Sudah tiga minggu berlalu sejak aku menikah dan melakukan hubungan itu bersama Mas Reyhan. Namun, hari ini aku malah menemukan sebuah kejutan yang langsung membuat seluruh tubuhku lemas seketika.
Bagaimana tidak, saat ini aku mendapatkan menstruasiku. Kalau begini, bagaimana mungkin aku bisa mengandung anaknya? Dan setelah ini kami harus melakukan hubungan ini lagi?
Mbak Sera yang mengetahui bahwa aku mendapatkan menstruasi pun langsung gegas menemuiku dan menanyakan apakah malam itu kami benar-benar melakukannya?
Di kamar, kami duduk di balkon dan mengobrol dengan ditemani secangkir teh dan camilan. Tak kulihat wajah marah Mbak Sera. Dia tetap menunjukkan kebaikannya padaku meski aku telah mengecewakannya.
Tapi, pertanyaan itu! Memang sangat geli ketika aku ditanyai perihal hal sensitif seperti itu.
"Apa kamu yakin Mas Reyhan mengeluarkannya di dalam?" tanya Mbak Sera yang langsung membuat wajahku merah padam karena malu.
"I-iya, Mbak."
"Kamu merasakan cairan yang dikeluarkan Mas Reyhan di dalam rahimmu?"
Ah, mengapa dia harus menanyakan hal ini? Apakah tidak ada hal lain yang bisa ditanyakannya?
"I-iya, Mbak, saya merasakannya."
"Lalu mengapa kau mengalami menstruasi. Sepertinya kita harus mencari tanggal yang tepat."
"Jadi harus dilakukan lagi, Mbak?" tanyaku ragu.
"Ya, kau memang harus melakukannya, Aira. Kalau tidak, bagaimana bisa hamil? Dan seharusnya kalian melakukan secara rutin, jangan hanya sehari saja. Dan itu juga dilakukan saat kau dalam masa subur."
Apa? Aku tak percaya Mbak Sera mengatakannya. Bagaimana bisa dia menyuruh kami melakukannya secara rutin? Apa tidak ada sedikitpun rasa cemburu di hatinya?
"Ta-tapi saya tidak tahu kapan masa subur itu, Mbak," ucapku semakin gugup. Aku sangat bodoh, mana pernah pelajaran di bangku sekolah masuk ke otakku.
"Aira, untuk mendapatkan kehamilan, rekomendasi untuk berhubungan, yaitu selama lima hari sebelum ovulasi. Tetapi, masa paling suburnya adalah tiga hari sebelumnya. Dengan begitu, tingkat kesempatan untuk hamil lebih tinggi. Ovulasi, atau masa subur, biasanya terjadi pada dua belas atau empat belas hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi. Jadi, kalian akan melakukannya lagi seminggu setelah menstruasimu selesai. Jadi, aku mohon, Aira, jika Mas Reyhan tidak ingin melakukannya, maka rayulah dia. Gunakan cara apa saja agar dia mau menyentuh dirimu. Tidak mungkin jika aku terus menerus memberikannya alkohol dan obat per*ngs*ng. Itu tidak akan bagus untuknya."
Ku lihat mata Mbak Sera yang sudah berkaca-kaca. Jelas wanita ini begitu kecewa dan sakit hati pada dirinya sendiri karena telah merelakan suami tercintanya bersama wanita lain.
"Iya, Mbak, sudahlah, jangan menangis. Aku akan melakukan apa untuk Mbak. Tapi ku mohon jangan menangis." Aku memegangi tangan Mbak Sera dan menatap dengan tatapan penuh rasa iba. Kasihan sekali wanita di depanku ini. Dia harus mengalami hidup yang pahit karena mertuanya. Aku jadi penasaran seperti apa mertua yang sangat ditakuti Mbak Sera itu. Memangnya segalak apa dia sampai Mbak Sera harus menyerahkan suaminya untuk menikah lagi?
"Terima kasih, Aira, aku percaya padamu. Ku yakin kau tidak akan mengecewakan aku." Mbak Sera memelukku sambil menangis.
Aku jadi semakin tidak tega padanya. Tapi, aku memang harus melakukannya. Merayu Mas Reyhan? Dengan apa? Dia saja tidak suka padaku! Masa iya aku harus menari-nari di depannya? Mau jadi apa aku nanti? Astaga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
istripak@min
ada yg disembunyikan sera,spertinya dia ada main dibelkng rehan
2024-02-03
1
Faradita
apa mungkin aira bukan anak kandung nya kok mereka tega gitu sama anak sendiri
2023-09-07
0
Puja Kesuma
mana enak pakek alkohol dan perangsang pantesan gk jadi...coba relax aira kasi pijitan maut mu pasti reyhan langsung ketahihan malakukan rutin.....
2023-03-07
0