Happy Reading
Ciara membelalakan matanya ketika mendengar ucapan sang Mama. Tidak, dia tidak mau bertemu dengan Arkan lagi. Sudah cukup pria itu membuat Ciara hancur.
"Ma, aku mau pergi ke kedai kopi di komplek sebelah, jangan bilang sama Arkan kalau aku di sini, aku nggak mau ketemu dia lagi, Ma!" ujar Ciara kemudian berbalik ke arah.
Berlari menuju komplek sebelah depan kecepatan tinggi, sungguh Ciara tidak mau bertemu dengan Arkan lagi.
Nada menghela nafas, dia kemudi berbalik menuju rumahnya lewat pintu belakang. Karena tadi Nada memang belum sempat menemui Arkan yang sudah disuruh masuk oleh Mbok Mimin.
Saat Mbok Mimin pergi ke belakang, Nada langsung mengatakan pada asisten rumah tangganya itu jika Arkan menanyakan Ciara, suruh bilang tidak ada.
"Mbok, udah suguhin minumannya?" tanya Nada yang sudah masuk rumahnya.
"Sudah Nyonya, tadi den Arkan juga nanyain Non Ciara dan Nyonya, tapi saya bilang kalau Non Ciara tidak ada di Bali," jawab Mbok Mimin.
"Bagus Mbok, pokoknya jangan ngomong apapun sama Arkan ya, Ciara sedang bersembunyi di komplek sebelah, dia mau mampir ke kedai kopinya si Firman, nanti biar Arkan pergi dulu dari sini baru Ciara mau pulang," bisik Nada.
"Siap, Nyah!"
Arkan gelisah, dia masih belum percaya jika mantan istrinya tidak ada yang di Bali, tetapi kenapa tadi asisten rumah tanggan mantan mertuanya mengatakan jika Ciara tidak ada di sini.
Lalu kemana Ciara pergi? Arkan tidak tahu dimana keluarga Ciara selain di Bali dan Jakarta.
'Sayang, kamu kemana?'
Arkan melihat Mama Nada berjalan ke arahnya menampilkan senyum ramah, mantan mertua masih bersikap baik padan, padahal Arkan tahu jika Mama Nada pasti sudah tahu semuanya.
"Maaf ya Arkan, tadi Mama ke kamar mandi," ucap Nada duduk di depan Arkan.
Sebenarnya Nada tidak sepenuhnya berbohong, dia memang baru saja ke kamar mandi sebelum menemui Arkan.
"Iya Mah nggak apa apa, sebenarnya Arkan ke sini mau nyari Ciara Mah. Kata bibi Riska, Ciara kemarin pulang ke Bali," ujar Arkan menatap Mama Nada. "Arkan mau minta maaf sama Ciara, Mah!" Raut wajah Arkan menampilkan wajah yang penuh penyesalan.
Terlihat dari matanya yang menampakkan sorot sendu dan kehilangan.
"Ciara tidak ada di sini," jawab Nada to the point.
Sebenarnya Nada juga tidak ingin membohongi mantan menantunya itu, tetapi ini semua adalah permintaan putrinya yang memang masih sangat sakit hati dengan sikap Arkan setelah pernikahan mereka.
Mungkin jika dia menjadi Ciara juga pasti akan sangat sakit hati, mengingat dulu kisahnya dengan sang suami yang dimana Farel pernah mencintai sahabatnya, tetapi setelah menikah,, Farel benar-benar menepati semua janjinya jika dia akan hanya mencintai Nada dan anak mereka.
Farel tidak plin plan meskipun saat itu sahabatnya itu mengejarnya kembali. Huh, kenapa kisah putrinya jadi mirip seperti dirinya tetapi di sini bedanya Arkan masih saja meladeni sahabatnya itu padahal dia sudah mempunyai istri.
"Jadi, beneran Ciara tidak ada di sini Mah?"
Nada membenarkan letak duduknya.
"Arkan, Mama sudah tahu semuanya, Ciara juga sudah cerita apa yang menyebabkan dia bercerai darimu. Mama tidak bisa berkata apa-apa selain menasehati kalian, sebagai seorang cowok, sebagai seorang suami seharusnya kamu itu nggak boleh plin plan, kalau memang kamu udah nggak ada rasa sama sahabatmu itu, ataupun kamu merasa kamu sekedar membantunya, tolong libatkan Ciara, jangan kamu ambil masalah sendiri, kesannya 'kan kamu jadi selingkuh kalau itu memang benar kamu hanya ingin membantunya!" ujar Nada panjang lebar.
Sepertinya memang Arkan butuh seseorang untuk memberikannya penjelasan tentang menjalani hidup rumah tangga, seharusnya dia bisa membedakan mana peduli terhadap sahabat dan peduli terhadap istrinya, jangan sampai terjadi kesalahan fatal yang mengakibatkan penyesalan yang mendalam.
"Iya Mah, Arkan tahu salah, jadi karena hal ini Arkan mengabulkan permintaan Ciara yang ingin berpisah, tetapi Arkan tidak mau menyerah Mah, Arkan masih cinta sama Ciara dan gak akan bisa berpaling darinya, Arkan menyesal mah, benar-benar menyesal!" Nada bisa melihat mantan menantunya itu menitipkan air mata tetapi langsung dihapus segera oleh pria tersebut.
Mungkin merasa malu dan tidak ingin ditertawakan olehnya, entahlah tapi menurut Nada melihat Arkan seperti melihat dirinya di masa lalu.
"Kalau untuk itu Mama tidak bisa melarang mu, itu adalah hak Ciara dan hanya Ciara yang bisa memaafkanmu dan menerimamu kembali, tetapi dengan sangat menyesal Mama mengatakan jika Ciara tidak ada di Bali mungkin dia berpamitan kepada bibinya agar Riska dan Raka tidak bertanya lebih. Mama juga tidak tahu kalau Ciara sudah tidak ada di Jakarta," Nada merutuki dirinya sendiri yang berbohong di depan mantan menantunya.
Semua ini karena putrinya, dia harus benar-benar membuat Arkan seakan percaya kalau memang Ciara tidak pulang ke Bali.
"Jadi beneran Ciara tidak ke sini, Mah?" Nada menggeleng.
Arkan terlihat menunduk, berusaha menahan diri agar tidak menangis, kalau memang Ciara tidak ada di Bali, lalu kemana lagi??
Sedangkan di sisi lain.
"Cia, kamu pagi-pagi kok ngopi? lambung mu nggak sakit?" tanya Firman. Penjual Kedai kopi di komplek sebelah.
"Ngga apa-apa," jawab Ciara tersenyum.
Dia masih berusaha untuk menghilangkan perasaan gelisah nya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Ika Purnamasari
good job Cia...
Arkan yg semangat kalau beneran serius sama Cia
2023-07-21
1
Anik Trisubekti
perjuangan mu akan segera dimulai Arkan
2023-03-08
3
Triiyyaazz Ajuach
nah NADA kasih tau tuch mantan menantumu biar paham dia peduli boleh tapi jgn smp istri jadi di nomor duakan
2023-03-05
2