Happy Reading.
Arkan memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja selama di Jakarta. Dia akan kembali ke perusahaan milik Ayahnya sendiri di Bali.
Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia.
Awalnya memang Arkan ingin bekerja dan sukses besar tanpa embel-embel orang tua. Dia sudah bertekad ingin lepas dari bayang-bayang Doni Irawan, sang ayah.
Sejak dulu Arkan dan Doni tidak pernah akur, apalagi setelah perceraian kedua orang tuanya gara-gara sang ayah berselingkuh hingga membuat ibunya yang bernama Hestia dia pergi ke luar negeri dan berkarir di sana.
Dia sudah memutuskan untuk mengambil alih IRW Corp yang memang diperuntukkan untuknya, sebagai anak nomor dua di keluarga besar Irawan, Arkan sudah mendapatkan jatah sendiri dari Doni meskipun Arkan tidak pernah peduli kepada Ayahnya itu.
Sang kakak yang bernama Melisa dia sudah mengelola bagiannya sendiri di Lombok bersama suaminya.
"Akhirnya, kamu kembali sama ayah, sudah Ayah bilang kan kalau kamu tidak akan bisa berdiri sendiri, Arkan Irawan!" ucap Doni terkekeh.
Memandang putranya dengan congkak, karena Arkan selalu saja mengatakan jika dia bisa berhasil tanpa ikut campur sang Ayah.
"Ayah jangan terlalu percaya diri, aku memang kembali karena mengambil hak ku, bukan karena aku tidak bisa tanpa Ayah, lagian aku ingin mencari mantan istriku yang ku duga dia ada di Bali," ucap Arkan.
Membuat Roni berdecak kesal. "Kenapa kamu masih ingin mencari mantan istrimu itu? Bukankah bagus kalau kalian berpisah, Ayah lebih suka jika kamu sama Jihan daripada Ciara itu!"
Arkan menghela nafas, entah kenapa Ayahnya sangat tidak suka jika dia menikahi Ciara waktu itu. Bahkan Doni mengatakan jika Arkan harus bersama Jihan dan menunggu wanita itu kembali dari Amerika.
"Aku mencintai Ciara, Yah!! Dan sampai kapanpun Arkan akan mengejarnya cinta Ciara!" seru Arkan dengan mata yang tajam.
Doni sudah tidak terkejut lagi melihat sikap putra satu-satunya itu, Arkan bersikap memusuhi nya setelah perceraiannya dengan Hestia. Arkan yang waktu itu berumur 18 tahun sudah paham dengan apa penyebabnya perceraiannya kedua orang tuanya.
Arkan yang dulunya penurut, menjadi pria yang suka berontak dan pasti akan selalu membuat nya marah dan kesal. Tetapi lama kelamaan pertengkaran diantara mereka sudah menjadi hal biasa.
"Terserah kamu, Ayah hanya menyarankan wanita baik-baik tetapi kamu tidak mau, ya udah, kalau kamu di bikin kecewa lagi sama Ciara, jangan nyari Ayah!"
Arkan tersenyum miring mendengar ucapan sang Ayah. Jika seandainya Doni tahu siapa yang telah mengecewakan siapa, apakah Ayahnya masih menyalahkan Ciara.
Dan di sini siapa wanita baik-baik dan wanita yang tidak baik, apakah Ayah mau memiliki menantu yang tengah hamil besar dan tidak tahu siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.
"Jihan lagi hamil, apa ayah mau urusin anak orang??"
"Apa? Jihan hamil? Kok bisa?" Doni terlihat terkejut. Sungguh dia tidak tahu kabar dari anak sahabatnya itu.
Arkan hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban dari ayahnya. Dia juga sudah tidak mau berurusan dengan Jihan kembali.
"Arkan, kalau gitu kenapa nggak kamu aja yang tanggung jawab, kamu kan cinta sama Jihan, jadi mumpung kamu sudah jadi duda, sekarang adalah kesempatan untuk bisa memiliki Jihan seperti yang kamu inginkan dulu," ujar Doni menatap putranya.
Wow!! Arkan benar-benar ingin bersorak dalam hati, mengumpati sang Ayah juga hanya dalam hati.
Sial, kenapa dia bisa punya Ayah yang seperti ini?? Batin Arkan kesal.
"Kenapa bukan Ayah saja yang nikahin Jihan, ayah urus tuh anak orang biar seneng, anak sendiri ditelantarin aja! Lagian kenapa Ayah suka banget sama Jihan, sih? Apa jangan-jangan ayah sudah mendapatkan servis dari wanita itu?"
Mata Doni membola mendengar ucapan sang putra, "ap-apa maksud kamu, tentu saja ay6ah bukan orang yang seperti itu, Ayah tidak pernah mencari teman kencan yang usianya semuda kamu, huh!" Doni akhirnya pergi dari hadapan Arkan karena sudah malas berdebat dengan putranya itu.
Sedangkan disisi lain.
"Arkan!! Arkan!!" Jihan menggedor pintu apartemen Arkan berkali-kali, tetapi tetap tidak ada yang membuka pintunya. Ini sudah Lima hari Arkan tidak terlihat keluar maupun masuk ke dalam unitnya.
Jihan benar-benar tidak tahu mau kemana lagi mencari Arkan, dia sudah bertanya kesana kemari, bahkan yang mengejutkan adalah pria itu sudah keluar dari kantor tempatnya bekerja.
"Sial!! Kemana sih lo!!" gerutu Jihan kesal karena tidak mendapati Arkan di manapun. Bahkan nomer ponselnya sudah di blokir oleh pria itu.
DUK!!
"Awww!! Sakit!!" Jihan terjatuh karena menendang pintu apartemen Arkan dengan sedikit keras. Tubuhnya limbung ke belakang dan terjungkal.
"Aaaakk, darah!!!! Sakit!!"
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
mungkin Doni yang punya anak di kandungan Jihan..apa lagi Doni kaki selingkuh 😏
2024-03-09
0
Puspita Sari
ya gitu lah cowok kalo tukang selingkuh cewek jalang pun dianggap wanita baik" di matanya wkwkkw
2023-12-30
1
Suherni 123
jangan jangan bapak mu pernah nyicipin Jihan secara dia gugup jawabnya
2023-09-03
1