Alice, menyelesaikan makan malamnya dengan cepat. Setelah membereskan semua sisa makanan dan merapikan tempatnya, Alice duduk di dekat jendela, menatap langit gelap dengan bintang-bintang yang bertaburan cukup banyak di sana. Tiba-tiba saja ia teringat jika ia harus bertanya kepada Sistem Ai Sia dia sebenarnya. Di mana keluarganya, kenapa sampai ia bisa berada di antara Clay, Clarissa dan rumah terkurung di rumah ini.
"Ai... Apa kau di sana?"
Alis Alice sedikit berkerut. Gadis berlesung pipi itu menatap lama ke dadanya seperti menunggu sesuatu.
"Ai?"
Sambil menunduk Alice dengan hening menunggu apa ada respon dari dalam tubuhnya. Namun, sudah 2 menit berlalu Ai sama sekali tidak menjawabnya. Entah sedang ada gangguan kah atau dia sengaja tidak menjawab Alice.
"Ai!"
Sekali lagi Alice berteriak keras sambil mengelus-elus dadanya. Menirukan adegan di film aladin. Mungkin saja, jika mengelusnya ia akan keluar seperti asap dan muncul dengan wajahnya yang asli di depan Alice.
DING...
[Sistem telah aktif]
....
Setelah beberapa detik, terdengar suara merdu milik sistem di tubuhnya.
["Ai di sini. Apa Alice membutuhkan sesuatu?"]
"Akhirnya kau hidup juga, ku pikir sistem mu sudah rusak," ujar Alice sumringah.
["Apa Alice sedang menunggu Ai?"]
"Yah... Aku ingin menanyakan sesuatu."
["Apa itu. katakanlah."]
"Apa kau tahu apa yang terjadi padaku kenapa sampai aku bisa berada di tempat ini? Dan yang lebih penting adalah, kenapa bisa wajah ku menjadi mirip Clarissa."
["Tentu saja."]
Alice bergeser pada sofa kecil yang tidak jauh darinya. Duduk sambil mengangkat kedua kakinya dan menompang kepalanya di tas kedua kakinya itu. Sambil kembali menatap langit. "Katakan padaku, sebenarnya kenapa sampai raga aku bisa lupa dengan diri ku sendiri. Apa kau yang melakukannya?"
["Adalah mukjijat tuhan kau memiliki sistem untuk bisa bertahan hidup."]
"Oh God! Jangan bercanda, aku sedang serius?"
["Baiklah. Aku akan mengembalikan ingatan mu perlahan-lahan Nanti setelah ingatan mu pulih. Kau sendiri akan tahu siapa kau dan apa yang terjadi padamu."]
"Apa bisa begitu. Jika bisa, kenapa tidak kembalikan saja alu menjadi diriku, kenapa harus menjadi Clarissa."
["Alice masih ingin hidup bukan, jika ia maka tetaplah mengikuti apa yang di tetapkan sistem. Berhenti menanyakan hal yang tidak mungkin."]
"Kalau begitu keluarlah dari tubuhku, biarkan saja aku mati. Dasar!"
["Tidak bisa, Ai harus mendampingi Alice karena kehidupan Alice bergantung kepada sistem Ai. Kita sudsh d takdirkan bersama. Jika Ai tidak ada, maka Alice pun tidak ada."]
"Mata Alice memelototi dadanya. "Lebih baik seperti itu, biarkan saja aku seperti manusia tidak bernyawa."
["Hauff"]
"Eh. Ada apa? Kenapa tiba-tiba suara mu melemah. Ai... Jangan coba-coba mengelabui ku atau aku akan membunuh diriku sendiri, lalu kau juga akan hancur."
["Sistem Ai adalah sistem terhebat pada masa ini, tidak akan pernah rusak ataupun mati. Jika Alice tidak menginginkan Ai maka Alice mati dan Ai akan pergi le tuan yang baru.Tapi jika Aloce menrima takdir, Ai akan menemani Alice selamanya."]
"Kenapa aku harus bersama sistem menyebalkan sepertimu."
["Itu adalah takdir. Sistem bergabung jika mendapatkan host yang tepat. Dan Alice adalah Host yang tepat untuk sistem penjaga Anak."]
"Tapi aku rasa, aku tidak terbiasa menjaga anak."
["Tenang saja, ketika kau menjadi Clarissa, Ai akan membantu melakukan beberapa hal agar Alice tetap berada dalam sistem merawat anak. Karena jika melakukan kesalahan sistem akan terbaca dan Alice akan terkena pemotongan reward."]
"Reward? Jadi aku akan mendpatkan reward dari sistem penjaga anak ini?"
["Tentu saja. Sekarang aku kembalikan dulu ingatanmu, setelah itu akan aku jelaskan cara bagaimana bisa mendapatkan reward."]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Siti Mujimah
masih setia ngikutin
2023-05-20
0
Maria Gratia
aq baru nemu cerita kayak gini thorr masih bingung sih tapi ngikutin kok
2023-04-24
1
Hanijaya wanto
masih bingung😁😁😁
2023-03-24
3