Perkenalan Clarissa

Wanita itu berdiri di depan pintu sambil menatap Gadis kecil di depannya. Karena sudah di setel ke pengaturan lain, Alice yang menjadi Clarissa sekarang harus terpaksa menyukai anak-anak. Senyum di bibirnya terus mengembang namun perasaan dan batinnya menolak. Seakan tidak sinkron, ia bahkan bingung harus apa setelah tersenyum.

DING...

["Sistem Ai berkolaborasi. Bergabung bersama si pemilik tubuh."]

5%

10%

25%

40%

65%

90%

100%

["Penyatuan lengkap."]

Alice sedikit merinding mendengar kalimat-kalimat penggabungan itu. Ia seakan berubah menjadi robot yang harus mengikuti semua perintah dari sistem. Sekelebat sinar mengkilat terlintas di matanya. Alice menutup mata seketika dengan kilauan itu.

"Ough..."

"Mom? Kau baik-baik saja?"

Alice alias Clarissa menundukkan pandangan menatap bocah kecil berusia 3 tahun di hadapannya.

"Siapa namamu?" tanya Alice dengan lembut.

"Clay."

Dahi Alice sedikit berkerut. "Clay? Apa panjangnya Clarissa?"

Gadis kecil itu tersenyum sambil menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapih. "Iya. Itu adalah nama yang cantik bukan. Tapi..." Lirikan mata gadis centil itu terlihat curiga.

"Tapi apa?"

"Tapi... Kenapa waktu itu Momy kabur?"

["Nama anak itu Clarissa, Ibunya memiliki nama yang sama juga. Karena wajah kalian sama untuk itu Ai menyamakan diri Alice dengan nama itu agar tidak menimbulkan masalah."]

Alice memutar bola matanya malas. "Aku sedang bertanya kepada anak ini Ai, bukan kepadamu. Dasar sistem sialan," gumam Alice di dalam hati. Jika saja tidak masalah menunjukan keajaiban ini, mungkin Alice sudah meneriaki sistem Ai dengan keras serta memakinya dengan kasar.

"Baiklah Clarissa. Namaku adalah Alice. Tapi aku harus menjadi pengasuh mu Clarissa saat ini. Yah, ini terdengar aneh, namun begitulah kenyataannya." Itu hanyalah suara hati Alice, Andai saja ia bisa mengatakan dengan jujur seperti itu.

"Dengar." Alice merapikan bagian depan rambut Clay yang berantakan dan menyelipkannya di telinga putih sedikit berbulu milik gadis berusia 3 tahun itu. "Tidak baik untuk anak kecil se-umuran diri mu bertanya hal seperti itu. lagi pula aku tidak kabur kemarin, hanya sekedar jalan-jalan dan tiba-tiba saja tersesat." Mungkin yang di maksud oleh Clay adalah pelariannya ketika sadar kamarin. Tentu saja ia harus lari, jika tidak ia pasti alan di penjara karena tidak bisa melunasi biaya rumah sakitnya.

"Harusnya kau menghubungi ku, Ayah ku memiliki mobil besar dan mewah. Itu bisa di gunakan untuk menjemput mu yang sedang tersesat."

Alice tanpa sadar tersenyum. Ia menyentil pelan hidung Clay lalu menunduk memberi pengertian tentang hal itu. "Memangnya sekaya apa ayahmu itu. Apa dia punya mobil-mobil yang begitu besar dan mewah?"

"Tentu saja Mom, ayahku adalah orang terkaya di kota ini. Bukankah dia juga suami mu. "

"Kalau begitu dia pasti punya banyak uang."

DING.

["Sistem peringatan. Alice tidak boleh melakukan hal itu. Tidak boleh bertanya tetang kekayaan karena semua misi harus Alice hasilkan dari perlakuan Alice kepada Clay. Alice dan Clay tidak ada keterkaitan hubungan apapun Clay menganggap Alice adalah ibunya karena wajah kalian sama."]

"Apa aku harus mentraktirnya makan?"

"Ya itu ide bagus."

"Huh?."

Alice menatap heran karena pertanyaannya di balas langsung oleh Clay. "Oh ****. Apa hanya jaku yang bisa mendengar suara Sistem Ai?" Alice bergumam menyesali kebodohannya.

"Jangan menghiraukan ucapan ku tadi. Ayok, masuklah ke kamarku. Kau bisa melihatku menikmati makanan yang kau bawah ini."

"Tidak. Clay harus kembali ke mansion utama, ayah sebantar lagi akan pulang Clay takut jika di marahi karena berkeliaran sampai ke belakang."

"Baiklah anak nakal pergilah. Kita akan bertemu besok pagi." ALice mengecup pipi Clay dengan lembut. Mainlah di tempatmu, jangan mengganggu ayahmu jika dia sedang bekerja. Oke."

"Oke mom. Aku mengerti."

Alice beranjak masuk lalu menutup pintu, ia membuka kotak makan berisikan banyak lauk pauk yang di sediakan oleh Clay.

"Oh God! Bagaimana bisa aku makan makanan sebanyak ini."

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

masih bingung sih tp untuk bahasa ..alurnya oke..enak di baca ttp semangat berkarya Thor walaupun belum ad yg mau komen di kolom ini

2023-05-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!