Happy Reading.
Arkan menarik rambutnya frustasi karena tidak berhasil menemukan jejak Ciara. Mantan istrinya itu tidak ada dimana-mana, padahal Arkan sudah mengerahkan banyak waktu agar bisa terus menjangkau wanita yang kini memenuhi ruang dihatinya itu.
Namun, nyatanya mantan mertuanya begitu gigih menyembunyikan keberadaan Ciara.
Ponselnya berdering, ada telepon masuk dari Johan. Arkan mengabaikan pesan itu, dia tahu pasti Johan akan mengabari kondisi Jihan saat ini. Sungguh Arkan sudah tidak peduli terhadap wanita itu, kepeduliannya menghancurkan segalanya, dan kini saatnya Arkan belajar dari kesalahan.
Tidak berapa lama ponselnya berdering kembali, kali ini nomor dari Ayahnya.
Arkan mengusap wajahnya kasar, jangan sampai Ayahnya mengabari hal-hal yang buruk, atau bahkan Ayahnya menyuruhnya untuk menjenguk Jihan. Tidak, Arkan tidak sudi.
Sedari tadi ponsel Arkan benar-benar berisik, karena tidak tahan akhirnya Arkan mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilannya.
"Halo?"
"Halo, Arkan, Ayah minta tolong padamu, bisakah kamu ke rumah Ayah sekarang?"
Kening Arkan mengernyit, kenapa juga Ayahmu meminta tolong padanya.
"Minta tolong apa? Kenapa nggak minta tolong sama pengawal Ayah, atau minta tolong Sam!"
"Tidak bisa, karena hanya kamu yang bisa menolongnya, please!!"
Arkan tertawa mendengar ucapan sang Ayah yang tiba-tiba memohon padanya itu
"Memangnya ada apa? Aku nggak mau ke rumah kalau Ayah tidak menceritakan masalahnya!"
Terdengar helaan nafas diseberang.
"Ibumu datang, dan dia memintaku untuk bicara padamu!"
Arkan hampir menjatuhkan ponselnya, entah kenapa mendengar nama Ibunya membuat Arkan sakit hati.
Hestia pergi meninggalkan Arkan, padahal cowok itu sudah melarang sang ibu untuk pergi, tetapi tetap saja Hestia meninggalkan nya demi memilih karir di luar negeri.
Meskipun Ibu dan Ayahnya sudah berpisah, tetapi Arkan ingin mereka tidak pergi kemana-mana, Arkan masih ingin bisa bertemu ibunya setiap hari. Biar bagaimana, Arkan tidak pernah ingin terlahir dari keluarga yang broken home.
Makanya dari sekarang Arkan masih saja menyalahkan sang ayah atas semua masalah yang terjadi.
"Akan ku pikirkan nanti!" jawab Arkan kemudian mematikan panggilan dari sang Ayah.
Arkan menjatuhkan wajahnya di atas setir mobil, dia sebenarnya tidak membenci Ibunya, tapi Arkan hanya kecewa.
"Apa mungkin yang dirasakan Ciara sama seperti yang dirasakan ibu? Hingga membuatnya pergi meninggalkanku?" gumam Arkan.
Mungkin memang hati wanita begitu lemah, hingga memilih pergi daripada harus bersama dengan orang yang telah menyakitinya.
****
Johan menatap wanita yang masih terbaring lemah itu dengan tatapan iba, setelah beberapa jam yang lalu Jihan melahirkan secara cecar dan anak yang dilahirkan menderita gagal jantung, hingga akhirnya dua jam yang lalu dinyatakan meninggal dunia.
Johan turut prihatin melihat kondisi Jihan yang seperti ini, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Jihan hanya sebatang kara, kedua orang tuanya sudah meninggal dan tentang kerabatnya, Jihan sama sekali tidak tahu.
"Makanya, jadi orang tuh jangan jahat-jahat, bikin rumah tangga sahabat sendiri jadi hancur, dan akhirnya bayimu juga tidak kuat hidup lebih lama, mudah-mudahan setelah kamu sadar harus segera insyaf, biar nggak kena karma lagi," ujar Johan menatap Jihan yang masih belum sadar itu.
Setelah itu Johan keluar dari dalam ruang rawat Jihan, pria itu mengambil ponselnya dan melihat apakah Arkan sudah membalas pesannya atau menelepon balik.
Namun ternyata tidak ada pesan apapun untuk Jihan, membuat Johan menghela nafas kasar.
"Bagus Arkan, ternyata lo bener-bener serius dengan ucapan lo sendiri, kalau memang lo mau ngejar Ciara, jangan mau lagi sama Jihan, ternyata memang pancingan gue nggak mempan! Gue seneng kalau lo benar-benar udah cinta sama Ciara!" gumam Johan tersenyum.
****
Ciara sudah sampai di Singapura, wanita itu langsung diarahkan oleh Om Ferry ke apartemen milik Papa Ciara yang belum lama di beli itu.
Ciara masuk kedalam kamarnya yang cukup luas, mengamati kamar tersebut dengan senyum terulas di bibirnya. Ciara berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan bahagia di sini.
Dengan meninggalkan segala luka dihatinya, Ciara ingin membuka lembaran baru sambil mengobati bekas-bekas luka yang masih tersisa.
Kehilangan anak yang belum sempat melihat dunia adalah luka terbesarnya, hingga Ciara memutuskan bercerai dari Arkan. Karena menurut Ciara, dia sudah tidak sanggup lagi jika harus menahan diri dan hanya diam saja saat mengetahui kebohongan demi kebohongan yang di lakukan Arkan.
'Huh, aku tidak boleh ingat nama itu lagi, semuanya sudah berlalu, dan aku akan belajar untuk menjadi wanita kuat dan mandiri!'
Ciara berjalan ke arah jendela yang masih tertutup tirai tersebut. Wanita itu menyibak tirai berwarna putih itu dan matanya terperangah ketika melihat pemandangan kota yang begitu bagus didepan matanya itu.
"Wah, kalau seperti ini pasti aku akan betah memandang ke arah jendela!" seru Ciara sambil tersenyum lebar.
Wanita itu membuka pintu yang terbuat dari kaca tersebut. Di sana ada sebuah balkon kecil yang dilengkapi dua kursi duduk dan satu meja bulat kecil yang pas untuk meletakkan dua gelas satu toples camilan.
"Selamat datang Singapura, sepertinya aku akan cocok tinggal di sini!"
Ciara memutuskan untuk membersihkan apartemen yang sebenarnya sudah dibersihkan itu.
Menata letak kamar dan perabotan yang tidak terlalu banyak di ruang tamu. Setelah selesai, wanita cantik itu memutuskan untuk mandi.
'Mungkin jalan kita bersama harus benar-benar selesai Arkan, aku harap kamu bahagia dengan wanita lain selain aku!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
suka dengan pemikiran Johan....Jihan anak mu meninggal karena keegoisan mu kala itu
2024-03-09
1
Sulaiman Efendy
SAYANGNYA, DLM CERITA INI OTHOR TTP MNJODOHKN ARKAN DGN CIARA,, HRSNYA OTHOR KASIH JODOH BARU BUAT CIARA, KSIH JODOH LKI2 YG SEGALA2NYA DRI ARKAN, BAIK CINTA & KASIH SAYANGNYA.. BIAR NYAHOK SI ARKAN...
2023-07-05
2
Dyah Shinta
ydah g ada rasa sana sekali tuh ciara ke arkan?
ntar tau2 cinta lagi...
kalo mau disatukan harusnya masih dong ada rasa cintanya..
2023-05-19
1