Nasi goreng pembawa reward

Alice mencibir karena Sistem yang ada di dalam tubuhnya seperti sedang meremehkan bakat memasaknya.

"Semoga Clay suka. Dengan begitu aku bisa mendapatkan poin dan menghasilkan uang."

Alice menghela napas berat sebelum menyajikan nasi goreng buatannya. Sepiring nasi goreng ia hiasi dengan telur mata sapi juga beberapa potongan tomat dan sedikit kerupuk di bagian pinggirnya. Alice meletakan nya di atas nampan dan juga segelas air putih untuk Clay.

"Ini cantik sekali. Benar kan Ai?"

["Semoga saja rasanya juga secantik tampilannya."]

Alice kembali menggerutu. "Sudahlah, kau diam saja. Bertanya padamu seakan menabu genderang perang. Menyebalkan." Alice berlalu cepat seakan berlari menghindari sistem Ai, padahal bukankah ia mengendap di dalam tubuhnya.

"Clay?" teriak Alice saat tidak mendapati gadis kecil itu di dalam kamarnya."Di mana dia?" Alice meletakan nampan berisikan sepiring nasi goreng dan juga segelas air putih yang ia bawa tadi lalu mencari-cari gadis kecil itu. "Clay...? Di mana kau. Keluarlah, aku membawakan makanan untuk mu Clay..."

["Sepertinya dia mengajak mu bermain petak umpet."]

"Oh tidak! Harusnya dia tidak melakukannya. Bagaimana kalau aku tidak bisa menemukan tempat persembunyiannya." Wajah Alice khawatir takut jika Clay benar-benar hilang.

["Kau harus menenangkan dirimu, jika kau panik bagaimana bisa kau menemukannya."]

Sistem Ai memberikan arahan agar Alice tenang dan berfikir positif.

["Anak-anak selalu begitu, mereka mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang di larang. Dan Alice harus memulai untuk memahami kapan anak dalam mood baik dan juga mood buruk. Agar lebih gampang memahami, Alice harus melakukan pendekatan dengan Clay. Beri dia kasih sayang penuh agar dia merasa nyaman."]

Alice tergelak padahal ia sedang khawatir. "Kau terdengar seperti ibu mertua yang sedang memberi wejangan kepada menantunya."

"Doorr..." Clay tiba-tiba keluar dari balik horden tebal tempat ia bersembunyi sebelum Alice masuk tadi.

"Oh Tuhan!" Alice terhentak kaget sambil memegang dadanya. "Clay, jangan melakukannya lagi. Kau hampir membuatku jantungan." Alice memegang kedua pipi gadis kecil itu sambil mencubitnya pelan. "Ayolah, kau harus makan lalu bersiap untuk tidur."

Clay mengangguk pelan lalu mengikuti Alice dengan tertib. Ia begitu manis saat menjadi anak penurut.

"Mom?" Clay bersuara tiba-tiba saat Alice sedang mengambil nampan berisikan makanan yang ia buat tadi.

"Ya. Ada apa?" ujar Alice sembari menarik kursi kecil untuk ia duduki. Sambil menatap Clay yang sudah duduk manis di kursi minimalis 1 seater berwarna pink yang di taru pada sudut kamar dekat jendela. "Kenapa?"

"Kau berbicara dengan siapa tadi?" tanya Clay sambil membuka mulutnya meminta di suapkan segera.

"Huh?" Alice menatap kaku pada Clay. "Oh tidak, apa dia mendengar percakapan ku tadi dengan Ai. Sial! Bagaimana jika ketahuan."

DING...

["Katakan saja jika Alice sedang berbincang dengan teman melalui ponsel. Dia masih kecil akan ada banyak pertanyaan jika Alice salah menjawab."]

"Aku tadi sedang berbicara dengan kenalan ku."

"Siapa?"

Alice mengerutkan dahinya. "Arena namanya arena." ujar Alice mengarang. "Lagi pula. Clay tidak alam kenal jika aku menyebutkannya."

Clay melihat-lihat Alice dan berkata. "Bukankah Momy tidak punya teman di sini."

"Aahh..." Alice mulai kebingungan, sepertinya jawabannya tadi bukan membuat gadis berumur 3 tahun ini diam malah semakin bertanya. "Makanlah dulu, habiskan. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaan mu," ucap Alice mengelak

"Apa mungkin dia teman baru momy?"

Alice bernapas legah karena ini terpecahkan.

"Benar sekali. Dia teman baru ku. Kami sering berbincang. Baiklah, ini adalah suapan terakhir, dan kita harus menuju kamar mandi sekarang sayang." Alice mwmberikan sendok terakhir masuk ke dalam mulut kecil itu. Lalu meletakan piring dan menuntun gadis itu untuk membuka bajunya.

"Tunggu." Clay menahan tangan Alice yang hendak membawanya ke kamar mandi. "Aku belum minum Mom."

"Oh iya." Alice tertawa kecil. Lalu mengambil gelas dan membarikannya kepada Clay.

Gadis kecil berponi itu meneguk airnya, lalu meletakan gelasnya kembali. Kemudian bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum tidur.

"Apa kau suka dengan masakan ku tadi Clay?"

"Yah. Itu enak sskali. Nasi goreng terenak yang pernah Clay makan." gadis kecil itu mencium lembut pada pipi Alice. "Terima kasih sudah membuatkan nasi goreng yang begitu lezat untuk ku hari ini."

Tindakan kecil dari Clay tadi membuat Alice terharu, matanya hampir berkaca karena rasa haru yang begitu dalam. Sejujurnya Ia sangat tersiksa dengan semua drama ini. Alice benar-benar merasa seperti sedang berada di dunia dogeng. Ia andaikan si snow white, memiliki segalanya namun karena nasibnya, ia harus terlahir kembali menjadi wanita super kuat yang secara tidak sengaja di berikan sistem penjaga anak.

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

bener kan lama2 keren kalau ngikutin terus...Alice semangat menemukan dirimu yg sesungguhnya..apakah dia lg koma setelah kecelakaan itu

2023-05-20

0

Kisab

Kisab

lanjut kak. makin seru

2023-03-17

1

Espana

Espana

keren lanjut

2023-03-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!