...____________♧ CHAPTER 2 ♧____________...
"PERGI KAMU VIONA! KAMU MEREBUT SEMUAAANYA DARIKU!!! AYAHKU DAN PARA KAKAKKU... KAU ******!"
plak
Arasya mendapat tamparan sadis dari ayahnya sendiri duke baratha.
"Kurang ajar... apa yang kau katakan kepada saudarimu sendiri anak bod*h!"teriak duke baratha sambil mengangkat Viona yang sedang terduduk dan menangis.
"A_ayah dia yang mengatai ara anak jelek dan bod*h ya... dia yang dul..."
Plak
Satu tamparan lagi melayang di pipi kecil Arasya yang sebelahnya lagi.
"DIAM ANAK SIALAN! KAU ITU HANYA SAMPAH DIKEDIAMANKU. BERSYUKURLAH KAMU MASIH KU RAWAT di sini"lirihnya yang memandangi arasya penuh rasa jijik.
"Ada apa ini ayah?"tanya kakak ketiga yang bernama 'Edgar Maharendra' yang baru menghampiri mereka karena mendengar teriakan ayahnya, disitu juga sudah banyak pelayan yang sedang menontoni Arasya dengan perasaan senang melihat anak itu kesakitan.
"Kak Edgar.. tolong Ara.. Jelaskan ke ayah bahwa Ara yang di ganggu oleh Viona"ucap Arasya memohon kepada Edgar.
Edgar yang mendengar ucapan Arasya hanya menatapnya datar penuh ketidakpeduliaan.
"Sayang.. ada apa ini.. mengapa Viona sampai menangis begini? lihat matanya yang indah sekarang sudah bengkak dan memerah"keluh Arin yang baru juga sampai di tempat itu.
"Edgaar.. tolong bawah adikmu dari sini, dia tidak bisa melihat hal seperti ini"pinta Arin yang melihat Edgar, dia mau cinta saudara-saudara Arasya semuanya harus kepada Viona seorang.
"Baik ibu kedua"ucap Edgar dengan patuh.
Kini hati Arasya tidak kuat lagi menanggung air mata yang dia pendam sedari tadi, dia mulai terisak diam-diam.
Saat mereka melihat Arasya mulai menangis tidak ada yang mau menghampirinya, Arin sudah menarik tangan Duke Baratha, mereka berdua meninggalkan Arasya yang sudah duduk dan menangis kuat ditempat itu, bahkan jantungnya berdetak kuat air matanya mengalir deras di matanya.
***
Di hari ulang tahun putra mahkota yang ke 17 tahun di Kerajaan Leofances, semua tamu diundang termasuk keluarga Duke Baratha Maharendra, Mereka disambut hangat di Kerajaan.
Pada saat semua berbincang bincang merayakan hari ulang tahun Putra Mahkota, dengan tidak disadari orang, Arasya mulai memerkan dirinya ditempat umum, dengan gaun yang berhiaskan berlian yang berlebihan dan warna gaun yang mencolok membuat semua disitu sakit mata.
"Pangeraan Mahkotaa... aku sangat menyukaimu.. kamu sangat tampan."teriak Arasya kepada Pangeran Mahkota bernama 'Orion Aquala Maraxea'
"SIAPA GADIS GILA ITU"teriak salah satu tamu disitu.
Duke Baratha sendiri malu untuk mengakui bahwa dia adalah Putrinya, dia memerintah kepercayaanya bernama Zak untuk menangkap Arasya dan bawah dia pulang.
Arasya meronta seperti anak kecil dipesta itu, semua berteriak dan menertawakan Arasya yang di bawah pergi oleh Zak.
Duke Baratha melihat kondisi sudah tidak kondusif lagi dia menghampiri Raja dan Pangeran Mahkota untuk meminta maaf, diikuti juga oleh Arin dan Viona.
"Yang Mulia Raja dan Pangeran saya sangat menyesal membawa Arasya ke acara ini, dia memang memiliki sedikit gangguan jiwa, saya mohon maafkan perlakuannya yang tidak menyenangkan"ucap Duke Baratha sambil memohon.
"oh seperti itu, baiklah.. masalah ini tidak akan aku permasalahkan lagi"ucap Raja penuh beribawa
Sementara itu Pangeran Mahkota melirik ke arah Viona dia terpaku dengan kecantikan Viona, "ehm.. Siapa gadis dibelakanmu itu duke baratha?"tanya Pangeran Orion.
***
Sesampainya semua dikediaman duke baratha, dia menyuruh prajuritnya untuk membawa Arasya keruangannya.
Sesampai Arasya diruanganya, Arasya melihat disitu sudah ada para kakaknya, ayahnya, Viona dan ibu keduanya Arin.
"Salam ayah"ucap Arasya menunduk memberi salam
"Bawakan aku cambuk"perintah Duke Baratha kepada Zak.
"T_tapi tu..."
"CAMBUK BAWA KEMARI"teriak Duke Baratha kepada Zak
Zak membawa cambuk itu dan memberikanya kepada Duke Baratha.
"Tahan dia Leon Edgar"perintah Duke Baratha kepada anak kedua dan ketiga.
"Baik ayah"seru mereka mematuhi perintah Duke Baratha
"A_ayah ada apa ini.. mengapa menahan ara? Untuk apa cam..."
Blash.....
"AAAAA...."satu cambukan melayang ditubuh Arasya
"a_a_ayah t_tunggu apa salah ara?"
Blash....
"AAAAA AYAAH AMPUN... APA SALAH ARA AYAAAH..."teriak Aarasya menangis dan menahan sakit akan cambukan itu
"Hei anak sialan... Kamu bertanya apa salahmu? Apa kamu ini bukan bodoh saja tetapi juga pikun? kamu telah mempemalukan kami di acara besar tadi"sarkas kakak pertama yang benama 'Kenzi Maharendra'.
Blash....
Cambukan dari Duke Baratha tidak ada henti-hentinya sudah tidak terhitung berapa kali arasya dicambuk.
"I_inih... Kata ibu AAAA.... Ka_ta ibu kedua.. Ka AAAAAA...!!! k_lau aku b_b_berhasil men AAAAA.... Men_dapat ka AAAAA.... cinta pangera AAAAA..... ngeran, aku akan di AAAAAAAAAAA...... Sa_yang A AY AAAAAAA...."jerit arasya yang sedari tadi membela diri tetapi tidak ada yang mau mendengarnya
"T_tuan sudah cukup tuan.. Cambukan mu itu sudah lebih dari 100 cambukan"tegur Zak yang sedari tadi menghitung sampai arasya tak sanggup lagi menahnya dan pingsan
Tetapi saat sebelum dia pingsan dia menatap ayahnya yang mencambukinya dengan pandangan dingin tanpa perasaan sedikitpun.. padahal tadi kata ibu kedua kalau aku berhasil mendapatkan cinta pangeran mahkota ayah akan menyukainya dan arasya pun percaya bahkan arin memberikan saran bahwa pangeran mahkota menyusakai wanita yang berpakaian serba wah dan berdandan menor seperti arasya itu.. Juga jangan malu-malu, pangeran suka wanita yang menyatakan perasaan langsung di depan umum.
"Ck! Aku ingin sekali membunuh anak sialan ini!!! Dia mengapa berbeda dengan Viona yang cerdas dan terdidik! Bahkan tadi Pangeran Mahkota meliriknya dan mengajaknya berbicara, sunggu aku diberi anak beruntung dan tidak beruntung"ketus Duke Baratha yang melihat arasya sudah tegampar tar berdaya ditambah seluruh bandanya yang sudah dipenuhi luka cambuk.
"Bawa dia ke kemarnya!"ucap Duke kepada zak
"Baik"
***
"Nonaa..."lirih seduh dan wajah yang kaget seorang pelayan yang menunggu arasya pulang dari kediaman duke.
Zak membaringkan tubuh Arasya yang tak sadarkan diri dikasurnya dan memberi tahuka kepada lili untuk mengobati arasya dan besok panggilkan tabib untunya, Lili adalah pelayan arasya dari kecil.
Karena Arasya bertubuh lemah dan lamban berpikir, lili menjadi kasihan dengan anak yang di perlakukan tidak adil itu, apalagi lili adalah pelayan setia dari duchess sebelumnya.
***
"PEMBUNUH! KAMU MEMBUNUH IBU KAMI!!!"
"ANAK BOD*H!"
"JELEK... JELEEK KAMU BOD*H ARASYA"
"AKU TIDAK MENYANGKA PUNYA ANAK YANG TIDAK BERGUNA, PEMBAWA SIAL, BOD*H!"
"KAMU ITU ADALAH SISI BURUK SEDANGKAN AKU ADALAH SISI BAIK KELUARGA INI"
"MATI KEEK.. ANAK SIAL"
"SIJALANG BOD*H!"
"HAISSSH AKU TIDAK PERNAH MAU PUNYA ANAK BOD*H KAYA KAMU"
"HARUSNYA KAMU YANG MATI BUKAN IBU KAMI"
"PERGI KAMU"
"HAMA YANG MENYUSAHKAN"
"AAAAAAAA!!!! PERGI KALIAAAAAAN...."teriak Arasya yang membuat kaget Lili yang buru-buru masuk mengecek apa yang terjadi kepada nonanya
"Nonaa... Kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi nona?"tanya lili penuh kekhawatiran kepada nonanya ini
"Ha ha ha.."napas Arasya tak teratur detak jantungnya bergedup kencang.
"Tenang nona tenang..."
'siapa gadis ini? Nona?'batinya yang mulai menenangkan dirinya dari mimpinya tadi.
"Ha nona? who are you!?... Gua ga kenal sama lu ya?"desis Arasya yang kini tubuhnya telah dimasuki oleh amanda.
"Nona... Kamu mengapa hiks..."hati Lili tak kuasa melihat sikap nonanya, dia pikir nonanya sakit jiwanya bertambah
"Apasih... Ini gua lagi di mana ha? Kamu siapa?"tanya Arasya/Amanda penuh menyelidik.
"S_saya Lili nona... Pelayan anda, apa karena nona koma selama seminggu buat nona lupa ingatan?"seduh lili melihat nonanya seperti itu di tamba dia tidak mengerti bahasa yang nonanya pakai sekarang.
NOTE: kita sebut Amanda yang sudah masuk di tubuh arasya, Arasya saja yaah...
"Auch... Kepala gua..."lirih arasya yang tiba-tiba saja baru ingat kejadian dirinya meninggal karena keteledoranya menahan rasa sakit, dia pikir itu adalah sakit biasa karena lagi datang bulan tetapi sebenarnya itu sakit magh. dia sangat sangat terlambat makan ditambah tadi di sekolah dia tidak makan bekal atau biasa kekantin malah pergi membaca buku diperpustakaan.
'Lah kenapaaa gua bisa berada di sini kalau bukan di alam baka?'ketusnya di dalam hati
"Nona...?"panggil Lili yang sedari tadi melihat arasya melamun dia khawati nonanya mengapa-mengapa.
"Ini gua lagi di mana?"tanya Arasya
"Gua?"tanya balik Lili yang memang tidak paham bahasa apa itu
"Aku maksudnya aku lagi di mana sekarang?"
"Nona sekarang berada di kediaman Duke Baratha, ayahnya nona. Nona adalah anak perempuannya dari Duchess Maria yang sudah lama meninggal, nona memiliki 3 saudara laki-laki dan 1 saudari perempuan"ucap lili dengan lugas
DEGH
'What the hell!... Gua bertransmigarasi ke novel yang terakhir gua baca? memang sih ada novel tentang transmigrasi tetapi apa-apaan ini!? Ini nyata?'batin arasya yang sedang bertanya-tanya mengapa bisa dia bertransmigrasi ketubuh gadis sial sepanjang kisah di novel itu, dipikir-pikir lagi dia merasa kesal sendiri.
'Apa ingatan tadi adalah ingatan terakhir yang diberikan arasya kepadaku?'lagi-lagi Arasya terpaku oleh lemunannya sendiri
"Lili? apa aku koma karena dicambuk duke baratha?"tanya arasya memastikan
"benar nona"
Ck siaaaaal.... Arasya kamu memang sial.. Kamu sudah mempermalukan dirimu dahulu baru kamu pergi, apa-apaan ini aku yang harus menanggung malu? Haaaissh...'batin arasya yang sedang resah memikirkan nasib arasya
"Nona apa kamu lapar? Aku akan bawakan makanan untukmu"tanya Lili, membuat lamunan arasya berhenti.
"Ah iyaa tolong ya Lili, aku juga haus..."lirih Arasya yang baru merasakan tubuhnya sakit karena cambukan di tamba pusing memikirkan nasibnya sekarang juga lapar... Dia sudah tidak mau menahan laparnya lagi.
Lili pun memberi salam dan keluar dari kamar arasya, setelah lili keluar dia pun mulai berontak tak terima masuk kedalam tubuh arasya
"AAAAA... Tidak... Gua ngga mau sial dikehidupan yang ini sama seperti kisah di dalam novel itu.. gua harus mengubah nasib Arasya yang malang ini... Hisssh..."ucapnya kesal dan berantusias sendiri
BABAY... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Murni Murniati
mgkn dia bgtu, dkasih racun sm arin, dr dia dlm kandgan ibunya, n mgkn jg ibnya skt sakitan jg ulah arin, biar dia bisa jd nyonya
2024-12-28
0
Putudina Nurhayanti
spt bagus
2024-11-25
0