aku tidak punya kekuatan untuk marah edgar.. Maka diam!"ketus leon yang menggunakan sihir penghilang suara diarea dia duduk.
"CK!"
'aku penasaran dengan arasya sekarang'batin edgar mulai memikirkan arasya.
***
Pagi hari yang cerah, dengan suara kicauan burung berbagai versi suara, hembusan angin pagi, dan sinaran mentari yang indah.
"ini susunya sudah selesai diperas nak ara,"lirih bibi arum bersama beberapa pelayan yang habis memeras susu sapi.
"wiiihh makasih yah bibi, makasih yah semua.. Kalian bisa ambil 5 wadah susu untuk dimasak dan diminum"lirih arasya yang melihat sekitar 15 wadah susu sapi, tidak terlalu banyak karena arasya belum membuat keju, dia hanya perlu susu untuk membuat bakteri asam laktat(BAL), bakteri ini yang akan membatu pembuatan kejunya nanti
"terima kasih nona arasya"ucap para pelayan
"ara... Ini cucian berasnya untuk apa sebenarnya ini..."pekik lili membewa cucian beras dengan wadah cukup besar
"makasih yaa lili cantik..."ucapnya membuat lili menjadi malu
"tolong campurkan dengan susu yang disana, diwadah yang lebih besar ya.."pinta lili kepada beberapa pelayan
"baik nona"ucap mereka berempat mulai melakukan perintah arasya, dibantu juga lili.
"terus arasya?"tanya lili sangat penasaran
"udah biarkan saja.. Lebih baik kita nikmatin susu sapi yang sedang dimasak dengan roti hangaat.."ajak arasya kepada semuanya, membiarkan wadah susu dan air cucian beras itu di belakang mension.
"sebenarnya untuk apa itu ara?"tanya lili sambil berjalan bersama arasya.
"ada deh..."jawab arasya tidak peduli, walau dia menjelaskan ke lili. Dia tidak akan fahaam.
"oh iya dimana ethan dan kenzi?"tanya arasya kepada lili
"hmm mereka berdua sedang berlatih pedang di taman. Sedangkan kalau paman sedang melihat jemuran biji kakao," paman sangat beratusias oleh biji kakao, dia baru tau aroma biji kakao sangat unik. Dan dia sangat penasaran akan itu.
"oh oke.. Sediakan mereka lagi susu hangatnya nanti.."seru arasya
"baik ara..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
bee like
makin seruu minnn
2023-04-08
1