Chapter 15

Setelah semua pertanyaannya tidak di jawab Oleh Sistem Ai, Alice beranjak pergi kembali ke kamarnya. Sudah pukul 11 malam dan dia pun harus istirahat. Jam kerjanya sebagai Baby sister akan berakhir jika Clay sudah tertidur, gadis kecil sudah tertidur dari pukul 9 tadi. 2 jam sudah Alice menghabiskan waktu mengobrol dengan sistem Ai. Namun, tidak membuahkan hasil. Dia malah hampir saja di hukum karena melakukan pelanggaran.

Sekarang, di dalam pikirannya Alice harus lebih kuat dan tangguh. Ia harus segera menyelesaikan misi ke duanya agar bisa mendapat petunjuk tentang Clarissa dan bagaimana sampai ia harus terlahir dengan rupa wanita itu. Meski ujung-ujungnya ia selalu menjadi korban sistem, namun Alice selalu berusaha untuk bisa hidup lebih baik. Ia tidak akan menyia-nyiakan kehidupan keduanya ini. Jika nanti akhir dari perjuangannya juga akan tetap mati, tak apalah. Yang terpenting ia sudah cukup berusaha untuk bisa bertahan meski terlihat sangat sulit baginya.

["Sebaiknya Alice tidur. Ini sudah sangat larut. Besok, bukankah Alice harus menyelesaikan misi ke dua. Ingat jika di setiap misi ada rewardnya, jangan sampai kau gagal Alice."]

Alice mengangguk kemudian mendekat pada pembaringan dan merebahkan tubuhnya pelan di sana. "Agh... Ini melelahkan. Mengurus anak memang butuh tenang ekstra. Pinggang ku terasa sangat sakit jika rebahan seperti ini."

["Itu karena Alice belum terbiasa. Jika sudah terbiasa, rasa capek mu akan berkurang."]

"Benar begitu kah?"

["Yah. Ai yakin, Alice akan terbiasa. Apalagi Clay menyukai mu. Bukankah juga menyenangkan bermain dengan anak kecil?"]

"Entahlah. Aku masih sedikit kaku, meski tidak di pungkiri. seharian bersama anak itu sangat menyenangkan," jawab Alice dengan suara yang mulai serak. Kini, perlahan air matanya mulai membasahi wajahnya dan membuat penglihatannya sedikit menjadi kabur.

["Kau menangis Alice?"] tanya Sistem Ai dengan nada suara sedikit cemas. Karena biasanya wanita yang berperan sebagai hotsnya ini selalu mengajaknya ribut tiba-tiba berubah menjadi mellow seperti ini, jelas ia merasa sedikit khawatir.

Tiba-tiba Alice bangkit dari tidurnya lalu menatap dirinya pada kaca berdiri seukuran tinggi badannya. "Apa aku tidak bisa kembali menjadi Alice saja. Alice yang dulu tidak harus di wajah ini. Di wajah asli ku."

["Apakah kau ingin mati Alice?"] Suara yang entah milik siapa itu terdengar sedikit penuh tekanan.

"Ai, kau adalah sistem terhebat bukan? Bisakah kau mengembalikan ku seperti semula. Biarkan aku tetap bernapas sampai ada yang menemukan ku Please aku mohon."

["Alice, sudah Ai peringatkan tadi kau tidak boleh meminta sesuatu yang berlebihan. Jika kau terus memaksa, sistem akan membaca dan kau akan di kenakan hukuman. Kau ingat, jika kau di hukum maka kau akan kehilangan setengah dari reward yang kau dapatkan."]

Alice menggeleng keras. "Aku tidak peduli dengan reward atau bonus poin bahkan uang apa yang kau maksud aku tidak peduli. Yang aku inginkan sekarang adalah kembali menjadi diri ku sendiri."

[" Bagi sistem Ai seperti ku ini mustahil. Kau sudah mati Alice, kau bertahan hingga sekarang karena diri ku yang berada di dalam. Raga mu itu."]

Alice mengangkat wajahnya yang sudah di penuhi dengan air mata. Pandangannya lurus dan jatuh pada cermin besar yang memantulkan dirinya. Dalam hati ia terus bertanya-tanya. Apa dosa yang sudah ia lakukan hingga perjalanan hidupnya se-menyakitkan ini.

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

kasihan Alice.. harusnya kamu berjuang karena ud di berikan kesempatan hidup 2x...jd jangan kau sia2 kn

2023-05-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!