...____________♧ CHAPTER 18 ♧____________...
"iiiiiihh.... banyaak sekali lendirrr putihnyaaa araaa..."pekik lili mengeluh saat membersihkan buah kakao itu di belakang mension, Berdekatan dengan pertenakannya arasya, bersama beberapa pelayan, dan ada bibi arum juga.
"berhentilaah... berteriaak.., kerjakaan tugasmu dengan baik"ucap arasya yang sebaliknya hanya melihat proses mereka mengerjakaan tugas pembersihan biji kakao.
"ck!"ketus lili diam-diam, dia sangat berani karena lili sudah terbiasa menganggap arasya sebagai sahabat, itu juga membuat arasya senang.
dan sekarang proses menjemur biji kakao itu, tetapi tidak semua di jemurnya. Ada sebagian biji kakao di tanam kembali, dan akan dibudidayan di sebagian tanah lapangan yang pernah dia dipatkan, tanah yang dia dapatkan sangatlah luas, sekitar 5 hektare besarnya, dan sangat cukup untuk menanam pohon kakao.
***
Viona yang baru sampai dikediamanya ditunggu oleh arin ibunya.
dia turun dan keretanya yang di dalam kereta itu juga ada pangeram andrea, viona turun dan memberi hormat perpisahan, kereta pun kembali berjalan.
"ibu?"kaget viona yang melihat arin di gerbang menunggunnya
viona berjalan ke arah arin dan seketika
PLAK
Satu tamparan untuk viona dari ibunya.
Viona yang kaget pun melebarkan bola matanya tidak percaya, sambil menahan pipi kirinya yang sudah memerah, ibunya yang sangat memanjakanya mengapa langsung menamparnya membabi buta seperti ini.
"i_ibu?"pekik viona yang masih tidak percaya telah ditampar oleh arin.
"ck diamlaah... Dan terus merasa bersalah seperti itu"ketus arin langsung menarik tangan viona untuk masuk.
"ANAK TIDAK BERBAKTI!!! KAMU mengapa BISA BERMAIN KERUMAH AQILA SAMPAI LUPA PULANG RUMAH HA"teriak arin sambil berjalan menarik viona memasuki mension, aqila sendiri adalah teman tehnya viona, dia termasuk anak seorang duke dari kerajaan tetangga. Viona pernah menyembuhkan penyakit aqila, itu mengapa aqila menjadi sahabat viona.
Semasa arin mengguruti viona sepanjang jalan, mereka diperhatikan oleh leon dan edgar yang sudah tahu bahwa viona pulang hari ini. mereka pun menghampiri mereka berdua.
"ibu.. Tunggu.., Ibu mengapa kamu memarahi adik?"tanya edgar yang memberhentikan jalan mereka.
"anak nakal ini!! Dia bermain di rumah anak tuan duke franze, dan tidak ingat pulang!!! Tolong kalian menghukum dia, ibu sudah sangat menyerah dengan anak ini"ucap arin yang menunjukkan wajah lelahnya
"ibu... maaf viona buu"lirih viona dengan suara dilembut-lembutkan.
"adik? Apa kamu tidak apa-apa?"tanya leon yang melihat viona menahan pipinya sedari tadi.
"itu salah ibu leon. Ibu terlalu terbawa emosi dan menampar anak ini"senduh arin yang menahan kepalanya seperti terasa sakit
"ibu.. Kembali lah beristirah dahulu, serahkan viona kepada kami. Kami akan memberinya sedikit hukuman"ketus edgar.
"eee? B_baik.., kamu! Dengarkan apa yang kakakmu bilang tanpa harus menolak!"sarkas arin yang langsung pergi begitu saja, dia berharap rencananya tadi untuk meloloskan diri sari kecurigaan kedua anak pria itu berhasil.
"b_baik ibu"jawab viona menunduk. Dia sudah sadar bahwa ibunya sedang melakukan sandiwara untuk meloloskan dirinya dan ibunya dari kecurigaan leon dan edgar.
"kemarilah.. Biar kakakmu ini meredakan lembam dipipimu"ucap leon yang mengajak viona ke ruanganya.
Kini mereka sudah dirungan leon dengan edgar duduk diseberang mereka menghadap leon dan viona yang sedang mengompres pipi merahnya viona, itu membuat edgar menggerutkan alisnya.
"adik?"panggi edgar membuat mereka mengalihkan padangan ke edgar
"ya kakak?"tanya viona lembut.
"apa aku ini bodoh atau apa ya? Kamu mengapa tidak menyembuhkan rasa sakitnya? Kamu kan punya sihir suci?"tanya edgar yang dari tadi mendengar viona mengeringis kesakitan karena lebamnya.
"benar"ucap leon menyetujui perkatan edgar dan memberhentikan pengompresan di pipi viona, Dia juga tidak berpikir sampai disitu.
Viona diam sejenak. "aah aku lupaa hehehe, habiss aku lebih suka diperhatiin sama kalian.."serunya menutupi ketakutannya.. Dia sudah dari tadi mencoba untuk menggunakan sihir sucinya, tetapi tiba-tiba saja sihir sucinya menghilang. Dia berpikir untuk menanyakan ini kepada arin nanti.
"dasar kamu ya sungguh nakal, cepat hilangkan rasa sakitnya itu"pinta leon
'bagaimana ini.. edgar dan leon tidak boleh tahu bahwa kekuatan suci ku hilaang'batin vioana takut
"vionaa.."panggil leon karena melihat vioana yang hanya terdiam.
"ah... Aku harus bertemu dengan ibu dahulu, ada sesuatu yang ingin kusampaikan, ini sangat penting karena daru tuan duke franze. Pasti akan aku sembuhkan lembamnya ini setelah ku bertmu ibu. Aku pergi dahulu yaa kak..."ucap viona yang langsung pergi meninggalkan leon dan edgar yang dibuat bingung olehnya.
'mengapa viona terlihat sangat aneh'batin edgar yang menatap kepergian viona.
***
"haaaaahhh.... Capeeek...!!!"pekik kenzi yang baru selesai menanam 270 biji kakao bersama ethan dan paman bimo.
Ethan juga menunjukkan wajah capeknya dan terduduk di tanah berumput itu.
"abaang..., pamaan..., ethan..., Kemari.. Arasya sudah siapiiin... Minuman segaaar untuk kalian..."teriak arasya dari kejauhan. Suaranya yang melengking itu bisa terdengar oleh mereka bertiga.
mereka semua sudah berkumpul di taman teh mension aruqwen. Ada arasya, ethan, kenzi, bibi arum, paman bimo dan lili. Para pelayan dan prajurit yang membantu arasya juga diberikan minuman segar yang dibuatnya.
"dingin"lirih ethan merasa ada esensi sejuk digelas minumannya yang dituang arasya
"yaaap!!! Itu perasaan jeruk ditambahkan gula dan es,"ujarnya
"es?! Dari mana kamu mendapatkan es dikediaman ini"kaget kenzi mendengarnya, yang bisa mengeluarkan es hanyalah keluarga bangsawan vinsenston. Dan dikediaman mereka tidak ada bangsawan itu.
"hehehehe lihat..."seru arasya menunjukkan magma es kepada semua orang
mereka disitu sangat kaget, termasuk ethan. Ternyata benar yang dikatakan pendeta agung. Perwujudan dewi cahaya ditambah dengan diberkati oleh para peri, dia akan mendapatkan semua magma yang ada dimuka bumi. tetapi dia kaget dari mana arasya membakitkan magma esnya.
"aarasyaa.. k_kenapa kamu bisa mengeluarkan magmaa es.."pekik kenzi tidak mengerti samasekali.
"a_aku juga tidak tauu abang.. Aku hanya memikirkan ingin membuat minuman dingin untuk kalian dan tiba-tiba saja aku mengeluarkan magam ini"lirihnya dengan wajah benar-baner tidak tahu apa-apa.
"aku tahu.., nanti malam akan aku beri tahukan semunya, nikmati dahulu minumanya"ucap ethan yang semuanya menurutinya.. Mereka tidak bisa melawan karena semuanya penasaran dan hanya ethan yang mengetahuinya.
'kan sayang... Minuman yang dibuat oleh istriku tidak dinikmatin dengan baik'batin ethan yang sangat menikmati minuman itu, berbeda dengan yang lain. Mereka hanya meminumnya tetapi kepala mereka sedang bertanya-tanya dan memikirkan kejadian yang sekarang ini.
***
BRAK
Suara barang jatuh dari ruangan pribadi milik arin.
"APA YANG KAMU BILANG VIONAA... JANGAN BERCANDA.. KATAKAN ITU TIDAK BENAR..."teriak arin yang sudah mengetahui akan hilangnya kekuatan sihir suci milik viona
"hiikss... Hiks... Maafkan aku ibuu.. Aku juga tidak tahu mengapa aku sudah tidak memilki kekuatan itu lagi"ucap senduh viona yang sekarang terduduk lemas.
"tidak tidak... Ibu harus cari solusi untuk mengembalikan kekuatanmu.. Kamu harus mendapatkanya lagi!"
"berdirilah..., kamu harus menghindar dahulu dari orang-orang. Mereka tidak boleh tahu.. Kamu tenang saja, ibu akan mengatur semuanya.. asalkan kamu mau mendengarkan ibu"ucapnya
"baik bu..."
BABAY.... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Diah Susanti
disini magma, kalau di tetangga namanya elemen kali ya. karena ada magma air, cahaya dan sekarang es
2024-12-25
0
sahabat pena
jgn2 ilmu nya kesedot ara ya🤣
2025-02-20
0
Sharon
Kekuatan nya bebarengan kesucian perawannya hilang , nah nah nah kan terima karma km sendiri 😄
2024-08-22
0