Alice memberikan lirikan jahat pada wanita yang ternyata adalah kekasih Davis. Dia adalah Samanta, jauh sebelum Davis dan Alice menikah ternyata dia sudah lebih dulu menjalin hubungan. Tapi entah kenapa, Davis tidak memilihnya untuk di nikahi malah memilih Alice.
Setelah hampir 1 jam Alice berlutut akhirnya Davis berhasil membawa dirinya pergi dari depan wanita tua yang gila itu. Kedua wanita itu, ibu Davis Magdalena dan kekasihnya Samanta. Dua-duanya adalah wanita yang sangat tidak sabaran, mereka berteriak melawan Davis agar tidak membawa Alice. Nyonya Magdalena memang sangat membenci Clarissa, itu karena mungkin dia berasal dari keluarga miskin. Dan Samanta, dia terlihat geram karena Davis tidak mempedulikannya.
Gadis itu terus mengikuti Davis merengek seperti anak kecil yang ingin di belikan mainan. Dan Alice yang tidak tahu apa-apa hanya diam saja. Ia mengikut ke mana Davis akan membawanya. Dan ternyata pria itu membawanya ke kamar Clay. Setelah menghempaskannya kasar, Davis lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
Dan Clay, gadis kecil yang sedang memainkan boneka di atas tempat tidur terhentak kaget, tetapi tidak berani mendekat. Melihat ayahnya yang sudah pergi, ia lalu beranjak cepat turun dari pembaringan mendekat pada Alice.
"Momy?" Clay memeluk Alice sang pelayan yang ia kira adalah ibunya padahal hanya berwajah seperti ibunya. "Mom, ada apa? Kenapa mereka membawa mu tadi? Apa kau membuat kesalahan lagi?"
Alice yang sedikit kaget menatap dengan mata terbuka lebar karena baru pernah mendapat perlakuan spesial seperti ini bahkan dari anal kecil yang sama sekali tidak ia kenal. Ia pernah di kasari sekali oleh ayahnya. Namun, tidak ada seorang pun yang peduli saat itu.
"Mom? Kenapa kau hanya menatap ku. Katakan ada apa? Kenapa Dady melakukan itu padamu? Kau melakukan kesalahan lagi?"
Clay terus bertanya dan itu membuat kepala Alice sedikit pusing. Namun, ia tetap tidak boleh berkata kasar karena sekarang ia adalah seorang pelayan. Dia harus menjalani misi sesuai yang di berikan oleh Sistem Ai. Alice sekarang dalam mode sistem penjaga anak, apapun yang terjadi ia harus tetap kuat, demi kelangsungan hidupnya. Ia harus tetap bertahan meski ini sepertinya akan sangat melelahkan.
"Tidak, tadi Aku hanya sedikit membuat Dady mu marah. Kami akan segera berbaikan, kau tenanglah."
"Benarkah?"
"Ya tentu saja."
Alice membelai lembut wajah gadis kecil di depannya. Wajah polos Clay benar-benar menggemaskan. "Apa kau sudah makan? Ini sudah waktunya makan malam."
Gadis kecil itu menggeleng pelan. "Bisakah mom membuatkan makanan untuk Clay."
"Baiklah, tunggulah di sini. Aku akan segera kembali."
"Baiklah momy. Clay akan di sini dan menunggu makanan buatan momy." Gadis kecil itu melangkah menuju tempat tidurnya dan kembali memainkan boneka-boneka miliknya dengan raut wajah bahagia.
Alice pun melangkah keliar dari sana dan menuju dapur sambil berfikir apa yang harus ia buat untuk anak kecil itu.
DING..
["Apa Alice akan membuatkannya makanan?"]
"Tentu saja, aku akan mencoba misi pertamaku, aku butuh uang untuk membeli beberapa barang." Alice menatap wajahnya pada cermin kecil milik Clay. "Lihatlah wajahku kusam dan tidak terurus," ujarnya sambil menampilkan wajah sedih membayangkan kehidupannya yang dahulu.
["Baiklah, semoga berhasil. Alice akan mendapatkan reward sesuai pengaturan sistem, jika Clay puas dengan makanan buatan mu."]
"Apa harus benar-benar enak agar bisa mendapatkan reward?"
["Jika Clay puas dan senang. Alice akan memanfaatkannya."]
"Oh Tuhan, aku bahkan belum pernah melalukan ini sebelumnya."
Alice memeriksa bahan-bahan makanan sebelum ia mulai memasak. Ia mengambil beberapa sayuran juga telur. Lalu memilih wajan dan mulai menyalakan kompor. Sepertinya ia akan membuat nasi goreng. Itu adalah makanan yang sedikit gampang baginya. Ia tidak perlu meracik bumbu apapun karena ada bumbu siap saji yang bisa ia gunakan. Hanya perlu menambahkan nasi yang sudah matang lalu sedikit sayur dan juga telur. Kemudian, beberapa menit di atas wajan sambil mengaduk agar bumbunya meresap sempurna dan tadaa....
"Oh God! Ini harum sekali."
["Apa itu sudah masak Alice?"]
"Tentu saja."
["Apa itu memasaknya tidak terlalu cepat?"]
"Kau pikir kita masak apa hingga harus berjam-jam. Ini nasi goreng, hanya butuh beberapa menit Ai. Astaga."
["Baiklah, good luck"]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments