...____________♧ CHAPTER 9 ♧____________...
"ADA TITAH DARI YANG MULIA RAJA KEVIES REMOND LEOFANCES. UNTUK MENANGKAP ARASYA MAHARENDRA UNTUK di bawah KE ISTANA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN KESALAHAN YANG dia BUAT"teriak kasim di depan pintu gerbang mension maharendra
***
Berada diisitanah leofances sekarang. Semua orang sudah berkumpul di dalam istana, para bangsawan juga para dewan. Banyak bisikan cacian yang mereka lontarkan kepada arasya yang sekarang berdiri di depan raja dan ratu irene keysla guqwen leofances.
Disitu juga sudah ada keluarga duke baratha maharendra, pangeran mahkota, para selir raja termasuk adik-adik pangeran mahkota. Ada pangeran kedua bernama andrea wan leofances anak dari selir kedua bernama selir azuya avia leonfansec. Pangeran ketiga izakel yaruwei leofances juga termasuk anak selir kedua, dan terakhir putri keempat bernama aquela garasa leofances anak dari selir ketiga yang bernama selir wuwen xian leofances, sayangnya selir pertama tidak bisa mengandung(mandul) maka dia tidak ada keturunan. Selir pertama bernama raiya arawela virsan, selir pertama adalah anak dari raja virsan dari kerajaan virsan. Keraajaan ini lebih besar dan jaya daripada kerajaan leofances itu mengapa raja tidak berani menyinggung selir pertama dan dia juga diberi gelar selir agung, selir raiya juga menolak nama belakangnya diganti dengan leofances dia sungguh selir yang keras kepala.
berahli ke arasya. Arin dan viona melihat arasya seperti itu merasa puas, sedangkan duke baratha sedang menahan emosinya.
"apa kamu tahu apa kesalahan yang kamu perbuat?"tanya raja kevies
"aku salah karena aku terlahir dikeluarga yang notabenya hina semuanya"seru arasya yang masih menunduk
"LANCANG! kamu sedang dalam masalah tetapi masih berani menghina keluarga mu sendiri!"teriak ratu irene
arasya yang melihat itu memandangi raja dan ratu. Termasuk memandangi keluarganya yang memandang dia dengan rasa ingin membunuh.
"saya minta maaf yamulia... Arasya memang anak ini memiliki masalah, dia memiliki riwayat penyakit yaitu sakit jiwa hikss.."lirih arin yang pura-pura sedih akan keterbelakangannya arasya.
arasya yang mendengar itu, menghela nafasnya dengan panjang. Dia sangat muak dengan keluarga ini "sudahla.. Berhenti bermain drama duchess arin."lirih arasya
"yang mulia apa hukuman ku?,"tanya arasya membuat raja mengerutkan alisnya dan memandangi ratu iren yang juga keheranan. di mana ada orang yang salah pasti memohon ampun, tetapi arasya meminta hukumanya. Bisik-bisik para dewan dan bangsawanya juga mengatainya benar-benar gila sampai meminta hukuman itu.
"ayah.. Aku sering mendengar gosip tentang nona arasya ini. Katanya dia memiliki sedikit masalah diotaknya, maka itu dia diperlakukan tidak adil. Bahkan ada yang bilang bahwa tuan duke pernah mencambuki arasya sampai dia koma seminggu" raja dan ratu yang tadi merasa heran mengapa arasya meminta hukumanya tersadar oleh ucapan pangeran izakel, pangeran izakel mempunyai kebiasaan buruk yaitu suka bergosip dan kepoan itu mengapa dia sampai tahu kejadian di rumah tuan duke baratha
"apa benar yang dikatakan oleh putraku? Duke baratha?"tanya raja penuh selidik.
duke baratha memandang arin dengan marah. Kalau saja istrinya ini tidak buka mulut. Mungkin dia tidak akan ditanya seperti itu, arin yang merasa ditatap oleh duke baratha duduk terdiam dan mencekraam gaunya kuat.
"duke baratha aku sedang bertanya kepadamu" mendengar itu duke baratha sedikit kaget dibuatnya. Belum duke baratha berbicara arasya duluan yang buka suara
"maaf yang mulia raja. Kalau saya kurang ajar karena memotong pembicaraanmu. Apa yang dibilang pangeran ketiga benar tetapi juga salah"ujar arasya
"apa maksudmu?"tanya raja mau diperjelas
"duke baratha menghukumku karena itu kesalahan saya yang mulia. Saya yang dahulu bod*h itu ingin mendapatkan kasih sayang dari ayah saya dengan cara yang salah yang mulia.. Saya mohon jangan menuntut ayah saya dengan kesalahan yang saya perbuat"ujar arasya dan ditatap oleh duke baratha dengan perasaan aneh.
"anak yang baik... Kamu sudah dihukum seperti bina** tetapi masih tetap membela ayahmu?"sarkas selir raiya menatap kekeluarga duke baratha dengan perasaan tidak suka.
"aku tidak membela tuan duke, selir agung. Aku hanya sudah malas ditatap hina oleh keluargaku sendiri. Sudah cukup dengan kebodohanku yang dahulu"ucapnya
"jadi apa hukumanku yangmulia raja. Tolong"pinta arasya yang benar-benar sudah muak dibuat mereka
"anakku... Jangan dahulu meminta hukumanmu. Kamu punya hak untuk membela diri"ucap selir raiya
"hak apa itu ibu kedua?! Dia telah berani menyakiti putri mahkotaku. memang harus ada hak seperti itu"sarkas pangeran mahkota
"hikss... Tidak apa-apa yang mulia. Dia sudah membela ayahku.. Dia pantas mendapatkan hak seperti itu. Uhuk.. Uhuk.."lirih viona dengan melemah lemahkan tubuhnya. 'sial... mengapa anak ini tambah berani saja... Dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal! Tubuhku masih sakit dibuatnya'batin viona.
"viona kamu sangat lucu. Ingin membodohi semua orang di isitana ini. Apa kamu sudah ketularan bodohku? Kamu mempunyai sihir suci mengapa kamu terlihat seperti orang sakit-sakitan?"tanya arasya membuat orang yang berada diistana tertawa diam-diam
"hahahahaha benarr yang kamu katakan. Hahahaha kak viona.. Kamu ini sintais tetapi mengapa seperti orang penyakitan, whahahaha benar-benar terlihat munafik ya.."ucapan putri aquela dengan polosnya menertawakan apa yang dibilang arasya.
"a_aku memang_" belum viona berkata lagi arin sudah mecekram tanganya dan menyuruhnya diam.
Apa yang dikatakan viona benar adanya. Tubuhnya yang dipukuli arasya masih terasa sakit. Entah mengapa sihir suci viona tidak bisa menyembuhkan luka pukulan yang deberikan oleh arasya.
'ck!!! Siaaal... Anak ini mengapa sudah pintar mebalikaan keadaan!'batin arin yang merasa bahwa setiap dirinya atau anaknya bicara dengan mudah arasya mengembalikan sasaran kepada mereka.
"biar bagaimanapun arasya telah berani menyakiti sintais keraajan ini juga menyakiti putri mahkota suamiku. Dia memang pantas dihukum"ucap selir azuya
"benar ayah.. Aku setuju dengan apa yang ibu bilang"lanjut pangeran andrea membenarkan
"benar yang muliaa.. Dia pantas dihukum"ucap serentak para dewan disitu.
"tetapi aku tidak setuju ayah..., aku bisa merasakan bahwa kakak viona ini orang jahat.."seru aquela ikut-ikut. Umur putri aquela ini masih 7 tahun. mata anak kecil bisa tahu mana orang jahat mana orang baik.
"aquela.. Diam.."sentak selir wuwen yang tidak mau anak kesayanganya ini ikut campur
"saya minta maaf suamiku.. saya terlalu memanjakan dia"pinta selir wuwen.
Raja yang sedari tadi hanya melihat dan menalar apa yang harus dia lakukan akhirnya buka suara "apa kamu tahu hukuman karena telah menyakiti keluarga istana karena viona sudah termasuk di dalam istana dan dia juga adalah sintais. Hukuman yang akan kau dapati yaitu pencabutan jabatan kebangsawaanya.."ujar raja kevies
"namun karen_"
"iya saya setuju yamulia.. Jangan lagi di tukar hukuman itu saja"ucap arasya membuat semua orang diistana kaget. Pertama itu adalah hukuman yang sangat berat apabila jabatan kebangsawaanya dilepaskan maka dia sudah akan menjadi rakyat biasa yang tidak memiliki kekuasaan. Kedua dia sendiri yang memilih hukumannya
"apa maksudmu.."tanya ratu irene tidak percaya dengan pikiran arasya
"saya mohon hukum aku dengan hukuman itu saja"pinta arasya
"hahahahhahahaaa kakak... Kamu akan menjadi rakyat biasa loh kak.. itu adalah mimpi buruk semua putri"jelas putri aquela. Merasa heran, bukan dia saja semua orang yang di dalam istana pun sama mereka masih mengatainya bod*h karena memilih hukuman rendahan itu.
"haaahh... Baiklah... kurasa ini adil. Karena yang memintanya sendiri adalah arasya, juga para dewan meminta menghukummu, bagaimana menurutmu tuan duke baratha, dia akan melepaskan kebangsawaanya mulai hari ini. Kamu ayahnya kamu juga punya hak untuk menentukannya"ucap raja kevies
"baiklaah... Karena kamu telah menyakiti putriku yang berharga aku juga menghukummu. Kamu bukan lagi putriku. Saya duke baratha maharendra melepaskan nama keluargaku dari arasya. Mulai sekarang namamu bukan lagi arasya maharendra!!! " ucap duke baratha yang menatap kearah arasya dengan perasaan puas telah melepaskan anak yang selalu membuatnya sial.
DEGH...
Jantung arasya sekarang terkikis sangat sakit. Ini perasaan arasya yang asli yang memimpikan disayang oleh seorang ayah.. Malah ayahnya sendiri tidak menginginkanya.
Arasya menahan air matanya dan menatap kearah tuan duke dengan pandangan marah.. Sakit hati, dia bersumpah di dalam hatinya bahwa jika suatu saat dia bangkit, derajatnya harus lebih tinggi dari tuan duke sialan itu.
"heh... dari ucapanmu sudah sangat jelas kamu melakukan pilikasi tuan duke.."lirih ratu raiya dengan senyuman miringnya menatap kekeluarga duke "pantas arasya mau melepaskan jabatan kebangsawaanya.. Itu tidak membuatku heran"lanjutnya lagi membuat semua di dalam istana terdiam.
"sudahlah selir agung... Semua sudah berakhir. Hukuman tetap akan berjalan"ucap selir azuya
Selir raiya menatap ke arah selir azuya dengan tatapan dinginya. Itu membuat selir azuya menundukan kepalanya tiba-tiba. membuat pangeran andrea mencekam telapak tanganya dan menahan marah saat melihat ibunya dibuat ketakutan.
"baiklah maka saat ini kamu arasya bukan lagi arasya maharendra, dan bukan lagi seorang bangsawaan.. Ucapan ku mutl_" belum raja melanjutkan ucapanya selir raiya memberhentiknya
"sebentar yang mulia raja"
"ada apa selir agung?"tanya raja mulai hilang kesabaranya karena sudah 2 kali ucapanya dihentikan. Pertama oleh arasya kedua oleh selir raiya.
"yang mulia. Kamu tahu bahwa aku tidak bisa memiliki anak, lihat gadis di depan kita ini. Dia telah dibuang oleh keluarganya.. Apa boleh aku memdapatkan izin untuk menjadikan gadis ini putriku?" semua yang mendengar itu tekaget-kaget lagih... entah berapa kali mereka sudah kaget di dalam istana ini.
'tidak... tidak... Ini tidak boleh terjadii.. dia harus tetap menjadi rakyat biasaa.. Ini bukan hukuman yang kumau.. Dia tidak boleh sama derajatnya denganku!!'batin viona tidak terima. Dia mencekram tangan ibunya meminta agar ibunya melakukan sesuatu.
'ck siaaal!!! mengapa keberuntunganya terus adaa'batin arin yang masih berpikir harus melakukan apa. Mereka berdua sudah dibuat panas di dalam istana
"sayang... Kamu masih ayah kandungnya.. Jangan sampai hukuman untuk dia tidak ada karena diangkat menjadi anak angkat oleh selir agung"bisik arin kepada duke baratha
"baiklaah..._"
"sebentar yang mulia"teriak duke baratha
"LANCANG!!! KAMU TIDAK PANTAS MEMBERHENTIKAN UCAPANKU"teriak raja sudah naik pintam karena ucapanya sudah 3 kali dipotong
Mendengar itu tubuh duke bararta menjadi kaku dan gemetar. tetapi dia tetap melanjutkan ucapanga "maaaf... Kan saya yang mulia. tetapi apabila arasya di angkat menjadi anak selir agung berarti hukuman itu tidak ada samaskali.. Yang mulia mohon keadilannya untuk putriku ini"
"heh! Apa kamu pikir dia yang sudah tidak di anggap oleh keluarganya itu bukanlah sebuah hukuman?"tanya sarkasme dari selir raiya.
"i_itu_"
"bagaimana anakku arasya..? Apa kamu mau aku angkat menjadi putriku?"tanya selir raiya dengan mata penuh harapan. dia melihat arasya seperti melihat dirinya yang sangat tenang walau dalam masalah.
Arasya yang menatap kearah mantan keluarganya termasuk melihat ke arah arin dan viona yang menatapnya tajam diapun tersenyum
"terima kasih atas kebaikanmu selir agung. Saya bersedia"jawabnya membuat selir agung bahagia dan turun dari singgasananya datang menghampiri arasya dan memeluknha seperti seorang ibu pada dasarnya.
Raja menghela nafasnya dengan kasar dan sudah memutuskan "untuk hari ini sudah cukup. arasya yang ingin hukumanya dilepaskan jabatanya tetapi mungkin anak ini memiliki keburuntungan besar membuat istri keduaku memutuskan untuk mengangkatnya jadi putrinya. Maka sudah diputuskan ucapanku adalah 'mutlak"
***
"AAAAARGGGGG... ANAK SIALAAN ITU KENAPAA SANGAT BERUNTUNG BUUUUUU"teriak viona yang sekarang sudah berada di dalam kamar arin
"tenangkan lah dirimu..., ibu juga tidak habis pikir kenapaaa bisa selir agung mau mengangkat anak bod*h itu..."jawab arin yang mulai frustrasi dibuatnya.
***
"kamu harus bisa mendapatkan hati viona, dia adalah kunci dari keberhasilanmu nanti, kita akan buat viona bekerja sama dengan kita untuk merebut hak yang seharusnya milikmu"sarkas selir azuya yang sekarang berada diruangnya bersama putra pertamanya
"baik ibu."jawab andrea tersenyum sinis
BABAY... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Tiana Sulis
kayak udah baca....
tapi lupa...
😁☺
2024-12-29
0
Widia Aja
Banyak banget pemeran antagonis nya....
2024-09-23
1
Dede Mila
dari cupu jadi suhu ini mah....🤭👏👏👏👏
2023-09-28
1