kamu pergi deh!

...____________♧ CHAPTER 5 ♧____________...

Disebuah ruangan yang cukup megah tetapi gelap dan tersembunyi

"apa benar? Dewi cahaya telah berinkernasi!?"tanya seseorang pria kepada seorang pedeta agung

"benar... Sudah datang ilham semalam, bahwa akan hadir reinkernasi dewi cahaya, berasal dari dunia lain. dengan diberkati oleh peri kepintaran, peri kecantikan, peri bakat, peri perang."ujar pendata agung kepada seorang pria, pria itu adalah kaisar muda yang baru naik takhta dikarenakan kaisar terdahulu dikutuk oleh dewa kebajikan, kutukanya adalah;jikalau kaisar sampai salah dalam menghukum atau dalam tindakan maka nyawanyalah jadi taruhanya. Bukan saja kaisar terdahulu... tetapi juga generasi kekaisaran arundland seterusnya

Itu mengapa kaisar yang baru ini mencari reinkenasi dari dewi cahaya. dia tidak mau mati dengan mudah hanya karena salah bertindak, dia butuh dewi cahaya untuk menuntutnya.

Nama kaisar muda ini adalah kaisar 'filipsh ximon arundland'. Anak tunggal kaisar terdahulu, Kewibawaanya bisa menghendal seluruh negara kerajaan di umurnya yang baru 18 tahun.

Kekaisaran arundland merupakan tempat atau surga dunia, di mana semua orang hebat ada di dalamnya, mau dari tingkat roh dan peri ada di dalamnya, orang-orang dengan kekuatan sihir tertinggi ada disitu.

***

Sementara itu dipafiliunnya arasya.

"oh begitu... Jadi orang di nilai dari kekuatan sihirnya?"tanya arasya yang sudah berulang-ulang membuat lili jengah

"iyaaaa araaa"jawabnya dengan membalikan matanya malas

arasya yang duduk dikasurnya sementara lili duduk di samping arasya.

"lalu apa kekuatanku?"tanya arasya antusias

"kamu noind ara" (noind \= tidak memiliki kekuatan)

"what the fu**k, ga mungkin... Gue juga termasuk keturunannya si berengsek itu. Mana mungkin ga punyaa.."lirihnya tidak terima sambil menggepalkan bantal yang dia tahan

Kekuatan duke baratha marendra adalah magma air, maka semua keturunanya juga bisa mengeluarkan magma air, tetapi karena viona adalah anak yang diberkahi oleh dewa kebajikan, maka dia memiliki kekuatan istimewa yaitu sihir suci dan magma air. sihir suci seperti menyembuhkan orang sakit. apa pun sakit itu bisa disembuhkanya. Sihir ini termasuk sihir langkah dan sangat dibutuhkan karena banyak orang sakit membutuhkan sintais atau orang yang memiliki kekuatan tersebut, itu mengapa viona sangat dihormati oleh khalayak banyak.

"benar araa.. Waktu umur kamu 5 tahun diadakan pemberian kekuatan. Semua anak dicek memiliki magma mereka atau tidak, dan nona tidak memiliki itu"ujar lili senduh.

"akkh.... tahu ah... aku mau keluar dari sini.. Lapeerr lili..."keluhnya yang belum makan sehari penuh, untung saja zak berbaik hati mengijinkan lili menemani arasya di dalam.

"mau ke mana araa? Kamu tidak bisa kabur dari sini.."

'di dalam novel sendiri kalau ada ruang bawah tanah dipafiliunya yang sengaja dibuat arasya untuk menyembunyikan dirinya kalau lagi takut, dan ruang itu sendiri langsung ada jalan keluar dari kediaman duke baratha ini, sebenarnya yang membuat ruang bawah tanah itu adalah zak, entah mengapa dahulu arasya asli memohon pada zak untuk membuat ruang sembunyi untuk dia. mungkin karena zak hanya dia pria yang baik pada arasya. hehehehe kamu lumayan pintar arasya, ketakutanmu membantuku hidup...,"batin arasya yang ingin kabur dari situ dia mau melihat hal luar, siapa tahu dia bisa mendapatkan sesuatu. Dengan menggunakan kecerdasan dan bakatnya dia pasti bisa dapet uang untuk keluar dari kandang hewan ini.

'tetapi ni otak... napa ingatanya setengah-setengah dalam mengingat novel itu... apa benar gue ga punya kekuatan!!!! Sssh... Nanti ajalah baru dipikiriin'batin arasya yang kesal dengan otaknya dan ini baru pertama kali dia kesal dengan otaknya sendiri

"apa aku punya uang?"tanya arasya pada lili

"ada ara, cuman duke baratha sangat pilikasi kepadamu, dia hanya memberimu uang 5 koin emas saja setiap bulan. Sementara anaknya yang lain setiap bulan mendapatkan 100 koin emas"ketus lili kesal

"udah cukup itu... apa kamu punya pakain lain? Aku mau memakainya"tanya arasya menggenggam tangan lili

"untuk apa? Kamu tidak boleh menggunakan baju pelayan ara... Itu akan mencoreng namamu"ucap lili yang tidak percaya nonanya yang suka baju glamor mau memakai baju pelayan

"ckk! tidak usah banyak nanyaa... Dan ceramahin aku, kamu segera ambilkan bajumu aku akan mengumpulkan semua gaun aneh itu untuk dijual nanti. pasti laku kan? Ucap arasya yang sudah turun dari kasurnya menuju lemari pakainya.

"i_iya pasti laku"ujar lili yang masih terheran-heran

Kini waktu menunjukkan sudah sore hari sekitar 04.00 lah...

Lili hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari jalan keluar untuk mengambil gaun pelanyannya.

Pada saat lili membuka pintu kamar arasya dia dikagetkan dengan kemunculan kakak pertama dikeluarga itu kenzi tentunya.

"e_eh salam tuan kenzi"ucap lili dengan kagetnya. dia kaget karena baru pertama kali kenzi datang kepafiliun arasya

"mau ke mana?"tanya kenzi datar

"mau kemakamar say aaa"jawab lili belibet

"arasya sedang apa di dalam?"tanya kenzi lanjut

belum lili membuka mulut arasya sudah jengah melihat lili yang hanya berdiri dari tadi disitu. 'dengan siapa ni bocah berbicara'batin arasya menghampirinya

"siapa lili"tanya arasya menghampiri lili, dia takut ketahuan mau menjual gaunya jadi cepat-cepat menghampirinya.

Saat melihat kenzi, arasya hanya menatapnya dingin dan tidak ada respons lanjut. Sebelum kenzi yang buka suara

"k_kamu lagi ngapain?"tanya kenzi takut dia mau tanya apakah adiknya ini lapar karena dia sedang menyembunyikan beberapa kue disakunya. Entah mengapa kenzi merasa salah namun rasa egoisnya lebih besar.

"kamu nanyeeaa!!?"jawab arasya ala-ala yang lagi ngetrand di zamannya sebelumya. Dengan menggepalakn kedua tanganya di dada seperti mau ajak berantem

kenzi mengerutkan kedua alisnya menatap arasya dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan

"situ ngapain ke sini!?"tanya arasya dengan malas

"memang salah aku datang ke sini"tanya balik kenzi

"dih... pergi deh!!"usir arasya

"dek..."

"dek dek pala bapakkau!"sentak arasya kesal karena kakaknya ini membuang-buang waktu dia

"yaudah bilaaang!!! Ngapain lu kesiniii anjirlah lama-lama kesal gue.. Lu lebih baik bilang deh atau mau gue tonjok!"cerocos arasya kepada kenzi, tetapi kenzi yang kurang paham adiknya bicara apa hanya bisa diam sejenak

"AAAARRGGGHH... PERGI DEH AH! KAMU PERGI YAA.." arasya sadar bahwa marahnya tadi tidak akan mebuat kakak arasya yang asli ini pergi karena tidak mungkin dia paham dengan aksen bicara modern. udah capai-capai nyerocos malah ga paham kan ta*

"kamu berubah dek. Kamu dahulu tidak akan berani mengusir kakakmu ini, yang kamu lakukan hanya mencari kami dan berman..." belum selesai kenzi menyelesaikan bicaranya dia sudah mendapatkan satu bogeman dari arasya

BUGH...

"TRUSS PADA SAAT AKU MENCARI CINTA KALIAN... KALIAAN PANDANGIN AKU DENGAN JIJIKNYA, KALIAN KATAIN AKU DENGAN KATA BOD*H, ANAK SIAL, CUMAN HAMAH, SAMPAH! DAN KALIAN USIR! ANJIRLAAAH. YAA...! MAU KAMU APAA SIH!!! AKU NEMPEL SALAH.. AKU JAUIHIN SALAH... WOII SETAN BUKA MATAAAMUU" kenzi terkaget kaget dengan pukulan adiknya itu bisa membuat dia terjatuh. Dia langsung terdiam tanpa berkata-kata lagi hatinya sakit karena yang dikatakan arasya benar adanya, lili pun ikut tercengang dibuatnya...

"PERGI!!!"teriak arasya membuat kenzi menggertakan giginya dan langsung pergi dari situ.

'tck tck... memang ya aura orang kelaparan sangat mengerikaan...'batin lili yang sedang merinding. Dia bersyukur tadi tidak terlalu banyak tanya dan melawan nonanya.

***

Saat arasya dan lili sudah bersiap siap di mana arasya sudah mengganti gaunnya dengan menggunakan gaun pelayan. tidak lupa menyelimuti bantal seakan-akan arasya sedang tidur dan meredupkan cahaya diruanganya.

Mereka beruda bergegas turun keruang bawah tanah tepatnya berada di belakang lemari arasya.

"a_ara.. Sejak kapan ada tempat ini?"tanya lili saat mereka berdua sedang berjalan mengedap edap.

"sssst.... nanti keluar dahulu baru aku kasih tahu! Jangan banyan nanyaa"ketus arasya yang membuat lili menalan silivarnya kasar

"i_iya"jawab lili dengan suara pelan

***

Kenzi yang barusan dari pafiliun arasya dengan wajah marahnya diketahui oleh leon dan edgar, mereka berdua menghampiri kenzi karena melihatnya dari kejauhan.

"woy... aku tidak salah lihat tu kamu dari pafiliunya anak gila itu"tanya leon dengan menepuk bahu kenzi

"hm"balas kenzi yang malas ditanya

"buat apaa kamu kesitu sih... Dan mengapa bibir kakak pecah!? siapa yang berani memukuli anak pertama duke baratha maharendra?"tanya edgar penuh selidik.

"bukan urusan kamu"ketusnya yang lasung pergi meniggalkan kedua adiknya itu.

"dasar es! Jangan lupaa ke adik vioanaa dia bisa nyebuhin kamu!"teriak edgar yang merasa heran dengan sikap kenzi apalagi dia dari pafiliun arasya dengan wajah babak belur

"leon kamu ngerasa kalau adik kita arasya telah berubah?"tanya edgar yang kini menyenderkan lengan tanganya ke bahu leon

"dia bukan adikku... aku tidak punya adik yang gila dan bod*h kek dia"sentak leon dan langsung pergi meninggalkan adgar yang tadi menyender ditubuh leon pun jatuh dibuatnya

'tetapi dia adik kandung kita leon.'batin edgar dengan wajah masamnya yang menahan sakit karena terjatuh.

BABAY... SEE U LETER

Terpopuler

Comments

Widia Aja

Widia Aja

Iya, sy udah istighfar....👍🏻

2024-09-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!