Cahaya lampu di dalam ruangan sedikit gelap, Alice sedikit terbengong menatap ke arah langit-langit kamar. Masih merasa aneh dengan tubuhnya, seakan-akan sedang berada di alam mimpi. Alice tidak mengira jika di dalam tubuhnya ada sistem. Ia bahkan tidak sama sekali tidak tahu siapa dirinya.
DING [ Suara sistem terdeteksi ]
["Apa yang sedang Alice pikirkan?"]
Alice menghela napas kasar. "Bisakah kau diam dan tidak mengganggu ku? Kepala ku pusing memikirkan hidupku siapa aku di mana aku siapa anak itu. Oh God! Apa ini."
["Ai tidak mengganggu, Ai hanya sedang bertanya."]
"Itu namanya mengganggu bukan bertanya," jawab Alice dengan ketus.
["Ai tidak mengerti. Jelas itu adalah pertanyaan. Pada layar sistem menampilkan jika itu adalah pertanyaan."]
"Baiklah, baiklah. Terserah kau saja."
Alice semakin kesal, niatnya ingin bangun malah kembali menghempaskan kepalanya pada bantal. Menenggelamkan kepalanya dalam-dalam, berharap setelah itu akan kembali ke kehidupan normalnya yang enak bagaimana. Entah apa yang sudah terjadi dengan dirinya ini, tahayul ataukah ini nyata pun ia tidak tahu. Ia masih berfikir keras tentang keajaiban ini.
Seingatnya ia tertabrak saat sedang berlari lalu pingsan dengan banyak darah yang keluar dari kepalanya, lalu terbangun kembali di rumah sakit dengan tiada siapa pun di sampingnya. Alice bahkan harus melarikan diri dari rumah sakit karena tidak mampu membayar tagihan rumah sakitnya. Ia seperti gelandangan di jalanan dengan baju compang-camping, Bahkan ada seorang anak yang tiba-tiba datang lalu meneriakinya mama.
"Oh Tuhan, ada apa dengan hidupku, kenapa tiba-tiba aku menjadi lupa dengan diri ku sendiri."
Tiba-tiba dalam keluhnya terdengar seseorang memanggilnya dari luar. Alice tersadar, itu adalah suara anak kecil tadi.
Ding...
["Alice kau harus menyahut, anak itu memanggilmu."]
"Apa dia benar-benar anak ku?"
["Tidak."]
Dahi Alice berkerut. Lalu menunduk menatap ke dadanya. "Lalu siapa dia, kenapa tiba-tiba memanggil ku mama."
["Dia anak dari majikan mu, kau harus merawatnya." Sistem Ay menjawab.]
"Majikan? Apa aku seorang pelayan? Apa kau yang membuat ku mati dan menghidupkan ku sebagai seorang wanita melarat seperti ini?"
DING...
Dengungan suara sistem terdengar panjang. Alice mengerutkan dahi dengan kedua alis yang hampir bertemu.
"Ai, apa kau sedang berfikir? Nada mu terdengar aneh."
DING...
[ "Ai, sedang mencari bayangan tentang kejadian yang menewaskan Alice..."]
"Tunggu! Menewaskan? Jadi aku sudah mati?"
"Mom? Bisakah kau buka pintunya. Aku membawakan makan malam mu?"
Batin Alice benar-benar menolak namun tak tahu kenapa ia seperti di paksa untuk melakukannya. Apa yang terjadi dengan masa lalunya. Kenapa ia meninggal dan terlahir kembali lagi. Tanpa ragu-ragu lagi seperti tergerak berdiri sendiri, Alice bangkit dari pembaringan lalu melangkah membuka pintu menemui anak kecil yang sedang menunggunya dengan makanan dari balik pintu.
DING..
["Sistem terpasang. Nama anda sekarang adalah Clarissa, anda harus melakukan beberapa tugas dalam merawat anak mulai dari sekarang. Jika dalam hal merawat anda bisa menyelesaikan misi yang di berikan, maka anda akan bisa menghasilkan uang."]
"Agh..."
Alice menutup kedua matanya, sekelebat seperti di senter, sinar itu muncul tiba-tiba melintasi matanya. Rasa pening tiba-tiba di rasakan, sekarang sistem merawat anak Ai sudah terpasang dengan sempurna pada tubuhnya.
"Kenapa aku harus menjadi Clarissa, siapa itu? Bukankah kau mengatakan jika aku adalah Alice"
["Ikuti saja kataku, itu demi keselamatan Alice."]
"keselamatan?" Wajah Alice tampak semakin tidak mengerti, lagi-lagi Sistem Ai membuatnya pusing dengan kehidupannya sendiri. Kini, Alice akan menjadi Nona Clarissa si baby sister yang harus merawat anak dari majikan yang belum ia ketahui siapa.
"Hidup ku benar-benar seperti robot."
DING...
["Tugas akan mulai di jalankan setelah pintu kamar ini terbuka. Ingat untuk menyelesaikan misi dengan sempurna agar mendapatkan Reward."]
Gadis itu membuka mata seketika, reward? Alice bergumam sendiri di dalam hati. Ia benci di atur, tapi bagaimana lagi. Ini belum jelas baginya. Setelah semua ini ia kerjakan, selanjutnya ia harus meminta penjelasan dari Sistem Ai.
"Oke baiklah Alice, setelan berubah menjadi Clarissa saat ini." Dengan sigap ia lalu membuka pintu dan menyambut dengan senyum pada gadis kecil dengan nampan berisikan makanan di atasnya.
"Mom! Ini untukmu." ujar gadis berambut ikal dengan mata besar itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments