Davis tidak bisa menahan rasa penasarannya. Pria dengan wajah dingin itu membungkuk untuk melihat wajah Alice yang ia pikir adalah Clarissa. Entah ada hubungan apa antara keduanya, tatapan Davis begitu dalam kepada Clarissa. Apa dia benar adalah ibu dari Clay, dan istri dari Davis sebelumnya.
Alice terus berfikir hingga tidak menyadari jika Davis hendak menyentuh wajahnya. Alice segera dengan cepat menepis tangan kekar milik pria di depannya hingga membuat tangan David membeku sejenak.
"Bicara saja, kau tidak perlu menyentuh ku." Ia berbicara dengan dirinya yang menjadi Alice bukan Clarissa. Kebenciannya terhadap Davis masih saja ada meski ia sudah menjadi orang lain.
Davis berdecak tawa, pria dengan manik mata cokelat itu menarik tangannya lalu berdiri tegak. "Katakan padaku satu alasan kenapa kau baru kembali setelah dua tahun meninggalkan kami. Apa benar karena seorang pria? Kau memiliki pria lain selain diri ku?" tanya Davis dengan tatapan datar. Namun, dari sorot matanya terlihat ia sangat menggebu gebu.
"Davis! Sudah ibu katakan berhenti berharap jika wanita sialan ini mencintai mu?"
Alice menganga menatap pria yang berdiri di depannya. Tepat sesuai yang ia pikirkan. Ternyata benar, wanita ini adalah istri pertamanya Davis, dan Clay adalah anaknya. Lalu, jika ia memiliki anak, kenapa Clarissa harus di singkirkan. Bukankah nenek sihir ini sangat menginginkan cucu, ataukah karena Clay adalah seorang perempuan bukan laki-laki yang akan mewarisi semua kekayaan keluarga Antony.
Dan satu lagi, siapa wanita yang duduk sambil menyilangkan kaki di samping nenek sihir itu? Umurnya tidak jauh dari Alice, dan sepertinya setara dengan Davis. "Apa dia saudara perempuan Davis? Ataukah...?"
Alice menekan pelipisnya. Ia banyak berfikir hingga membuat kepalanya sedikit berdenyut.
"Ai, apa kau mengerti dengan drama keluarga ini?" gumam Alice dalam hati. Ia tahu jika Ai bisa mendengarnya. Karena sebelumnya ia bisa mendengar apa yang Alice keluhkan.
DING...
[" Ai tidak mengerti. Drama ini membuat Ai pusing."]
Hampir saja Alice tergelak dengan keras karena ucapan terakhir Ai. Ia menahan dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Namun, sepertinya nenek sihir itu menyadarinya. Dari kejauhan ia menatap Alice dengan sorot mata seperti mata pisau. Tajam dan menusuk.
"Berdiri," perintah Davis kepada Alice alias Clarissa.
Alice menatap dengan bingung. "Aku?" tanya Alice sambil menunjuk pada dirinya.
"Ya, kau. Siapa lagi," ujar Davis ketus, sambil menatap acuh tak acuh pada Alice.
Alice berancang-ancang hendak berdiri namun dari san ia di plototi oleh Nenek sihir dan wanita yang duduk di sampingnya. Seketika nyalinya menciut dan beru ah menjadi ketakutan. Alice memperbaiki posisinya seperti semula lalu menatap Davis.
"Maaf, tapi aku tidak bisa mengikuti perintah mu Tuan."
"Tuan?" Davis berdecak kesal. Alice mengira ia akan menendangnya. Namun, ternyata ia menendang kursi yang ada di samping gadis itu. Ia sampai beringsut menyembunyikan wajahnya karena takut.
"Davis apa yang kau lakukan." Wanita dengan hils merah maron itu berdiri seketika, begitupun ibu Davis. "Sayang, tenangkan diri mu." Wanita itu menoleh pada Alice yang membungkuk ketakutan. "Dasar wanita tidak tahu malu, bahkan setelah begitu lama menghilang kau masih kembali dan membuat masalah lagi."
"Owh... Jadi dia adalah pasangannya?" Alice menampilkan senyum licik di sudut bibirnya. "Keluarga ini benar-benar memiliki banyak kejutan. Untung saja sekarang aku menjadi Clarissa bukan Alice. Jadi aku bisa tahu semuanya. Benar sekali, keputusan yang sangat tepat untuk melarikan diri dan mati lalu menjadi orang lain. Meski harus terlahir kembali menjadi seorang baby sister miskin. Itu lebih baik di banding harus menuruti semua keinginan ayah dan ibu ku juga menjalani hidup dengan keluarga gila ini."
["Ini baru permulaan Alice. Masih ada banyak tantangan lagi. Jangan bersuka ria karena nantinya kau akan menyesalinya."]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Siti Mujimah
mulai mengerti ..seru juga .
2023-05-20
0