Setelah obrolan yang cukup panjang, Pak Reyhan pun segera pergi. Namun, sebelum itu, dia meminta izin berbicara denganku.
"Ini ada uang untukmu. Lakukan perawatan termahal agar ketika kamu menjadi istriku, kamu tidak dekil seperti ini. Baumu saja seperti bau terasi." Pak Reyhan menutupi hidungnya saat mengatakan kalimat itu.
Namun aku tak merasa bau terasi karena tak menyentuh benda itu. Apa karena aku baru selesai masak? Tapi, apa katanya tadi? Dekil? Kulit putih mulus begini dibilang dekil? Lalu kulit seperti apa yang dia mau? Ari-ari?
"I-iya, Pak, saya mengerti." Aku pun menerima amplop cokelat tebal yang katanya berisi uang itu.
"Semua benda yang akan kamu pakai di pernikahan akan segera diberikan oleh istriku besok. Temui dia di alamat ini jam sepuluh." Lagi-lagi Pak Reyhan memberikanku sebuah kertas berisi alamat.
"Tapi, Pak, besok saya kerja."
"Kamu masih berpikir untuk bekerja?" Matanya hampir melompat keluar. Astaga, seram sekali. "Segera resign dari pekerjaanmu itu, mengerti?"
"I-iya, Om, saya mengerti." Aku terpaksa mengangguk cepat. Ternyata dia kalau marah sangat seram. Pantas saja dulu bapak sering bercerita bahwa pemilik perusahaan adalah orang yang sangat arogan.
"Panggil Mas, jangan Om! Memangnya aku setua itu?" desisnya tajam.
Aduh, aku takut, dia benar-benar seram.
"Iya, Mas." Aku terpaksa menurut agar wajah seramnya itu segera pergi dariku. Padahal, dia kan memang tua. Apa jangan-jangan dia menolak tua?
Setelah Pak Reyhan pulang, aku pun bisa menghela nafas lega. Bagaimana bisa aku akan menikah dengan orang sedingin dia? Astaga, aku merasa seperti akan masuk ke kandang singa.
Setelah memastikan pria itu pergi, aku pun segera menghampiri Bapak dan ibu yang masih mengobrol di ruang tamu. Mereka harus menjelaskan semuanya padaku. Kalau tadi aku tidak merasa takut, pasti aku sudah memberontak dan menolak untuk dijodohkan dengan suami orang.
"Pak, Bu, mengapa kalian membiarkan aku menjadi istri kedua seorang pria yang sudah beristri?" sungutku kesal.
"Maaf, Nak, kamu kan tahu Bapak ekonominya sedang susah karena terjerat pinjaman online sampai ratusan juta. Apa kamu mau melihat Bapak bunuh diri seperti waktu itu?" ucap ibu yang langsung membuatku tak tega. Melihat seorang pria tua yang sudah memiliki guratan keriput di wajah, juga kulit yang mulai longgar karena termakan usia.
"Tapi masa aku harus menjadi istri kedua suami orang? Apakah tidak ada yang lebih keren lagi?" Aku mendengkus kesal. Memangnya kita mengalami semua ini karena siapa? Kan karena Bapak yang ditipu sama temannya.
"Maafkan kami, Nak. Hanya kamulah yang bisa melunasi seluruh utang keluarga kita. Kamu tahu sendiri kan, adik Bapak tidak mau membantu kita sama sekali." Bapak mulai mengadu lagi perihal adiknya yang tak mau membantunya sepeserpun.
Dia memang memiliki seorang adik laki-laki yang telah berkeluarga. Jika nama ayahku adalah Ilham, maka nama adiknya adalah Bowo.
Om Bowo adalah satu-satunya keluarga yang Bapak punya. Memiliki ekonomi yang cukup lumayan karena bekerja di perusahaan BUMN sebagai manajer. Namun, entah mengapa Om Bowo seolah ingin menghindari kami dan terkesan tak mau mengakui kami saudaranya. Mungkin karena sekarang dia sudah memiliki banyak uang sehingga melupakan kami yang dulu pernah menolongnya ketika susah.
Apalagi Tante Feni yang sangat sombong dan angkuh. Selalu memamerkan barang-barang mahalnya tetapi tidak ingat untuk membantu saudara.
Mereka memiliki seorang anak yang usianya sama sepertiku bernama Laras. Dia berusia sembilan belas tahun dan sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah semester empat. Lalu, mengapa aku lulus di usia sembilan belas tahun? Itu karena dulunya, waktu SD, aku pernah tinggal kesal. Aku akui bahwa aku sangat bodoh sehingga tidak lanjut kuliah akibat otak yang tak sanggup berpikir.
Ya, walaupun dibanding Laras aku jauh lebih cantik, namun tetap saja otakku sangat lemot. Entah bagaimana nantinya ketika aku menjadi istri Pak Reyhan. Bisa-bisa dia menderita hipertensi karena ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Berdo'a saja
lemot ya
2023-12-13
1
Pandas
hahah lucunya
2023-04-20
0
puputgendis
baguss buat tuh org darting trus y😀
2023-03-03
0