Alice benar-benar takut, karena ini di tengah malam dan sangat gelap. Dalam hatinya ia berdoa semoga saja ada mobil yang lewat atau orang yang kebetulan menemukannya di sini. Ia pun sangat berharap, jika Davis tidak terbangun hingga ia benar- benar sudah pergi jauh dari tempat ini.
"Ah itu..." Alice tersenyum ketika melihat lampu jalan yang bersinar. Itu artinya ia sudah selamat.
Namun, karena terlalu bahagia hingga Alice tidak memperhatikan di mana ia berdiri. Tanpa ia sadari, mobil dengan kecepatan penuh melesat cepat dan menabrak dirinya tanpa permisi.
Ough..." Alice terlempar cukup jauh. Terkapar dengan kepala yang mengeluarkan banyak darah. "Ahss... Apa ini akhir dari hidupku? Jika ya, seharusnya aku tidak lari dan tetap berada di dekat pria tua itu. Setidaknya, aku masih bisa hidup."
Udara semakin terasa dingin dan Alice yang sedang terluka parah itu menanti keajaiban dengan sangat tragis. Sepertinya ini adalah lingkungan pribadi, tidak ada mobil atau pun orang yang lewat apalagi ini sudah sangat larut.
Alice pasrah jika ia harus mati dengan mengenaskan di sini, perlahan matanya semakin berat dan kesadarannya pun semakin menghilang.
...
Dua tahun kemudian....
Alice terbangun, dan baru tersadar jika ia berada di atas tanah dengan baju yang sudah sobek di mana-mana. " Agh.. Kenapa aku sangat tidak bertenaga."
"Itu karena Anda sangat haus dan lapar."
Alice tercegat mendengar suara yang entah muncul dari mana. "Siapa? Si-siapa itu?"
"Aku adalah Sistem Ai."
"Si-sistem Ai?"
"Yah."
"Lalu di mana kau? Aku tidak melihat mu?"
"Hahaha. Tentu saja Alice tidak akan bisa melihatku, aku berada tepat di dalam mu."
Refleks Alice memegang dadanya meraba-raba keseluruh tubuhnya. "Di dalam ku? Sedang apa kau di sana? Keluarlah!"
"Itu tidak mungkin, Ai tidak bisa meninggalkan diri mu, jika Ai meninggalkan mu, kau tidak akan hidup lagi."
"Maksdu mu jika kau meninggalkan tubuhku aku akan mati? Apa atau memang aku sekarang sudah mati hanya berada di alam lain?" Alice melepaskan pandangannya melihat ke sekitar. Ini di Genova. Dengan kasar ia mencubit pipinya." Auhh... Sakit."
DING
"Jangan melakukan itu, Alice akan kesakitan dan Ai tidak ingin Alice kesakitan."
"Hentikan! Jangan bicara lagi." Alice sangat frustasi dengan keadaannya saat ini, tubuhnya sangat lemas dan kini ia memakai pakian rumah sakit dan terdampar di jalanan. Ia bahkan ia tidak memiliki apa-apa dan tidak mengenal siapapun. Sekarang, ia harus ke mana. "Apa aku pulang saja?"
DING
"Alice tidak bisa pulang."
Alice mengerutkan dahinya.
"Why?"
DING
"Alice bukanlah Alice lagi. Alice sekarang adalah orang yang berbeda."
"Tunggu. Alice bukanlah Alice lagi? Apa itu nama ku? Dan... " ucapan Alicen terhenti saat ia melihat bayangan dirinya pada mobil yang berhenti tepat di depannya. Alice melangkah lebih dekat agar wajahnya bisa terlihat dengan jelas. "Siapa aku? Apa namaku benar Alice?"
DING
"Nama mu adalah Alice. Kau mengalami kecelkaan dan sekarang terlahair kembali dan bersama denganku. Sistem penjaga Anak."
"Sistem penjaga anak? Maksdudmu aku sekarang memiliki anak?"
Saat sedang begitu terpukul dengan keadaannya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 3 tahu dari kejauhan berlari ke arahnya dan langsung berhambur ke tubuhnya memeluk dengan erat. "Mom? Akhirnya aku menemukan mu."
"Oh Tidak, siapa kau? Apa dia anak ku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments