Tiba-tiba seperti penjahat.

Alice tidak mengerti tiba-tiba saat sedang bermain dengan Clay, ada beberapa orang pelayan yang datang lalu menyeretnya pergi.

"Hei! Apa yang kalian lakukan, kenapa? Ada apa ini?" Alice meronta ingin di lepaskan. Namun para pelayan itu mempedulikan teriaknya.

"Mom?" Clay berteriak sambil mengikuti Alice.

"Nona kecil, maaf anda harus tetap di sini." Seorang pelayan dengan apron yang melekat pada tubuhnya lengkap dengan pakaian pelayan berwarna putih hitam menahan tangan Clay agar tetap di tempatnya.

"Apa yang akan mereka lakukan kepadanya, kenapa mereka membawa Momy pergi."

"Nona kecil. Dia itu bukan ibu mu, dia hanya seorang baby sister."

"No! Dia momy ku."

Pelayan itu mengeram kesal, karena Clay teeus berteriak juga meronta untuk di lepaskan. "Diam kau! Kalau tidak aku akan menghukum mu. Kau mengerti."

Clay langsung terdiam di tempat, ia tidak berani jika sudah di bentak dengan suara keras juga kasar. Apalagi pelayan-pelayan di Mansion ini terlihat sedikit menyeramkan dan juga sering memperlakukan Clay dengan kasar. Tak jarang tubuhnya sering lebam karena di cubit atau di pukuli. Dan tidak ada bahkan sama sekali tidak ada yang mempertanyakan hal itu. Ayahnya pun tidak pernah memeriksa hingga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan putrinya.

"Clay, tetap di sana. Momy akan segera kembali sayang, oke." Alice yang melihat gadis kecil itu di bentak kasar langsung berteriak untuk menenangkannya. Karena jika terus melawan, Alice takut jika ia akan di beri hukuman.

Alice di seret masuk ke ruang utama Mansion di mana di sana terdapat beberapa orang, dua pria dengan setelan jas warna senada, dan tiga wanita dengan pakaian serba rapih layaknya para tuan putri. Tatapan Alice terkunci pada sosok satu dari dua wanita yang duduk manis di sana. Wanita tua yang duduk sambil menyilangkan kaki jenjangnya, asap dari sigeret yang ia isap melambung tinggi dengan aroma yang sangat tajam.

Alice menelan ludah kasar saat wanita tua itu menatap tajam ke arahnya. Sangat tajam hingga Alice bisa merasakan jika kehadirannya seperti tidak di inginkan di sini.

"Kau kembali dengan selamat, Nona Clarissa."

Mata Alice melebar. "Ada apa ini? Apa kejadian yang menimpah Clarissa ada hubungannya dengan nenek tua ini? Ataukah..." Suara batin Alice tiba-tiba terhenti, tidak ingin membatinkan hal-hal yang di anggap tabu. Biarlah, mungkin Clarissa memiliki rahasianya sendiri. Alice hanya sedang berperan dengan karena memiliki wajah yang sama. Ia harus tetap tenang untuk bertahan hidup, bukan untuk mengetahui segala hal tentang wanita ini. Tiba-tiba saja Alice teringat jika di dalam tubuhnya terdapat sistem.

"Ai?" bisik Alice pelan. Berharap jika Sistem itu mendengarnya.

DING...

[ Sistem Ai mulai berkolaborasi.]

[ Status aktif ]

[ Mulai ]

["Alice, apa kau merasa sedang dalam bahaya? Suaramu terdengar pelan namun sedikit bergetar."]

Alice mengendarkan pandangannya keseluruh ruangan. Memastikan jika tidak ada yang bisa mendengarkan Suara dari si sistem Ai ini. Alice bernapas legah karena sepertinya memang hanya dia saja yang bisa mendengarkan suare Sistem Ai.

["Tidak perlu khawatir Alice. Suara Ai, hanya bisa di dengarkan oleh tubuh yang menjadi Host dari sistem Ai. Tidak ada siapa pun yang bisa mendengar percakapan atau lainnya antara Alice dan Ai.]

Dalam kepanikan dan ketakutannya saat ini, masih ada rasa legah karena meskipun di tinggal atau di buang ia masih memiliki Ai sebagai teman pelindungnya. "Ai, apa kau mengenal mereka?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!