...____________♧ CHAPTER 15 ♧____________...
dia melihat sosok dirinya yang menjadi arasya, "kamu arasya yang asli?"tanya amanda
"benar..."serunya dengan tersenyum manis
"ck.. kamu pasti bahagia karena telah lepas dari masalahmu.. dan mengapa aku yang harus menggantikanmu sih.."ketus amanda tak terima.
"hehehe maaf ya amanda, karena aku tahu kamu gadis beruntung yang diberkati. aku juga tidak mau pergi, namun ini takdir amanda.., apa kamu tahu pada saat tubuhku terlepas dari badanku, aku melihat dirimu sedang dijaga oleh dewi cahaya. Aku meminta kepada dewi cahaya agar kamu bisa masuk ketubuhku untuk membalaskan dendamku, dan dengan kebaikannya dewi pun menyutujuinya"ujarnya panjang lebar
"tetapi apa benar kamu tidak memiliki kekuatan?"tanya amanda
Arasya menggelengkan kepalanya, "aku punyaa, tetapi sangat lemah. Saking lemahnya sampai tidak terbaca diwaktu pengujian magma"ucapnya dengan senduh
"sayang sekali..."lirih amanda juga sedih
"tetapi kamu berbeda manda.."seru arasya
"kamu memiliki kekuatan yang langsung diberkati dewi cahaya, karena kamu adalah perwujudanya"sambungnya lagi
"apa maksudmu?"tanya amanda yang belum pahan
Arasya mengehela nafasnya dengan kasar "kamu memiliki magma cahaya, yang sangat langkah, kalau pun ada. Dia haruslah seorang dewi"ucapnya berharap amanda mengerti
"bagaimana aku bisa mengetahui aku punya magma seperti itu?"tanya amanda mulai bersemangat.
Arasya hanya tersenyum dan mengatakan "tanyakanlah pada pria disampingmu"selesai dia mengucapkan itu arasya yang asli menghilang dan amanda terkejut dari mimpinya itu.
"hah hah? Aku sudah sadar?"tanynya pada dirinya sendiri, langsung terduduk dari tiduranya itu, arasya memandangi tempat yang baru menurutnya, "di mana aku?" tanyanya sambil melihat sekitar. Arasya sekarang berada dikasur yang besar, ruangan kamar yang begitu luas dan megah. Dia juga kaget saat mendapati ethan yang sedang tertidur di atas kursi dan bersandar dikasur besar berwana putih bersih itu.
"e_ethan.."panggil arasya menyadarkan ethan yang sangat terlelap
ethan yang tersadar menatap arasya dengan gembiranya "kamu sudah sadar?, apa masih sakit? Sebentar aku panggilkan tabib"ujarnya yang mau pergi tetapi diberhentikan arasya
"tunggu ethan.."panggilnnya
Ethan kembali menatap arasya "iyaa nona?"ethan yang sudah tahu akan seperti ini dia menguatkan hatinya dan mendekat kembali ke arasya.
"aku tidak apa-apa sekarang, tetapi apa boleh aku bertanya sesuatu"tanyanya dengan wajah mewaspadai ethan.
ethan yang sangat patuh dia kembali duduk dikursi tadi. Sambil menunduk, dia tidak berani menatap arasya yang sedang memandanginya dengan heran.
"siapa kamu sebenarnya?"tanya arasya langsung
Ethan terdiam sejenak memikirkan sesuatu., jika arasya mengetahui identitasnya apa dia akan menyukainya atau membencinya. Sampai arasya membencinya itu adalah mimpi buruk terbesar baginya.
"sayaaa mohon.. Jangan membenci sayaa"lirihnya takut
"siapa? Aku? Untuk apa aku membenci dirimu"tanya arasya penuh keheranan. Kini posisi arasya sudah berada di samping ethan, dia duduk menghadap ethan dan kedua kakinya sudah turun mengenai lantai.
"angkat wajahmu ethan..., aku tidak akan membencimu.. Aku tahu kamu yang menyelematkan aku.., aku hanya penasaran mengapa aku bisa berada di sini"ujarnya yang merasa pria yang gagah didepanya ini telah berubah menjadi bocah penakut.
"benaar.. Yaa janji.. Jika kamu tahu siapa aku, kamu tidak boleh membenciku.."ucapnya dengan suara berat
ada sedikit senyuman yang ditunjukan arasya, dia melihat pria di sampingnya ini sedikit lucu. "iya aku janji"ucapnya cepat
"aku sebenarnya adalah seorang kaisar dan nama asliku filipsh"ucapnya dengan lantang, menatap arasya tetapi tanganya dia genggam dengan sangat erat karena takut.
arasya yang mendengar itu, tertawa dibuatnya. "hahahahha.. Mana ada kaisar yang penakut kaya kamu.."ketusnya dan lajut tertawa.
Pria yang ditertawai arasya hanya menujukan wajah kesal karena arasya tidak mempercainya dan ditambah dia dikatain kaisar penakut.
Arasya yang melihat ethan menunjukkan muka tidak suka, diapun berhenti menertawakanya. "hueemm... Baiklah kaisar, maafkan aku.., apa boleh aku tahu alasan mengapa kamu menyamar jadi ethan?"
"a_aku..."arasya menunggu jawaban kaisar filipsh dengan tidak sabar
"aku... a_aku..."
"ck.. Aku mengapa? kamu menguntitku?"tanya arasya blablakan
"eeh tidaak.. Tidak... Aku sebenarnya sengaja menyamar menjadi ethan karena.._"dia menggelengkan kepalanya dengan cepat dan takut untuk melanjutkan ucapanya.
"_karena apa ish.. Kamu benar-benar kaisar? mengapa jawabanmu tergantung gantung.. kesabaranku hanya setipis tisu tauuu"ketus arasya menatap kaisar filipsh tajam.
"tentu saja aku kaisar di sini! karena aku seorang kaisar, aku a_aku membutuhkanmu"ucapnya dengan nada dinaikan habis itu diturunkan.
"membutuhkanku?"tanya arasya yang mengerutkan kedua alisnya. Dia sangat tidak mengerti maksud dari kaisar filipsh didepanya ini.
Kaisar filipsh menghela nafasnya dengan panjang.. Menguatkan hatinya, menahan malunya, menyongsongkan dadanya dan dengan lantang mengucapkan.
"kami sebagai kaisar dikutuk oleh dewa kebajikan yaitu bila sampai ada kesalahan yang diambil oleh seorang kaisar dia akan tewas. Maka dari itu cara agar seorang kaisar menjadi adil dia membutuhkan pentujuk dari dewi cahaya dan KAMU ADALAH PERWUJUDAN DARI DEWI CAHAYA ITU"ucapnya cepat, lugas dalam satu helaan napas.
"uwoww..."itu saja jawaban dari arasya selesai mendengar itu
'apa yang dikatakan oleh arasya yang asli ada hubunganya dengan pria yang di sampingnya yaitu kaisar ini yah?, baiklaaah arasya.. Aku dapatkan kekuatanku dahulu habis itu aku membantumu membalaskan dendammu yah..'batinya dengan sangat bertekad
"baiklaah.. kamu bisa mempergunakannku.. tetapi ada satu syarat"seru arasya
"apa itu?"tanya kaisar filipsh
"ajarkan aku cara menggunakan magma ini.."lirihnya dengan bola mata berbinar.
"apa cuman itu..? Kamu sebenarnya tidak perlu belajar, cukup memejamkan matamu dan rasakan lambaian dari dewi cahaya maka kamu bisa mengeluarkan magma cahayamu"ucap kaisa filipsh.
"wooww amazing sangat yaa.. Okee aku coba"arasya pun menutup matanya di tempat tidur dan dia memang bisa merasakan lambaian seorang dewi di atas kepalanya tiba-tiba saja tangan arasya bercahaya dan rambutnya yang hitam juga berubah menjadi warna emas bercahaya, dia pun membuka matanya dan sangat terkejut akan kejadian yang dia lihat sendiri dengan bola matanya.
Arasya berdiri dari atas kasurnya dengan tanganya masih bersinar, dia merasa akan hal ini pertama kali membuatnga senang kegirangan.
"wooooowww..... GILAAA.. Gueee bisaa ngeluarin sihir coooy... Ini ngga mimpii kaaan... Wiiih enak juga ya masuk ke dalam buku novel hehehehe"cengengesanya di atas kasur membuat kaisar yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan juga ikut tersenyum. Dia memang tidak mengerti apa yang dibilang arasya tetapi dia tahu kalah arasya sedang bahagia.
'haah... Aku makin menyukai gadis aneh ini'batin kaisar yang terus memperhatikan tingkah arasya yang masih merasa kagum.
"terus bagaimana cara ngilangin magma ini"tanya arasya yang masih berdiri di atas kasur yang empuk itu.
Kaisar tidak menjawabnya dia berdiri dari kursinya dan bilang "tidak akan aku kasih tahu"ejeknya
"HAH!! KAMU JANGAN CARI MASALAH DENGANKU..."teriak arasya kaget
"Hahahaha kemarilah turun dahulu.."ketawanya melihat wajah arasya yang habis girang itu berubah menjadi kesal.
Arasya mematuhinya tetapi masih menunjukkan wajah kesalnya. Kini arasya dan kaisar berdiri di samping kasur dan saling menghadap.
"pff... Jangan menujukan wajah begitu.. Kamu terlihat sangat imut"ucapnya tanpa sengaja
"kamu menggodaku.."tanya arasya dengan wajah yang masih kaget.
"eh.. bukaan... ah itu cara untuk menghentikan cahayamu dengan memejamkan mata sekali lagi dan harus setenang mungkin.., cobahla"ucapa kaisar sambil tersenyum
Arasya pun mencobanya dan benar saja cahaya dan rambut pirangnya hilang dan kemabali seperti semula.
***
Kini mereka berdua sudah duduk di sebuah sofa mewah yang masih berada dikamar itu, sofa itu hanya satu tetapi sangat panjang cukup untuk dua orang mendudukinya. Mereka berdua melajutkan pembicaraanya disitu tentang kerja sama dia dan kaisar filipsh.
"bagaimana dengan tubuhmu sekarang? Apa masih terasa sakit. Aku minta maaf karena terlambat..."kaisar tak kuasa untuk melanjutkan ucapannya, dia merasa itu adalah kesalahan fatal yang dia buat dan tidak pantas dimaafkan.
"udah baikan kok... Tenang sajaa.. Lihat nih.."serunya sambil menggoyang goyangkan tubuhnya.
"haaaah.... Syukurlah.."ucapnya dengan sedikit legah..
"apaaansih lebay!, oh ya aku tidak biasa memanggilmu kaisar.. Apa boleh aku tetap memanggilmu ethan?"tanya arasya penuh berharap
kaisar pun tersenyum sambil mengeluarkan giginya yang rapi dan bersih itu. Dia sangat senang bisa berbicara dengan wanita yang dia sukai dengan sebebas ini. "iyaa asal kamu senang"ucapnya dengan menatap arasya sangat dalam
"jadi jelaskan dahulu masalahmu.. mengapa kamu masih bisa hidup sekarang? bukanya kamu sudah jadi kaisar.., apa semua tindakanmu masih benar-benar saja sampai kamu masih hidup"
ethan yang mendengar itu hanya tersenyum dibuatnya. Wanita yang dia sukai menanyakan mengapa dia belum mati, itu terasa aneh menurutnya.
"aku baru saja diangkat menjadi kaisar, dan soal hukum menghukum aku belum melakukanya, namum memang pernah aku menghukum seseorang tetapi karena orang itu jelas bersalah, maka aku terselamatkan"ucapnya sambil tersenyum.. Dia menghukum ayahnya arasya dengan menanggung nyawanya sendiri, dan anaknya pria itu yang dia bela menyumpahinya mati.
"oh.. Jadi bagaimana bisa aku membantumu?"tanyanya dengan wajah tidak bersalah.
ethan menghela nafasnya dengan lembut
"kamu bisa berkomunikasi dengan dewi cahaya untuk menanyakan siapa yang salah dan siapa yang benar arasya.."ujarnya dengan sabar
"benarkaah...? baiklah aku setuju.. Tapiii kamu masih harus menjadi pelayanku"ketusnya
ethan hanya menahan senyumannya yang mau meledak itu, dia tidak habis pikir.. Baru pertama kali ada seorang gadis yang berani memerintahnya dan dia tidak berani untuk menolak. "baiklah nona..."jawabnya tersenyum lebar
"beristirahatlah.. Besok akan aku antar kamu pulang kerumah"ucapnya dengan suara lembut, ethan berdiri dari sofa dan berjalan menuju arasya, dia mengelus kepala arasya dan langsung pergi meninggalkan kamarnya dengan arasya yang masih membatu karena di elus oleh ethan.
"AAAAARRRGG... APA APAAN TADII.. SI ETHAN MENGAPA JUGA PAKE ACARAAA NGEELUSS KEPALA GUEEE HAH!"teriak arasya yang sudah tidak melihat ethan lagi dikamarnya.
BABAY... SEE U LETER
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments