...____________♧ CHAPTER 11 ♧____________...
Bentuk mension yang ditepati arasya sendiri sangatlah besar dan luas,melebihi tempat mension maharendra sendiri. Karena di tambah tanah lapangan yang dia dapati, warna mension aruqwen berwana putih keemasan. Ini dipilih langsung oleh kaisar filipsh sendiri, harus terlihat mewah untuk calon istrinya.
"nona mau ke mana? Biar saya antar"ujar ethan yang bertemu arasya diperjalanan mau keluar mensionnya
"aku mau ke toko jahit kenalanku."ucapnya, tetapi lili tidak ikut nonanya itu. Dia kecepean mengaggumi tempat tinggalnya yang baru, dan ditambah dia diberi tugas besar dari arasya untuk menjadi nyonya pengurus mension itu. Dia harus mengatur banyak sekali perencanaan dan mengatur tugas para pelayan dan prajurit yang baru didapatkan ditambah pengurusan pertenakan yang sudah disiapkan selir, banyak sekali tugas barunya lili. tetapi lili mengerjakanya dengan senang hati dan sangat bersemangat.
"boleh.. Kebetulan aku butuh mata pria untuk melihat hasil karyaku"ujarnya dan langsung berjalan
ethan atau kaisar filipsh tidak mengerti maksud dari arasya tetapi tetap mengikutinya, apalagi dia senang di izinkan pergi berdua dengan dia.
NOTE: Kita panggil kaisar filipsh sebagai ethan dahulu ya semasi dalam penyamaran agar memudahkan hehe.
"kita naik kuda saja agar cepat sampai nona"pinta ethan
"baiklaah.. Mana kuda ku?"tanya arasya karena dia cuman melihat satu kuda yang ditahan ethan.
'wei sialaan!!! Aku sudah bilang kepadanya untuk menyiapkan dua kuda. mengapa dia hanya membawa satu'batin ethan mengutuk pengawalnya itu. Dia tidak tahu mau memberikan alasan apa kepada arasya sedangkan wei yang dari kejauhan melihat tuanya pertama kali gugup itu bahkan gugupnya di depan wanita, dia menahan tawanya.
"a_a itu nona, ini demi keselamatan mengatar nona sampai ditempat tujuan dengan aman. Nona harus naik bersamaku"ucapnya menahan rasa gugup yang sudah sangat besar itu.
arasya juga menahan gugupnya dia harus naik bersama pria setampan ethan pasti jantungnya tidak aman.
"baiklah.."jawabnya dengan wajah datar tetapi jantungnya mau copot
Kini mereka sudah naik di atas kuda dan kudanya mulai berjalan. Arasya duduk di depan ethan dan ethan yang mengendarai kuda. Terlihat seperti ethan memeluk arasya dari belakang. Semasa perjalanan mereka berdua hanya diam, namun mulut mereka saja yang diam jantung mereka tidak. Bahkan sesekali ethan sengaja mendekatkan kepalanya menghirup aroma tubuh arasya yang wangi itu. Ethan merasa seperti kecanduan dengan aroma arasya.
Sesampainya mereka di toko jahit milik bi arum itu. Sudah ada bibi arum dan paman bimo di luar untuk menyambut putri arasya virsan. Mereka berdua memberi hormat ala-ala menghormati putri, tetapi arasya memberhentikan mereka berdua untuk tidak melakukan itu
"nak eh maksud paman, putri.. Selamat datang kembali ke toko kami, kami sudah menyipkan gaun yang kamu inginkan, mari masuk"ujar paman bimo
"ck.. Jangan panggil aku putri.. panggil saja seperti biasa paman... Aku juga mau jadi anak kalian nanti.. tidak apa-apakan kalau aku punya banyak orang tua"ucapnya dengan mata rakusnya
dibalik ucapan itu ethan tertawa di dalam hati dengan sikap rakus memiliki banya orang tua yang dimiliki oleh calon istrinya itu. berbeda dengan dia yang tidak suka memiliki orang tua, karena banyak mengatur menurutnya.
"yang benar nak ara?"seru bi arum yang merasa senang jika bisa memiliki anak. Bibi arum dan paman bimo juga sudah lama belum dikaruniai seorang putri.
"beneraan... Ayok kita masuk, ada yang ingin aku bicarakan juga"lirihnya yang masuk begitu saja seperti rumahnya sendiri
diikuti paman dan bibi yang tersenyum melihat tingkah arasya tidak tahu malu itu, begitupun juga dengan ethan.
Bibi arum memperlihatkan gaun yang dia jahit itu kepada arasya, arasya yang melihatnya matanya berninar-binar tidak percaya dengan sketsa yang dia kasih bisa menghasilkan maha karya yang begitu indah ini 'hehehehe kalau gue menggunakan gaun ini di festival bunga besok, gue yakiinn pasar gaun modren gue akan meledaaak. Secara kan ini adalah sesuatu yang terlihat baru dimata orang-orang pri bumi di sini'batin arasya sambil tersenyum semiraingnya.
"cobalah nakku"ucap bibi arum yang memberhentikan kemelamunannya arasya
"eh? memang boleh bi?"kaget arasya
"boleh... Itukan gaunmu" mendengar itu arasya tersenyum dan langsung masuk diruang ganti. Sambil ditunggu oleh bibi arum, paman bimo dan ethan.
Pas arasya keluar dari ruang ganti. ethan, bi arum, dan paman bimo seperti terhipnotis akan kecantikan dan aura dari arasya yang setidaknya dia merupakan perwujudan dari dewi cahaya.
Author: "harus ada slowmotion kameranya ke arasyanya ga sih? Trus ada lagu korea-korea begitu. Pas saling pandang antara arasya sama ethan.., janem janem janem hm hmmm hm hm...🎶🎶🎶"
Arasya: "itu lagu indiaa authorrr beo... Baru ga hafal lagi.."
Author: "hehehe"
"ethan bagaimana menurutmu?"tanya arasya untuk memastikan. Itu mengapa tadi arasya membutuhkan mata seorng pria, tetapi ethan tidak menjawab pertanyaan arasya. Dia mati buku, kaku, gagap, terpesona, ingin langsung membawa lari arasya ke ruang pendeta agung untuk dinikahinya. Begitu banyak arti yang bisa dibaca diwajah ethan.
"ethaan?"panggil arasya sekali lagi
"eh? Iya nona?"tanya ethan yang baru sadar.
"kamu mengapa melamun?"tanya arasya
lama baru ethan menjawabnya dia sedang berpikir harus jawab apa agar arasya tidak tersinggung.
"bukan apa-apa nona. Nona sangat cantik"ujarnya sambil menundukan kepala, pipi dan telinganya sudah memerah soalnya.
"pfft... baiklaah.. Aku tahu kamu akan terpesona dengan gaunku.."ucapnya cekikan begitu juga bi arum dan paman bimo.
'bukan gaunmu ara.. tetapi dirimu sendiri'batin ethan
***
"YAMULIAA... TOLONG IZINKAN AKU BERTEMU DENGANMU"teriak duke baratha di depan gerbang kerajaan karena dia tidak di izinkan masuk oleh raja kevies.
"tuan.."panggil zak yang malu karena tuannya ini berteriak banyak yang melihatnya.
Datang seorang pengawal menemui duke baratha digerbang kerajaan.
"duke baratha ada kabar dari raja kevies, dia mengatakan tidak mau bertemu denganmu dan kamu harus tetap pergi ke perang tanah tandus darah di timur. Ini perintah langsung dari raja, jika membantah itu sama saja kamu sudah dikatakan sebagai pemberontak!"ucap pengawal itu langsung kembali lagi ke istana.
"AAARRRGGGH..... AKU HARUS APA ZAK!!!"teriak duke baratha di depan gerbang kerajaan itu. Dan banyak omongan dari orang yang lalu lalang menceritakan duke baratha yang berteriak-teriak
"tuan.. Kita kembali dahulu ke kediaman dan mengaturnya dengan kepala dingin. Jika tuan tetap marah maka tidak akan pernah ada solusi"ujar zak
"BAIK! KITA KEMBALI"selesai mengatakan itu mereka pun kembali kekediaman.
***
Kini arasya, ethan, bibi arum dan paman bimo sedang duduk sambil meminum teh buatan bi arum.
"bii ini janjiku. Semua ada 45 sketsa gaun, 5 sketsa kaus, 5 sketsa celana, 7 sketsa rok berlayer, 3 sketsa hoody, 4 sketsa pakaian dalam dan 2 sketsa pakaian tidur"ucapnya sambil menjelaskan semua sketsa itu kepada bi arum.
"luar biasaa... Ini semua adalah gaun-gaun terbaru yang baru bibi lihat, dan liat ini.. kaus? Wah..."ucap bibi arum terpanah akan semua sketsa yang dibuat arasya
"hehehe dan bibi aku sudah membangun toko butik sendiri milik kita di kota ini, dan butiknya sangat dekat dengan mension ku. Bibi bisa datang bermain kapan saja, apa bibi bersedia mau pindah di sana?"ujar arasya penuh harapan.
"apa maksudmu tokoh butik baru? Apa itu nama toko yang kamu bangun untuk kami?"tanya paman bimo tak percaya
"iyah... tempat ini kurang ramai karena tokoh kriminal di sebelah.., dan tempatnya juga tidak spesifik kalau mau buka toko besar. gang ini tidak terlalu terlihar banyak orang, arasya tidak memaksa jika bibi dan paman tidak mau"ucapnya senduh
"malahan kami sangat senang mendengar itu anakku... Kami sangat-sangat berterima kasih..."ucap bibi arum yang kini matanya mulai berkaca kaca
"eh... Bibi jangan menangis.."kaget arasya langsung memeluk bibi arum yang mulai terisak dibuatnya.
Ethan yang melihat itu sangar bangga dengan calon istrinya itu 'iyalah... jodoh seorang kaisar memang harus yang terbaik'batinya bangga sama dirinya sendiri
BABAY... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Widia Aja
Jadi pengen dipeluk ama Ethan...
2024-09-23
1
Silva Febriani
up..up..up yg banyak kak
2023-03-31
1