Chapter 19

["Lalu apa rencana Alice untuk misi selanjutnya. Kau tidak boleh melakukan kesalahan karena kalau tidak reward yang kau dapatkan akan hilang sia-sia."]

"Apa yang harus aku lakukan?" Alice membuang napas kasar. Kembali bertanya pada dirinya sendiri, apa tiap waktu ia harus seperti ini? Menyelesaikan misi lalu mendapatkan reward. Jika sekali saja ia melakukan kesalahan, maka rewardnya akan di potong. Sebegitu menyedihkannya hidupnya. Ia hanya bisa bergantung pada sistem Ai.

Alice malahan berfikir, kenapa ia tidak langsung mati saja. Kenapa harus bereinkarnasi dan memiliki wajah yang sama dengan orang di masa lalu mantan suaminya. Ini bukan jacpot melainkan nasib sial. Mungkin karena di masa lalu ia banyak melakukan kesalahan, makanya Tuhan menghukumnya seperti ini.

["Apa yang Alice pikirkan? Kenapa malah bengong."]

Alice melongo, menatap langit-langit kamarnya yang bercatkan abu-abu. "Aku lelah Ai. Sangat lelah. Entah kapan ini akan berakhir." Wanita berambut panjang itu menarik bantal lalu menutup wajahnya. "Aku ingin menjadi diri ku sendiri Ai, hidup bebas tanpa harus di atur oleh sistem dan menjadi seorang baby sister seperti ini."

["Kau harus tetap sabar Alice, kan ini sudah menjadi takdir kehidupan mu."]

"Tapi aku tidak ingin seperti ini aku ingin mengubah hidupku menjadi lebih baik kenapa menjadi seperti ini," ujar Alice dengan nada sendu.

["Ini sudah menjadi Takdirmu Alice kau tidak bisa mengubahnya, aku sebagai sistem hanya bisa membantumu untuk tetap bertahan dan menyelesaikan misi agar bisa membiayai hidup mu. aku tidak bisa mengubah hidupmu menjadi seperti kemarin lagi."]

Mendengar ucapan sistem, wajah alis menjadi muram. Ia tidak tahu harus berkata apa Lagi, apa yang dikatakan sistem adalah benar ia tidak bisa melawan hanya bisa menerima takdirnya meskipun ini melelahkan.

["Kau harus tetap berusaha untuk hidup Alice, ini adalah kehidupanmu. Jika kau melawan kau akan terkena akibatnya."]

"Baiklah, aku mengerti. Sebaiknya aku tidur saja, lagi pula ini sudah sangat larut."

["Ya seharusnya kau tidur saja, kenapa kau harus berpikir sebanyak itu. Hal-hal semacam itu akan membuat kepalamu sakit dan kau akan menganggap bahwa aku adalah sistem yang payah."]

Alice seketika membuka matanya kembali. "Jika kau tidak ingin di anggap payah, harusnya kau tidak membuat wajah ku mirip dengan Calrissa."

["Alasan ku membuat wajah Alice mirip Clarissa adalah agar bisa hidup baik. Clay adalah anak baik, dia tidak terlalu nakal dan tidak melawan. Itu akan mempermudah tugas-tugas mu bersama sistem penjaga anak."]

Alice mulai melemah dengan keras kepalanya setelah mendengar penjelasan Sistem Ai. Ternyata yang tidak ia pikirkan bisa di pikirkan oleh sistem Ai.

"Kenapa aku tidak berpikir sampai ke situ ya, jika aku kembali dengan wajah yang sama mungkin Davis akan mengenaliku. Dan entah apa yang akan ia buat pada ku karena sudah melarikan diri darinya. Dan kedua orang tua ku juga akan memarahi ku habis-habisan karena pelarian ku dari Davis," gumam Alice di dalam hati.

"Ngomong-ngomong, Bagaimana kabar kedua orang tuaku ya? Apa mereka mencariku? Ataukah tidak." Wajah Alice tertuduk lesuh lagi. "Mungkin saja mereka sudah melupakanku. Karena telah membawa kerugian kepada mereka."

["Tidurlah Alice kau harus istirahat. Terlalu banyak berpikir akan membuatmu berhayal yang tidak-tidak."]

Alice menerima saran Sistem Ai, lalu Ia pun kembali tidur, ia tidak mau lagi memikirkan apapun. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah segerah istirahat karena besok ia harus kembali dengan aktivitasnya. Kembali menyelesaikan misi dan mendapatkan reward lagi. Hari-harinya sekarang ia lalui seperti itu. Sampai tiba waktunya ia dan Sistem Ai benar-benar mengakhiri semuanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!