Chapter 3

Happy Reading.

Arkan langsung memeluk Ciara ketika mengetahui bahwa istrinya itu telah hamil. Penantian nya selama ini ternyata tidak sia-sia. Meskipun harus menunggu selama 6 bulan tapi Arkan langsung bersyukur karena selama itu juga dia bisa langsung jatuh cinta pada Ciara.

Awalnya dia mengira bahwa pernikahannya dengan Ciara akan berasa hambar karena Arkan tidak mencintai wanita itu.

Arkan melamar dan menikahi Ciara hanya untuk membuat Jihan cemburu. Awalnya Arkan juga terkejut ketika mengetahui jika Ciara memendam rasa cinta padanya. Ciara mengatakan semua perasaan nya tepat di malam pertama mereka, dan di saat itulah Arkan bagai terhipnotis dan dengan mudahnya mendapat kesucian Ciara.

Setelah malam itu, Arkan merasa jika dia tidak pernah menyesali perbuatannya. Arkan tidak merasa bersalah pada Jihan, bahkan rasa berdebar itu selalu hadir saat menatap senyum Ciara yang seperti bulan sabit. Matanya menyipit dengan lesung Pipit kecil di pipi kirinya.

Hanya dengan melihat senyum itu, darah Arkan terasa berdesir hebat. Ya, akhirnya Arkan mengetahui jika dirinya telah jatuh cinta pada sang istri saat mengucapkan nama Ciara dalam ijab qobul yang saat itu membuat darahnya berdesir dengan jantung berdebar hebat.

Bukan debaran gugup, melainkan debaran haru yang entah kenapa tiba-tiba hadir di hatinya.

Sungguh Arkan tidak tahu jika Tuhan gampang sekali membolak-balikkan hati manusia.

Arkan yang awalnya hanya menganggap Ciara sahabat, menggunakan Ciara sebagai alat untuk membuat Jihan cemburu, kini semua seakan berbalik pada Arkan.

Apakah dia telah mendapatkan karma karena mempermainkan perasaan Ciara waktu beberapa bulan sebelum menikahinya?

Ya, Arkan melakukan pendekatan dengan Ciara dua bulan sebelum pernikahan mereka, seminggu setelah lamaran akhirnya Arkan meminang Ciara.

Jika ditanya apakah dia mencintai Ciara saat melamarnya, jawabannya TIDAK karena Arkan waktu itu hanya berniat mempermainkan pernikahan dengan memperalat Ciara agar Jihan sakit hati dan cemburu.

Arkan tidak berpikir akan dibawa kemana pernikahan mereka, karena itu akan dia pikirkan setelah Jihan luluh padanya.

Tetapi lihatlah sekarang, di saat Jihan kembali padanya, Arkan hanya merasa kasian karena wanita itu hanya sebatang kara. Arkan sama sekali tidak ada niatan untuk menduakan Ciara karena saat itu Arkan menolak mentah-mentah ketika Jihan meminta untuk menikahinya.

Arkan tahu dia salah karena telah bertemu Jihan dibelakang Ciara, karena Arkan tidak mau jika sebelum dia menikahi wanita itu, Arkan dan Jihan pernah memiliki hubungan. Apalagi sekarang Jihan memang terlihat menyesali perbuatannya yang menolak Arkan waktu itu.

Arkan akui jika dia sangat jahat telah bertemu wanita lain dibelakang istrinya, tetapi hati Arkan tetap tidak goyah, dia tidak akan menduakan Ciara.

Arkan berjanji jika dia akan mencintai Ciara dengan segenap hati, dia hanya ingin Ciara saja, tidak yang lain.

Ciara tidak tahu harus berkata apa, melihat wajah berbinar Arkan membuat tekadnya yang tadinya kuat untuk pergi jauh, luluh sudah.

Mata Ciara berkaca-kaca, apakah dia sanggup jika harus berpisah dengan Arkan saat dirahimnya tumbuh calon penerus masa depannya dengan pria yang sangat dicintainya.

Ciara tersentak kala Arkan mencium bibirnya dengan intens. Ciara bingung, bukankah Johan bilang jika Arkan tidak mencintainya, tetapi kenapa sikapnya ini membuat Ciara bimbang.

Arkan selalu mencuri kesempatan untuk menciumnya, bahkan perhatian Arkan selalu tercurahkan pada nya.

"Arkan, apa kamu bahagia memiliki anak dariku?" tanya Ciara setelah ciuman mereka terlepas.

"Tentu saja aku bahagia, sayang! apa kamu tidak bahagia? hem?" Ciara menatap mata suaminya, mencoba mencari kebohongan di dalam sana.

Namun, Ciara tidak menemukan nya, apakah Arkan benar-benar bahagia?

"Kenapa kamu bahagia?" Arkan terkejut mendengar pertanyaannya dari istrinya. Kenapa Ciara aneh sekali.

"Karena aku cinta kamu, karena kamu yang akan menjadi ibu dari calon anak-anak ku, kamu belum siap hamil, ya?" tanya Arkan yang kini merangkul bahu Ciara dan mendudukkan tubuh mereka di sofa.

Hati Ciara bagai diiris-iris, apakah suaminya ini berbohong, kenapa dia pandai sekali berbohong. Apakah Ciara tidak akan pernah tahu kebohongan Arkan jika dia tidak mendengar sendiri.

"Tidak, aku siap, kalau begitu aku ingin kamu tidak lembur lagi, aku tidak mau ditinggal keluar kota lagi, aku ingin hari Minggu kamu nggak kerja, bisa 'kan?"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Jihan kalau sudah tolak cinta Arkan kenapa lagi jumpa dibelakang Ciara.. carilah lelaki lain..

2024-03-09

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

berarti si jihan in gk tau malu y dh nolak eh ujungny nyesel,,kyk salma gk sih,,mirip y sm kisah ortuny 🤭🙏

2023-07-02

1

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

sudah dicurigai ciara sbaiknya kamu putusin hub dg jihan

2023-03-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!