perubahan arasya 2

...____________♧ CHAPTER 4 ♧____________...

Setelah arasya mandi dia memakai pakaian mandinya dan keluar dari kamar mandi, gaunnya sendiri sudah disiapkan oleh lili, tetapi pada saat dia melihat gaun itu, dia mengerutkan kedua alisnya.

"ini gaun atau kain penutup saji makanan"gumamnya yang heran dengan bentuk gaun yang lebar dan berwarna cerah dan banyak manik-manik yang membuat arasya sakit mata dibuatnya

Dia menghepaskan gaun itu dan berjalan membuka lemari pakaianya tetapi yang dia temui semua gaun yang sama persis cuman beda warna dan bentuknya sedikit.

tetapi untungnya ada satu gaun polos berwarna abu-abu biru dengan lengan panjang dan sedikit perhiasan yang ada di krak bajunya "ini lumayan.."ucapnya dan langsung memakai gaun tersebut

setelah arasya berdandan simpel tidak lupa menggeraikan rambut indahnya itu dan memakai sedikit perhias rambut dikepalanya, dia pun keluar dan dikejutkan dengan kedatangan lili di depan pintu.

"astagaa lili kamu membuatku jantungan"sentak arasya yang kaget dibuatnya

"astagaaa araaa kamu lebih membuatku jantungan.. apa benar kamu arasya,"tanyanya yang membolak balikan badan arasya tidak percaya apa yang dia lihat.

"sssh... Lili.. Aku pusing tauu"seru arasya yang sedari tadi dibuat pusing lili yang membolak balikan tubunya

"hehehe maaf... tetapi ara kamu sangat terlihat berbeda"diapun berhenti mengecek nonanya itu

"ayo antarkan aku ke tempat keluarga bahagia itu berada"arasya pun merangkul lili dan memintanya membawa dia ke tempat duke baratha dan keluarganya kumpul

"eh ara kamu benar ingin pergi? Kamu berani?"tanya lili penuh ketidakpercayaan, karena nonanya ini anak sangat pemalu yang dia tahu. Nona arasya akan bersembunyi dan tak berani keluar terkecuali disuruh oleh tuan duke atau nyonya kedua

'memang sejak kapan anak yang jago berdebat ini disekolahnya jadi penakut'batin arasya yang menyombongkan dirinya waktu di dunia sebelumya.

"haiss jangan terlalu banyak bicit.. Antarkan saja aku.."lirihnya malas meladeni pertanyaan lili itu

"ha?"

"ayolaaaa...."arasya pun menarik tangan lili yang dia rangkul tadi untuk cepat menunjukkan jalannya.

"eh baik-baik mereka berada di taman sedang membuat acara minum teh"ucap lili sambil menuntut jalan kepada arasya.

Semasa arasya dan lili berjalan semua pelayan dan prajurit menatap wajah arasya dengan penuh kegamuman, mereka bertanya-tanya siapa gadis itu dia cantik seperti dewi cahaya... Dia juga bersama pelayanya arasya... tetapi mereka tidak percaya bahwa yang mereka liat itu arasya itu sendiri.

Sesampainya mereka di taman, arasya memberikan hormat kepada keluarga bahagia itu. "salam yangmulia duke salam yangmulia pangeran, salam semuanya"dan menunduk ala-ala salam seorang putri

Semua menatap kearah arasya dengan perasaan bertanya, siapa gadis itu? Sejak kapan ada seorang gadis cantik selain viona berada di mension ini?.

"tuan duke aku baru tahu kamu memiliki 3 putri dimension ini mengapa kamu menyembunyikan gadis secantik ini"tanya pangeran orion itu membuat perhatian mereka yang dari tadi memandangi arasya terbubarkan.

"siapa kamu!? Aku tidak pernah melihat gadis sepertimu di sini dan berani sekali kamu datang dihadapan kami"tanya edgar dengan penuh menyelidik

"apa maksud kakak? Aku ini ara? kakak belum juga tua tetapi sudah pikun"pekiknya yang membuat semua orang kaget dan melebarkan bola matanya tak percaya gadis yang sangat cantik ini adalah arasya.

"jangan berpura-puraa.. Putriku arasya tidak seperti dirimu, dia itu jelek... Dan mana berani dia datang ke sini dengan otak kecilnya itu dia pasti masih di pafaliunnya"sentak duke barath yang tidak mempercaianya

Degh...

Itu membuat jantung arasya berdetak kencang, 'ada apa ini? apa ini perasaan yang dirasakan arasya terdahulu? Ck! Lemah..'

"putri'ku? Heii pak tuaa... kamu belum mengenal putri yang kau sebut putri'ku sepenuhnya.. Aku ini arasya maharendra, anak dari duchess maria" mendengar ucapan dari arasya semua tak percaya ditambah keberanian arasya mengatai tuan duke dengan pak tua

"ANAK KURANG AJAR!"

'ni tua bangka emng A***NG, aku yang dahulu jadi amanda belum pernah dibentak oleh ayahku sendiri kamu berani-berani membentakku'ketusnya di dalam hati dan menatap duke baratha dengan datar dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun

"ARASYA JANGAN BERANI MENATAP AYAH SEPERTI ITU"teriak kenzi mengingatkanya

"aah.. Mohon maaf sebelumnya kalau aku mengganggu kalian yang sedang merayakan kebahagian adikku viona. aku ke sini hanya mau meminta maaf kepada yang mulia pangeran karena telah merusak pesta kemarin malam"ucapnya sambil sedikit menunduk

"pangeran aku sungguh minta maaf atas perlakuanku yang kurang ajar dan tidak sopan dipesta ulang tahunmu itu. Aku hanya disuruh oleh ibu keduaku untuk melakukan hal itu"belum selesai arasya berbicara arin melemparkan gelas teh kearah arasya tetapi arasya dengan gesit menepihnya

Plash....

"APA YANG KAMU BILANG! SEJAK KAPAN AKU MENYURUHMU MELAKUKAN HAL YANG AKAN MERUSAK NAMA BAIK SUAMIKU"teriak arin tak terima

"DIAM KAMU!"teriak juga leon yang tidak terima ibu kedua tersayangnya difitnah

"aku akan diam setelah aku selesai minta maaf, berhenti berteriak aku tidak tuli kasihan kan pangeran dibuat sakit kuping oleh kalian"lirihnya menatap sinis kepada arin dan leon

arin dan leon yang medengar itu tidak bisa berkata lagi. seakan mereka berdua langsung di skakmat oleh arasya

"dengar pangeran aku seperti itu karena ibu kedua si arin ini bilang kalau aku bisa memikatmu ayah akan menyukaiku dan cara memikatmu seperti semalam itu, berpakaian menor seperti orang gila, AKU MEMANG GILA KARENA INGIN MENDAPATKAN CINTA AYAH DAN KAKAK-KAKAKKU ITU SEBABNYA AKU BISA MELAKUKAN apa pun DEMI MENDAPATKAN CINTA MEREKA YANG MULIA, SEKALI LAGI SAYA MEMINTA maaf SEBESAR BESARNYA"

Tiba-tiba saja suasana disitu yang tadinya ceria menjadi mencekam, mereka teperanjak oleh kata yang barusan dikeluarkan oleh arasya.

"ara... Tenanglah.. Pangeran mahkota pasti sudah memaafkanmu" mendengar ucapan viona mereka semua kembali tersadar dari ketegangan, entah sudah berapa kali arasya membuat mereka tegang

"b_benar.. Aku tidak menyangka ada faktor kepilikasian dikeluarga ini"sarkas pangeran orion yang membuat semua membelalak matanya terkecuali arasya.

"tidak yamulia, mohon jangan berpikir begitu.. Aku yang salah karena terlahir. Selamat untukmu viona selamat menjadi putri mahkota, semoga dewa kebajikan selalu memberkahimu. Saya permisi"usai arasya berkata diapun pergi dari taman itu secepatnya karena tidak tahan tawanya melihat wajah tegang keluarga bahagia itu.

Disitu viona dan arin sudah geram menggempal kedua tangan mereka menahan marah, mereka tidak menyangka arasya berani seperti itu.

*

Arasya kembali kepafaliunya dengan perasaan gembira.

"araaa aku tidak menyangka kamu sehebat itu. aku sampai berpikir bahwa kamu ini bukan araku hikss.. Hikss.." arasya mengelus kepala lili dan menenangkanya, dia juga tahu perubahan yang berubah drastis ini pasti akan membuat semua merasa bingung.

"berhentilah menangis... Arasya yang dahulu telah mati, ini adalah arasya yang baru terlahir lagi"serunya bercanda agar temannya itu berhenti menangis tetapi malah tambah kencang tangisanya

"UWAAAAAH...." dia membuat kuping arasya sakit.

"permisi nona! Kamu dipanggil tuan duke untuk datang keruangannya"mereka berdua didatangi seorang pelayan yang menyuruh arasya keruangan duke

"tidak.. Ara kamu tidak boleh ke sana lagi. Mereka pasti akan menghukum dirimu seperti kemarin ra..."lirih seduh lili yang menahan tangan arasya

"tenanglah... lili aku akan baik-baik saja"ujarnya dengan senyum manis arasya

*

"apa benar kamu yang menyuruh arasya melakukan hal seperti itu arin?"tanya duke baratha penuh meyelidik

"sayang... Kamu lebih mempercai siapa? Aku atau anak bod*h itu!...?"arin yang tidak menjawab pertanyaan malah bertanya balik kepada duke baratha

duke baratha menghela napas panjangnya dengan kasar dan tidak habis pikir dengan perubahan arasya begitu pun dengan ketiga putranya yang sedari tadi hanya diam, mereka sedang bertanya tanya di dalam hati mereka, mengapa arasya bisa berubah seperti itu.

"ayaah... Jangan salahkan ibu.., aku percaya ibu tidak seperti itu"lirih viona dengan suara yang dia lembut-lembutkan

Belum duke baratha membuka mulutnya lagi sudah datang arasya keruangan duke.

"salam tuan duke baratha"ucapnya dengan suara datar.

"sejak kapan kamu memanggilku tuan duke?" milihat ayahnya arasya yang memandangi dirinya dengan parasaan dingin itu membuat sifat arasya yang penakut dan amanda yang tidak terima dipandang seperti itu merasa dirinya sedang berkelahi di dalam hatinya.

Tes...

Air mata arasya pun tak kuasa jatuh...

'si arasya sialan... Berhentilah jadi penakut..'batin arasya yang sedang hancur dengan perasaanya sendiri.

"berhetilah menangis... Anak pembawa sial!, ayah sedang bertanya. Tadi kamu sangat kurang ajar di depan pangeran! Kamu mau membuat ayah malu lagi kan"ketus leon yang memandangi adiknya sendiri dengan nanarnya.

"kak? mengapa kalian tidak membunuhku pada saat aku masih jadi bayi saja! Ibu takan melarang kalian karena ibu sudah tidak ada. Jadi kalian bebas membunuhku!"

"aku ini adik kandung kalian! Kalian lebih memilih viona yang jelas-jelas ibunya dan kehadiranya yang membuat ibu sakit! Ayah dan si pelacur pelayan itu yang membuat ibu jatuh sakit!!! Sejak kapan BAYI BISA MEMBUNUH MASUIA!!!"

Degh...!

"KALIAN MEMBENCI DIRIKU KARENA IBU LEBIH MEMILIH AKU daripada NYAWANYA BUKAN!? WAH... HEBAT SEKALI. BAYI YANG TIDAK BERSALAH ITU KALIAN SUDAH ADA NIAT MEMBUNUHNYA. SEBENARNYA YANG BEJAT di sini SIAPA!? AKU ATAU KALIAN!"

"a_dik bagaimana kamu bisa tahu?"tanya kenzi hati-hati

"apaa.. Kalian mau aku tidak tahu agar kalian bebas menyakitiku dan aku selalu merasa bersalah!!!?"teriak arasya membuat tubuh ketiga kakanya dan napas mereka menjadi susah dan sesak mendengar jeritan sang adiknya dan mereka menyadari hal itu tetapi rasa benci karena kehilangan ibu mereka dan egoisnya mereka melampiaskannya ke arasya.

"ARASYAAA DIAM!"sentak duke baratha yang menggertakan giginya sudah menahan amarahnya sedari tadi melihat arasya mengatai dirinya dan arin juga sudah hampir mau memukul arasya disitu.

Arasya memandagi keenam orang diruangan itu dengan pandangan yang tidak bisa diartikan, air matanya sudah tak kuasa dia tahan, sebenarnya yang berbicara itu bukan amanda tetapi arasya yang asli yang sudah lama perasaan itu dipendamnya.

"zak! Bawa anak sialan ini kekamarnya dan kurung dia! jangan coba ada yang memberikan dia makan selama tiga hari!"sarkas duke baratha dengan amarahnya.

"baik tuan"zak menuruti perintah duke baratha dengan sangat berat hati

'pfft... Kasihan kamu arasya... terima saja takdirmu anak sialan'batin viona yang memandang arasya dengan tatapan puas.

BABAY... SEE U LETER

Terpopuler

Comments

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

lebih bar2 LG Thor si MC ceweknya 😂😂

2023-06-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!