Alice tertidur setelah cukup lelah berfikir tentang perubahan hidupnya setelah tahu perjapan hidupnya yang sebenarnya. Setelah Sistem mengembalikan ingatannya, Alice mengingat bagaimana ibu dan ayahnya gang memaksa memberikannya kepada ptia tua yang bernama Davis. Sungguh kejam, sampai ia mati pun mereka sama sekali tidak memikirkannya. Saking lelahnya dengan keadaan, ia sampai terbawa mimpi. Alice bermimpi sangat buruk, dalam mimpinya ia melihat orang-orang menertawakannya, bahkan ada yang memandangnya dengan tatapan jijik. Namun, ada seorang pria yang wajahnya samar-samar, Alice tidak mengenal pria itu. Namun, dia memandang Alice dengan tersenyum. Sempat pria itu mengulurkan tangan kepada Alice. Namun, saat hendak meraih tangan itu, tiba-tiba suara ketukan pintu berbunyi dengan tiada henti.
Alice terkejut dan menyadari ternyata hari sudah terang. Alice merubah posisi menjadi duduk, lalu menatap jam kecil di atas nakasnya. Samar-samar dengan pandangan mata yang belum terbuka sempurna, terlihat si dana jarum panjang berada tepat di pukul 12 dan jarum pendek berada di antara pukul 5 dan 6.
"Oh God! Sekarang aku harus bangun dan bekerja."
Alice menguap, lalu menekan jari jempolnya mengusap di kedua matanya. Ia benar-benar masih merasakan kantuk. Namun, entah siapa yang sudah mengetuk pintunya dengan kasar tadi, membuat ia harus terpaksa bangun. Alice sadar jika dirinya sekarang bukanlah Alice yang memiliki segalanya seperti kemarin. Sekarang ia adalah Clarissa, baby sister yang hidup serba pas-pasan. Beruntung terlahir kembali pada wajah wanita yang cantik, meski pekerjaanya sekarang sedikit membuat ia merasa tidak nyaman.
Clarissa adalah penyuka anak-anak, untuk itu dia bekerja sebagai Baby sister di keluarga kaya. Sedangkan Alice, ia adalah wanita cantik dan modis juga berasal dari keluarga kaya. Alice tidak menyukai anak-anak apalagi sampai harus menjaga mereka seperti ini.
"Entah kenapa, aku harus terlahir kembali menjadi baby sister, bukan wanita kaya yang memiliki segalanya, tanpa harus bekerja keras atau terpaksa di jual kepada pria hidung belang oleh keluarganya."
.....
DING...
[Sestem Ai akan mulai berkolaborasi. Bersiaplah untuk menjadi Clarissa. Ingat untuk menjaga kerahasiaan identitas mu.]
Sejujurnya Alice belum mengerti apa yang terjadi pada dirinya meskipun sudah di jelaskan panjang lebar oleh Sistem Ai dan di kembalikan ingatannya semalam. Gadis penyuka warna hitam itu mendesah kasar. Sekarang ia berada di sebuah ruangan besar yang di dalamnya terdapat berbagai macam barang lucu.
"Apa ini kamar anak itu?" Alice menengok ke seluruh ruangan. "Jadi akan seperti ini jika kau memiliki seorang putri. Kau akan menghiasinya dengan berbagai macam pernak pernik lucu." Dengan tersenyum Alice menyentuh satu demi satu barang-barang itu, seperti merasa terharu.
["Apa sekarang Alice sudah mulai menyukai anak-anak?"]
"Entahlah Ai. Aku hanya senang berada di sini."
"Mom?"
Tiba-tiba suara Clay terdengar dari pintu, gadis kecil itu berlari mendekat ke arah Alice yang dia pikir adalah Clarissa. Entah siapa Clarissa, kenapa anak kecil ini mempunyai nama yang sama dengannya. Dan juga memanggilnya dengan sebutan Mama. Apa mereka berdua memiliki hubungan khusus? Alice membatin terus dari tadi, itu karena ia yang merasa sedikit aneh dengan dua Clarissa ini dan juga keluarga ini.
"Mom? Apa yang kau pikirkan, kenapa bukan membalas pelukan ku, kau malah memandangi ku saja."
Alice mengelus lembut pada pipi gadis kecil yang sedang bergelantung di bawa kakinya. "Tidak, Mom hanya sedang menatap putri Mom yang cantik ini," elak Alice menatap Clay dengan tersenyum. Ia harus bersikap akrab agar gadis kecil itu tidak mencurigainya jika ia bukan Clarissa si Momy yang ia maksud.
"Ku kira, Momy sedang memikirkan cara untuk kabur lagi."
Alice yang mendengar itu langsung tertawa kecil. Gadis berambut panjang bak seorang Barbie itu berjongkok dan menatap mata Clay dengan berani. "Maafkan Momy Clay. Momy janji tidak akan mengulanginya lagi."
"Janji?"
"Yah... Janji."
Clay, memajukan jari kelingkingnya kepada Alice, memberi tatapan polosnya lalu berkata. "Mom, kau harus melakukan perjanjian dengan ku."
"Perjanjian?"
"Yah kau harus berjanji jika benar tidak akan pernah meninggalkan Clay."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Siti Mujimah
kasihan clay dia terlalu sayang sm mommy nya tp yg ja mom nya malah kebingungan
2023-05-20
0