Kenyataan yang mengejutkan

["Tentu saja Ai mengenal mereka. Jika tidak Bagaimana mungkin Ai membawa Alice ke sini."]

"What? Jadi dia sengaja melakukan ini. Dia membuat wajah ku mirim dengan pelayan mereka dan menjebloskan aku di rumah neraka ini," batin Alice mengeluh. Ingin sekali ia memaki dan meronta keras, mungkin saja sistem itu akan keluar karena merasa tidak nyaman pada tubuhnya.

"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Alice dengab nada yang hamlir tidak terdengar oleh ke lima orang yang di sana.

["Ada alasan kenapa Ai melakukan ini. Jika kau sudah tahu alasannya, kau akan berterima kasih padaku."]

Alice mengabaikan Suara sistem Ai karena fokus menatap wanita tua yang melihatnya seperti ingin memakannya. Sungguh itu adalah tatapan tajam dan menakutkan. Dengan tatapan dingin dan menakutkannya itu ia memberi isyarat kepada salah satu pelayan pria berjas lengkap yang sedari tadi berdiri di sampingnya. Entah apa yang ia katakan. Mereka hanya melakukan kontak mata dan si pelayan dengan sigap melangkah pergi.

"Ke mana dia? Apa yang di perintahkan wanita tua itu? Apa dia nyonya rumah ini?" gumam Alice di dalam hati.

Alice menghela napas berat, ia benar-benar memasrakan dirinya kali ini. Tidak seperti biasanya yang selalu melawan dan melakukan protes-protes meski sama sekali tidak di gubris. Apalagi, ia sama sekali tidak mengenal keluarga ini meskipun pemandangan sekitar seperti tidak asing baginya.

["Apa Alice khawatir?"]

Tiba-tiba saja terdengar suara sistem Ai di saat ketegangan dan rasa takut mulai menguasai Alice.

"Yah..." jawab Alice dengan sedikit ******* karena takut jika orang-orang yang ada di dalam ruangan ini akan menyadarinya. Ia senang Ai masih bersamanya.

Beberapa menit kemudian, suara hentakan kaki terdengar dari arah koridor panjang menuju ruang tamu ini. Lagi-lagi, seperti ruangan ini, hentakan kaki itu seperti tidak asing di telinganya. Alice mengangkat wajahnya segera, menoleh pada dua sosok yang muncul. Pelayan pria tadi kembali membawa seseorang.

Pria dengan postur tubuh yang tinggi, dagu tajam sama seperti sorot matanya. Sekelebat, bayangan pria itu membuat Alice mengerjap kaget. Berulang kali ia berusaha mengedipkan mata meyakinkan bahwa apa yang ia lihat saat ini tidak salah.

"Davis?"

Alice seketika merasa tubuhnya berat. Tadinya ia bersujut dengan lutut menyentuh lantai. Namun, seketika topangan lututnya bergetar dan membuat ia limbung langsung terduduk ke lantai. Setelah melihat Pria itu, Alice baru tersadar. Pantas saja, ruangan sekitar tampak tidak asing baginya, bahkan bau wangi di ruangan ini sangat jelas ia kenali. Bedanya adalah, saat ia datang ke vila ini, segala sisi begitu gelap dan tak berpenghuni. Namun, sekarang begitu terang, ada lampu di mana-mana, bahkan di segala sisi ada para pelayan yang berlalu lalang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Dan yang membuat pikirannya semakin tidak menerima, siapa wanita tua ini, dan orang-orang yang duduk di dalam ruangan ini. Kenapa ia tidak bertemu dengan mereka saat di acara pernikahan? Dan lagi, Clay, siapa dia. Apakah dia anaknya Davis? Lalu Clarissa, wajah ini, apa hubungannya dengan keluarga ini. Kenapa mereka seperti sangat tidak menyukainya.

Davis sedikit melirik ke arahnya, lalu dengan cepat berpindah melihat ke arah wanita tua yang duduk seperti seorang ratu itu. Namun tatapan Alice sama sekali tidak berpindah dari pria itu, Alice menatapnya dengan tatapan serius. Ia tahu, Davis tidak akan menyadarinya karena wajahnya telah berubah sekarang.

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

tegang..jd seperti nonton film y🤔

2023-05-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!