Jangan sombong

"Kamu jangan sombong, Ham. Baru harta segitu saja sudah berlaga seolah jadi orang yang paling kaya. Lihat saja, pasti sebentar lagi kamu akan menjual sepeda motormu karena tidak mampu membeli bensin. Mana cukup uang gajimu yang sedikit itu. Hanya menjadi OB atau cleaning service saja sudah sombong," gerutu Om Bowo masih dengan gaya kerasnya.

"Siapa bilang saya akan tetap jadi OB? Saya akan dimutasi ke pabrik dan akan menjadi kepala gudang. Mas tahu kan, kepala gudang itu gajinya berapa? Apalagi di pabrik besar milik Pak Reyhan."

Seketika kami semua pun terkejut. Rupanya, selain diberikan uang, ternyata bapak juga dijanjikan akan naik jabatan. Aku dan ibu saling pandang karena kami memang tidak tahu apapun tentang ini.

"Atas dasar apa bosmu menaikkan jabatanmu? Kamu ini hanya pria tua sakit-sakitan yang hanya lulusan SMA. Beda sama aku yang lulusan sarjana. Makanya bisa bekerja dengan pangkat yang tinggi." Dengan angkuhnya, ku lihat Om Bowo tertawa bangga.

"Oh ya? Tapi, bukannya dulu saat Mas mau masuk kerja, Mas meminjam uang padaku hingga aku harus terjerat pinjaman online? Bahkan setelah Mas dapat posisi bagus, Mas tidak mau membantu kami untuk menutupi hutang. Kata Mas itu baktiku pada abangku sendiri. Lucu sekali, Mas. Disaat susah tidak mau mengaku saudara. Sekarang malah minta bagian." Bapak terlihat tertawa di tengah rasa kesal Om Bowo.

"Diam kamu, Ham! Lihat saja, kamu tidak akan bisa bertahan lama dengan harta warisan yang tidak kamu bagi pada abangmu! Kena bala nanti kalian!"

Om Bowo dan Tante Feni pun pergi meninggalkan rumah kami dengan perasaan kesal bercampur kecewa. Bagaimana tidak, mungkin dari rumah dia sudah berpikir akan mendapatkan uang banyak. Namun, tak disangka dia hanya mendapatkan perlakuan buruk dari bapak. Sebenarnya aku sangat menyayangkan sikap bapak yang seolah sombong dan angkuh. Tapi, aku juga tidak mentoleransi sikap mereka dulu saat kami sedang susah. Bukannya menolong, malah menjadikannya bahan ceritaan. Wajar saja kalau bapak sakit hati dan membalas mereka.

"Pak, kok Bapak tidak pernah bilang pada kami soal naik jabatan itu?" tanya Ibu yang juga mewakili pertanyaanku.

"Bapak hanya ingin memberi kejutan pada kalian. Maaf, ya," ujar Bapak dengan tawa yang menampilkan beberapa deretan gigi yang sudah ompong.

"Pak, Bu, aku ada kabar untuk kalian. Tadi, aku bertemu dengan mbak Sera, istri Mas Reyhan. Katanya, setelah aku menikah dengan Mas Reyhan, maka aku harus tinggal di penthouse mereka sampai melahirkan dan aku tidak boleh keluar," ucapku hingga membuat bapak dan ibu terkejut. Pasti mereka juga tidak akan menyangka hal ini.

"Apa? Penhos? Bukannya kamu akan tinggal di rumah pribadi?"

Hah? Jadi mereka juga sudah tahu kalau aku akan diasingkan selama hamil? Jadi, ekspresi terkejut tadi hanyalah gambaran untuk mereka yang tidak tahu apa itu penthouse. Astaga, bisa-bisanya mereka tak memperdulikan perasaanku yang harus tinggal sendirian di tempat jauh. Ya, beginilah orang tuaku yang sangat matre. Terkadang aku berpikir apakah aku ini anak angkat? Namun, wajahku yang sangat mirip dengan wajah Bapak menunjukkan bahwa aku memang benar-benar anaknya.

"Penthouse itu juga semacam rumah pribadi, Pak, tapi tempatnya sangat tinggi," ucapku sambil menghembuskan nafas panjang.

"Oh, tidak apa-apa, Aira, toh kamu juga harus menyembunyikan dirimu dari orang-orang. Nanti Bapak dan ibu akan bilang kalau kamu merantau untuk bekerja." Bapak seolah sedang menenangkan ku.

"Sudahlah, Pak, aku lelah." Tak mau banyak bicara, aku pun langsung masuk ke dalam kamar kecil yang berukuran tiga kaki. Sangat kecil dan usang. Tapi, kata bapak, sebentar lagi dia akan merenovasi tempat ini. Jadi, ketika aku sudah selesai dengan tugasku, aku bisa tinggal di tempat yang nyaman.

Aku pun segera menidurkan diriku. Namun, di tengah malam, aku terbangun karena ingin pipis. Setelahnya, aku kembali memejamkan mata ditengah suara bising nyamuk yang mulai menghampiriku. Ah, ternyata obat nyamuknya habis. Aku pun bergegas menghidupkannya lagi.

Namun, saat sedang mencari korek, aku mendengar suara di luar rumah. Aku kira itu maling, jadi, aku pun melihat dari jendela dan tertegun karena ada sesosok bayangan yang menyelinap di balik kegelapan.

Saat ku perhatikan, bayangan itu pun terlihat seperti sosok pria yang bertubuh tinggi. Dia menyelinap ke samping rumah Bu Dina dan Susi. Hah? Apa dia mau maling?

Namun, saat aku melihat bayangan wanita di belakangnya yang ternyata Susi, aku pun tahu jika anak yang selalu dibanggakan ibunya itu hanyalah perempuan nakal yang suka keluyuran tengah malam bersama seorang pria.

Aku bisa melihat betapa panasnya ciuman mereka ketika Susi hendak masuk melalui jendela kamarnya. Bahkan pria itu tak segan memegang daerah sensitif Susi.

Astaga, tak sampai di situ. Aku melihat Susi membungkukkan badannya dan membiarkan pria itu menyingkap rok pendeknya. Ku lihat juga pria itu membuka celananya dan mereka pun mulai melakukan hubungan terlarang itu.

Aku hanya menutup mulutku tak percaya. Bagaimana bisa ada orang yang melakukan hubungan seperti itu di tempat umum. Memang, sebelah rumah Susi itu gelap. Namun, apa yang mereka lakukan bisa aku lihat meski agak buram karena mereka berada di tengah kegelapan.

Aku melihat Susi membuka mulutnya lebar-lebar dan mengangkat kepalanya ke atas seolah sedang kesakitan. Jadi rasanya sakit? Bagaimana denganku ketika sudah menjadi istri Mas Reyhan? Apakah rasanya akan seperti itu.

Aku terus melihat pria itu mendorong tubuhnya bahkan lebih cepat sambil memukul b*k*ng Susi. Entahlah, mengapa harus begitu? Dan mengapa aku harus mengintip? Lalu, perasaan apa yang aku rasakan sekarang? Tubuhku sedikit memanas dan aku pun memutuskan untuk menyudahi tontonan ini.

Aku kembali ke ranjang meski dalam pikiranku masih ada bayangan Susi dan kekasihnya. Tapi, siapa kekasihnya itu? Aku seperti tak asing dengan postur tubuhnya. Ah, sudahlah, lebih baik tidur.

Terpopuler

Comments

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

up

2023-03-18

0

Ayas Waty

Ayas Waty

ternyata anak kamu sendiri yg gk perawan Bu Dina

2023-03-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!