...____________♧ CHAPTER 13 ♧____________...
Pertunjukan bakatpun dimulai, pertama adalah dari keluarga selir wuwen, mereka menunjukkan bakat menari, bermain alat musik khas mereka sendiri. Setelah itu sang putri mahkota, viona yang dibilang paling berbakat di kerajaan leofances datang untuk menampilkan bakatnya bernyanyi. Suaranya yang begitu merdu membuat semua orang disitu senang.
"bagus.. Bagus... suaramu sangat indah putri mahkota"seru raja kevies
"tentu saja ayah... Wanita pilihanku yang paling terbaik"ujar pangeran orion
"ck. Be saja tuh"guman arasya
"kamu bilang apa sayang?"tanya selir raiya yang sedikit mendengar gumaman arasya
"tidak apa-apa momy.."jawabnya dengan senyum manis.
"terima kasih yang mulia dan pangeran atas pujianya.. dan apa boleh saya meminta sesuatu"pinta viona
"apaa yang kamu minta.. Ini hari ulang tahunku.. Hanya aku yang bisa meminta diacara ini"sarkas putri aquela
"itu benar.."sambung fang zia yang juga tidak suka ada yang mencampur urusanya dengan hari spesial adik sepupunya itu.
Fang zia adalah putra mahkota dari kerajaan asyura, dia cukup tampan matanya yang sipit dan bibir tipis, berkulit putih dan bertubuh ramping. bibinya yaitu selir wuwen adalah anak kedua dari kakenya, anak pertama yaitu fanzui xian asyura merupakan ayah dari fang zia atau raja dari kerajaan asyura.
"a_ M_maafkan saya putri jika saya lancang" ucap viona yang sedang menahan amarahnya
"hei... Dia adalah calon kakak iparmu dan calon istiriku dia punya hak untuk meminta kepada ayah.. Dan jangan lupa dia telah menghiburmu.."bela pangeran orion
"itu benar.. Adik, biarkan viona untuk mengutarakan permintaanya"pinta pangeran andrea
Ck! Putri aquela membuang mukanya tidak suka karena para kakaknya membela orang lain daripada dia. Dia makin tidak menyukai viona.
"sudah.. Jangan bertengkar di hari adik kalian, dan kamu viona aku berikan kamu izin untuk meminta, apa itu?"tanya raja kevies melerai
mereka bertiga.
"yang mulia jika aku hanya bernyanyi itu sangat biasa, aku mau ada yang bermain musik. Aku ingin sekali melakukan pertunjukan dengan saudariku"unjuk viona kepada arasya
"ini aku sudah siapkan harpa. Apa kamu bisa membantuku, aku ingin sekali memberikan hadia terbaik untuk adik dari putra mahkota"ujar viona panjang lebar
semua pandangan tertuju pada arasya, mereka menunggu jawaban arasya. Arasya menghela nafasnya panjang dan berdiri dari kursi kebesaranya, menghampiri viona.
dia langsung duduk di tempat harpa diletakan dan menetapkan jemarinya disitu dan memandangi semua orang juga memandangi viona yang wajahnya sudah mengerut.
"tunggu apalagi.. Silakan bernyanyi. Akan aku ikuti nada suaramu"ujarnya tidak sabaran
"tunggu dahulu putri, apa kamu bisa memainkan alat musik itu"tanya viona yang tidak mempercainya. Bagaiman tidak, dia tahu arasya tidak memiliki bakat apa pun.. mengapa tiba-tiba dengan kepercayaan dirinya dia langsung duduk di depan alat musik itu.
"ck pertanyaan macam apa itu viona... Kamu yang memintaku bermain dan sekarang kamu meragukanku?"lugas arasya membuat viona masih tidak percaya
"itu benar putri mahkota. Kamu yang meminta arasya dan mengapa kamu yang terlihat kebingungan.."sarkas pangeran izakel yang sudah tidak sabaran akan pertunjukan dari anak yang kata banyak orang bahwa dia tidak memiliki bakat.
"tetapi maaf pangeran izakel, apa anda tidak tahu bahwa adik saya ini samasekali tidak memiliki bakat"suara lantang dari leon
arasya yang sudah sangat muak akan mantan keluarganya ini. Adik saya? Tidak punya bakat? Dia sangat marah saat kata menjijikan dari mereka keluar. dia pun memaikan alat musik begitu saja tanpa menunggu viona bernyanyi
Musik yang dia mainkan sangat sangat indah, selama dia bermain semua terhipnotis akan musik itu, tidak banyak bangsawan yang dibuat merinding dan tersentuh, aura yang dipancarkan oleh arasya keluar. Sebagai perwujudan dewi cahaya dia terlihat sangat indah.. Semua orang terpesona akan keindahan, kelincahan jemari-jemari saat arasya bermain.. Dan akhirnya lagu pun selesai. Semua di dalam istana tiba-tiba saja hening...
"woooowww.... LUAR BIASA"
PROK
PROK
Tepuk tangan dari raja asyura, orang tua selir wuwen. Dan para paman bibi yang lain, yang tidak bisa kusebutkan semua namanya. Mereka baru pertama kali mendengar musik seindah itu.. Mereka sangat terbuai akan musik yang dibawakan arasya.
"adik.. Siapakah gadis ini? Dia sangat pintar bermainkan alat musik ini"tanya raja fanzui
"kakak.. Dia adalah anak angkat dari selir agung, tetapi..."selir wuwen tidak bisa melanjutkan perkataanya begitu juga semua orang yang masih syok dibuatnya.
dibalik itu pangeran fang zia merasa bahwa jantung berdetak kencang, dia memegang jantungnya dengan kuat. dan dia dia baru pertama kali melihat seorang wanita yang memiliki aura seindah itu. Dia seperti di buat jatuh cinta olehnya.
"lancang!!! Kamu arasya.. Aku belum bernyanyi kamu sudah memainkan musikmu yang buruk itu,!"teriak viona karena marah. Dia merasa bahwa perhatian yang harus dia miliki dia ambil semua oleh arasya, itu membuat semua orang kaget akan sikapnya.
"vionaa.."teriak arin dari kejauan menghampirinya
"jangan berkata begitu kepada saudarimu, cepat minta maaf."ucap arin yang langsung menyadarkan viona
"eh.. Maafkan aku ara.. Aku tadi hanya tidak tahu kalau kamu sangat ahli dalam memainkan musik, dan kamu mendehului diriku."ucapnya dengan suara dilembut-lembutkan
Arasya tersenyum miris melihat tingkah kesandiwaraan kedua atris protagonis ini.
"Aku juga mintaa maaf, telah mendahului dirimu.. Dan maaf jika musik ku buruk.. Aku tahu aku tidak seberbakat dirimu"ujar arasya dengan nada senduh
"OMONG KOSONG!! MUSIK YANG DIMAINKAN KAKAK ARASYA 100 KALI LEBIH INDAH daripada SUARA KAKAK VIONA"teriak putri aquela disetujui banyak orang
Viona yang sudah sangat marah itu dihentikan oleh arin dengan kode mantanya untuk bersabar sebentar lagi.
Setelah semua pertunjukan bakat selesai. Mereka diizinkan untuk menyatap makanan yang sudah disiapkan dan saling mengobrol satu sama lain.
"hm.. Permisi.. Tuan putri" arasya yang sedang mengunyah makanan yang ada dimeja prasmana dikejutkan oleh beberapa gadis bangsawan yang menghampirinya.
dengan lembut arasya menjawab sambil tersenyum, "iya ada apa?"tanya arasya
"gaunmu sangat indah dan baru pertama kali kami melihat gaun seanggun itu yang kamu pakai, di mana kah kamu membelinya putri?"tanya seorang gadis dari keluarga vicenston bernama anya evanila vincenston.
'mhehehe apa yang kutunggu-tunggu datang juga pelangganku..'batin arasya tersenyum menyeramkan tetapi wajah aslinya biasa saja.
"ah gaun ini dari toko amanda butik yang baru saja dibuka"ucapnya, dia sangat berantusias apabila nama aslinya terpampang di dalam sebuah tokoh butik di dalam novel. Bibi arum juga tidak mempermasalahkanya, dia bilang nama tokohnya sangat bagus.
"oh baiklah.. Terima kasih ya putri, kami permisi dahulu"ucap anya dan para gadis bangsawan lainya yang langsung meninggalkan dia
"cih... aku pikir akan punya teman"suara sedikit kesal yanv dikeluarkanya
"apa kamu ingin punya teman..."lirih seorang pria yang menghampirinya. Dia adalah pangeran fang zia
arasya hanya menunjukkan wajah dinginya karena fang zui pernah berteriak padanya.
"bukan urusanmu. Saya permisi"jawabnya dan mau berjalan meninggalakn pangeran fang zia tetapi langkahnya terhenti karena tanganya dicekam oleh pangeran fang zia
"sebentar putri arasya.., aku hanya ingin berbicara denganmu, aku rasa kita baru pertama kali bertemu. mengapa kamu sangat sinis kepadaku"tanya fang zia
arasya melepaskan cengkaraman tangan dari pangeran fang zia "kamu pikir saja sendiri"lirinya dan melanjutkan langkahnya
"pfft... apa dia marah karena tadi aku membentaknya? sangat lucu.."gumam pangeran fang zia melihat kepergian arasya.
***
Arasya memberhentikan langkahnya saat dia melihat keakraban viona dengan ketiga kakaknya, kenzi yang tak sengaja melihat arasya pun berlari kearahnya.
"adik... Kamu ingin bertemu denganku yaa..?"goda kenzi
"tidak..."jawab singkat arasya
"ayolaah... aku sangat senang apabila kamu mencarikuu" melihat adiknya makin jutek kenzi malah makin menggodanya dia bahkan mencubit pipi nya arasya
"apaansih abang... Udah ara bilang tidaak..."kesal arasya karena pipinya dicubit
dari kejauhan viona, leon dan edgar dibuat kaget dengan keakraban kenzi dan arasya. mereka pun menghampiri mereka berdua
"apa yang berdua lakukan"tanya viona sakit hati. Melihat kakanya akrab dengan arasya
"berenaang...!"jawab arasya kesal sendiri.
"hei.. Jika ada yang tanya baik-baik. dijawab juga baik-baik"ketus edgar
"apa yang tanya baik-baik? memang kalian buta? Tidak melihar kami sedang apa"tanya arasya membuat edgar terdiam
"hikss... Ara.. Aku mohon jangan marahi kaka edgar.. Aku yang salah karena tidak melihat dengan baik"lirih viona senduh
"iyaa... tahu kok kamu buta"sarkasnya
"pfftt.."kenzi mendengar itu sedikit terkekeh
"JAGA UCAPANMU ANAK SIALAN"teriak leon membuat semua orang memperhatikan mereka
"who? Me? Hello... memang kamu siapa mengatai aku anak sialan?"tanya arasya sambil menjunuk nunjuki leon
"ya aku adalah kakakmu!"jawab leon memperjelas
"hahahahahahaa.... Kakak? Aku hanya punya satu kakak di sini... sejak kapan kamu merasa kamu kakakku?"tanya arasya dengan tatapan mengejek
leon menggepalkan tanganya menahan amarah, urat-uratnya kini sudah timbul. "kak.. sudah..., jangan marah lagi, semua sedang memperhatikan kita"ucap viona memberhentikan amarah leon.
"ck!! Ayolah abang... Aku masih ingin makan lagi.."arasya menarik tangan kenzi untuk meninggalkan mereka bertiga yang saat ini tidak percaya akan perubahan mereka berdua.
"hahahaha baiklah.. aku juga hanya punya satu adik.. Yaitu kamu"jawab kenzi meninggalkan mereka bertiga yang sedang menahan amarah disitu.
***
"adik kamu harus berhati-hati, abang mendengar kalau arin dan anaknya itu mau mencelakai kamu.."ucap kenzi khawatir.
"oh baiklah.. Aku tahu harus bagaimana" jawab arasya mulai waspada. 'di mana ethan? kok ngga kelihatan yaa'batin arasya sambil matanya mencari keberadaan ethan. Namum tidak terlihat samasekali
"maaf putri, kamu dipanggil selir agung untuk menemuinya"datang seorang pelayan menghampiri arasya.
"aku? baiklah.. abang.. Aku ke momy dahulu yaa.."seru arasya melambaikan tangannya
"apa abang bisa menemanimu"tanya kenzi seperti merasa khawatir
"maaf tuan, tetapi selir hanya mau bertemu arasya seorang"ujar pelayan itu
"tidak apa-apa... Aku bisa sendiri"ucapnya langsung pergi bersama dengan pelayan tadi.
Kenzi melihat kepergian arasya merasa khawatir tetapi dia menepis rasa khawtirnya, dia merasa mungkin dia terlalu banyak pikiran.
BABAY... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments