Seorang wanita menghampiri Kevin yang sedang menatap Dea.
"Kamu disini?",tanya seorang wanita pada Kalen.
"Luna kamu kenapa ada disini?",tanya Kalen balik.
"Lah harusnya aku yang nanya sama kamu kenapa kamu ada dibutik ini?diruang baju pengantin lagi",ujar Aluna menatap sekeliling ruang tak menemukan siapapun selain mereka berdua.
Kalen kembali menatap gadis ia yang lihat tadi namun ia tak menemukannya begitu juga dengan Mamanya.
"Kemana Mama dan gadis itu?",batin Kalen.
"Sayang...",ujar Aluna yang kesal dengan Kalen karena mengacuhkannya.
"Oh itu aku jemput Mama belanja disini tapi aku salah memasuki ruangan",bohong Kalen.
"Tante Risa disini?",tanya Aluna.
"Ya...kamu sama siap ke sini?",tanya Kalen mengalihkan pembicaraan.
"Oh...itu dengan temanku.Oh ya aku tinggal dulu ya sayang temanku pasti sudah menunggu",ujar Aluna yang terlihat gugup.
"Ya...",jawab Kalen yang merasa ada yang disembunyikan oleh kekasihnya itu.
Sepeninggal Aluna Kalen dikejutkan dengan tatapan tajam sang Mama.
"Jadi kau dan dia belum putus?",tanya Marisa dengan tatapan tajam.
"Belum Ma...Mama tau bukan kalau dia adalah wanita yang aku cintai hanya dia yang akan menjadi pengantinku",ujar Kalen.
"Mama heran sama kamu Kalen wanita seperti itu kamu cintai.Wanita yang rela menjual--
"Mama... cukup!.Tolong jangan lagi Mama mengatakan yang tidak tidak tentang Aluna",ujar Kalen.
"Demi wanita itu kamu membentak Mama Kalen?",tanya Marisa dengan tatapan kecewa.
"Ma...maafkan aku,aku tidak bermaksud membentak Mama",lirih Kalen yang menyadari kesalahannya.
Dea yang melihat pemandangan itu tersenyum miris.Calon suaminya masih memiliki kekasih.Ia tak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain.Mungkin ia nantinya bisa bernegosiasi dengan pria itu untuk membatalkan pernikahan ini.
"Dea...ayo kita pulang!",ujar Marisa menghampiri calon menantunya itu.
"I-iya Tante...", jawab Dea tersenyum canggung karena Kalen menatapnya dengan begitu tajam.
"Oh ya nanti kamu kirim gaunnya ke alamat saya",ujar Marisa pada pegawai tadi.
"Iya Nyonya",jawab pegawai itu ramah.
Marisa membawa Dea keluar dari butik itu dengan hati yang begitu kesal dengan sang anak.Berulang kali ia mengatakan kalau kekasih anaknya itu bukan wanita baik baik tapi Kalen yang pernah mau mendengarkan.
"Dea...maaf ya jika--
" Tidak apa apa Tante.Aku mengerti kok",jawab Dea yang sebenarnya ia ingin bertanya banyak hal akan calon suaminya itu termasuk wanita yang tadi datang menghampiri Kalen.
"Kita ke toko perhiasan ya Pak",ujar Marisa pada sang sopir pribadinya.
"Baiklah Nyonya",jawab sang sopir.
"Dea...mau rencana kuliah dimana?",tanya Marisa pada Dea yang dari tadi menikmati perjalanan mereka.
"Gak Tante...aku gak ada biaya untuk kuliah",jawab Dea.
"Kamu kalau mau kuliah mau jurusan apa?",tanya Marisa lagi.
"Dokter Tante... Sebenarnya sebelumnya saya mendapat beasiswa tapi karena saya diminta ayah untuk menikah jadi saya melepas beasiswa itu Tante",jawab Dea.
Marisa manatap Dea dengan tatapan sendu.Akibat permintaan mertuanya pada kedua orang tua Dea membuat gadis ini memutus mimpinya.
"Setelah menikah Tante akan meminta pada Kalen untuk mengizinkan kamu kuliah",ujar Marisa.
"Gak usah Tante,aku tak memiliki--
"Semua biaya dari Tante,kamu cukup belajar dengan giat",ujar Marisa.
"Tapi Tan...aku pastinya akan merepotkan Tante nantinya", jawab Dea.
"Tidak Dea...",ujar Marisa mengusap lengan Dea dengan lembut.
Tak lama mobil mereka sampai disebuah toko perhiasan.Marisa mengajak Dea turun dari mobil lalu memasuki toko dengan bergandengan tangan.
"Tolong ambilkan cincin couple terbaik di toko ini",ujar Marisa pada pegawai toko yang menyambut kedatangan mereka.
"Baik Nyonya...",jawab pegawai itu dengan ramah.
Pegawai itu memeberikan beberapa cincin couple pada Marisa.
"Kamu pilih mana yang kamu suka",ujar Marisa pada Dea.
"Ehem..."
"Datang juga kamu,Mama kira kamu tidak akan mengikuti Mama kesini dan Dea",sinis Marisa pada Kalen yang baru saja datang.
Kelen menatap Dea sekilas lalu kembali menatap sang Mama datar.
"Dea ayo pilih nanti Kalen akan mencocokkan ukuran untuk jarinya",ujar Marisa.
Dea menatap satu persatu cara cincin bertahtakan berlian itu.Dea menunjuk sebuah cincin dengan model simpel namun sangat mewah.
"Ternyata pilihannya cukup bagus juga",batin Kalen tersenyum miring karena ia tau tujuan gadis itu menikah pasti karena ingin menumpang hidup dengan keluarganya.
"Pilihan yang bagus Dea",puji Marisa.
"Hmmm dasar gadis matre...",bisik Kalen tepat ditelinga Dea.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Nendah Wenda
belum tau kalen entar nyesel nyiain cewek baik baik
2023-09-12
6
Norida Khayril Rida
saya suka sifatnya dea
2023-08-30
1
Fatimah
jgn dengerin kalenan
2023-08-22
0