Mata Alice terbuka lebar saat menyadari dirinya sekarang sudah berpindah ke atas ranjang. "Oh tidak! Jangan lakukan itu ku mohon." Alice menyilangkan tangan di dada agar Davis tidak bisa membuka bajunya.
"Kau harus melayani ku malam ini Alice, kita sudah sah menjadi suami istri."
"Aku tidak mau!"
Alice memegang erat gaun pengantin yang masih menempel di tubuhnya. Baginya Davis adalah pria aneh hang entah datang dari mana tiba-tiba memaksanya untuk menikah.
"Dengar, aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Orang tua mu yang mendatangi ku untuk menawarkan pernikahan. Jika kau berfikir aku yang jahat, kau salah. Orang tua mu yang jahat."
Alice ragu-ragu dengan penjelasan Davis, sejenak ia berfikir keras. Namun, kepercayaan akan Davis adalah pria jahat sudah menguasai dirinya. Dengan keadaan yang tidak memungkin ini, Alice mencoba untuk melepaskan diri dari kukungan Davis. Gadis bermanik cokelat itu merontak dengan sekuat tenaga dan tangan Davis yang sedang menahannya terlepas. Menggunakan kesempatan itu, Alice segera bergesar ingin turun dari atas tempat tidur. Akan tetapi, gerakan Davis lebih cepat darinya. Pria itu berhasil menarik bajunya hingga res pada bagian belakang baju pengantin yang Alice kenakan menjadi rusak.
"Davis Antony, apa yang kau lakukan!"
"Jangan meneriaki ku," ujarnya dengan tatapan nyalang. Davis begitu marah, ia merasa seperti sedang di permainkan oleh gadis di depannya.
"Kau adalah istriku bukan, sudah sewajarnya kau melayani ku." Davis menekan tubuhnya di atas tubuh mungil Alice, merobek baju berwarna putih yang di kenakan gadis itu hingga terlepas, menyisakan bra putih tanpa tali dan hot pants dengan warna senada.
"Dasar bajingan! Menjauh dari ku," teriak Alice metontak-ronta menghindar dari Davis yang sedang memaksa untuk menciumnya.
Apapun alasan tentang pernikahan ini, Alice tidak ingin berhubungan intim apalagi harus melahirkan anak. Dia adalah seorang model terkenal di Genova, ia tidak akan mau hamil karena akan merusak tubuhnya. Lagi pula ia sangat membenci anak kecil, mereka berisik dan merepotkan.
"Menjauh dari ku atau aku akan berteriak hingga orang-orang datang dan menghajar mu."
"Bertiaklah."
Davis dengan dingin mengatakan itu, ni adalah Vila miliknya yang bertempat sedikit jauh dari keramaian. Butuh waktu 20 menit agar sampai ke jalan besar. Apalagi sekitar Vila sama sekali tidak ada perumahan selain milik keluarga Davis. Untuk itulah, jila Alice berteriak tidak ada satupun yang bisa mendengarnya, apalagi datang untuk menolongnya.
Dalam keadaan ini, Alice kembali mengingat istri Davis sebelumnya. Bukankah dia tidak bisa memberi keturunan, dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaannya. Apa mereka...? Manik cokelat itu melebar sempurnah. "Tidak. Aku tidak mau mati di sini, Tuhan tolong aku." Alice bergumam dengan doa yang tidak putus, jika sulit meminta pertolongan kepada manusia maka ia meminta pertolongan kepada tuhan.
"Diamlah, kenapa kau terus bergerak."
"Oh ****!" Alice benar-benar pasrah, tenaganya sudah hampir habis melawan badan kekar di atasnya. Beberapa menit kemudian ia akhirnya pingsan dan tidak sadarkan diri.
...
Malam semakin larut dan Alice baru saja terbangun, di sampingnya terlihat Davis yang tidak mengenakan baju sedang tertidur pulas. Seketika ide gila muncul di benaknya. dengan perlahan Alice bangun dari tempat tidur, rasa sakit pada tubuhnya ia abaikan. Dengan hati-hati, Alice mengenakan kemeja milik Davis, lalu melangka pelan keluar dari kamar gelap itu.
Alice dengan gemetar berlari mencari pintu keluar, Vila ini mempunyai bangunan yang simpel jadi tidak susah untuk menemukan pintu keluar. Alice membuang napas legah saat sudah berada di luar. Kini, tinggal sedikit lagi. Setahunya ia harus berjalan menelusuri beberapa pohon pinus untuk bisa sampai ke jalan besar. Dan itu terlihat sangat gelap dan menyeramkan.
Alice menelan ludah kasar. "Baiklah, sedikit lagi Alice. Kau pasti bisa."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Itarohmawati Rohmawati
di ajak malam pertama koķgak mau
2023-04-08
2
MamaCio
semangat
2023-04-07
0