Chapter 10

Happy Reading.

"Aku ingin bercerai!" ujar Ciara sekali lagi.

Mata Arkan membola sempurna ketika mendengar ucapan lirih dari sang istri yang masih bisa dia dengar.

Ciara bahkan mengulanginya sampai dua kali.

"Sayang, kenapa kamu ngomong gitu?? Aku akan jelaskan semuanya sama kamu, tentang aku sama Jihan, kamu cuma salah paham, jadi please!! Jangan ngomong aneh-aneh lagi!" Arkan panik, dia benar-benar tidak menyangka jika Ciara akan meminta cerai darinya.

"Aku nggak ngomong aneh-aneh, aku serius Arkan, aku ingin kita berpisah!" tekat hati Ciara sudah bulat.

Sudah tidak ada yang membuatnya bertahan hidup di sisi Arkan. Selama beberapa bulan ini Ciara bertahan karena bayi mereka. Tetapi jika sudah seperti ini, apa yang harus Cia pertahankan dari hubungan penuh kepalsuan ini?

Ciara awalnya mengira jika semuanya akan baik-baik saja, dia hanya berpura-pura tuli dan buta. Berpura-pura tidak pernah mendengar kenyataan jika Arkan tidak pernah mencintainya.

Namun, setelah dia kehilangan bayinya, mata Ciara terbuka jika Arkan tidak pernah peduli sama sekali. Dia tetap akan berlari ke Jihan jika wanita itu membutuhkan nya.

Ciara tidak akan menjadi pilihan Arkan, meskipun telah mengandung anaknya.

"Kenapa? Apa alasan kamu minta pisah?"

"Karena kamu tidak mencintai ku!"

Deg!

Jantung Arkan bertalu kencang, sungguh dia sangat terkejut dengan ucapan dari Ciara.

"Sayang, siapa yang mengatakan semua itu padamu, aku mencintaimu Ciara, aku sayang sama kamu," ujar Arkan masih berusaha memeluk Ciara, tetapi istrinya itu selalu menolak.

"Yang kamu cintai bukan aku, tapi Jihan!" Arkan langsung menggeleng cepat.

"Aku cinta sama kamu, Ciara Alfredo, bukan Jihan!" seru Arkan.

Mungkin Ciara sedang marah dan kecewa terhadap dirinya karena kehilangan Bayi mereka. Arkan paham dan dia sangat tahu bagaimana perasaan Ciara saat ini.

Sungguh, Arkan menyesali semua tindakannya yang berakibat fatal ini. Ciara salah paham dengan melihatnya bersama Jihan, padahal semua itu tidak seperti apa yang istrinya lihat, hingga membuat Ciara lari darinya.

"Aku dengar sendiri, aku sudah tahu semuanya sejak saat pertama kali mengetahui kehamilan ku, saat itu aku datang ke kantor hanya untuk memberikan mu kejutan, tetapi ternyata aku yang dibuat terkejut dengan mendengar semua rahasia yang kamu sembunyikan!" ujar Ciara kali ini dengan nada tegas, tidak lagi terdengar suara isakan dari mulutnya.

Ciara sudah tidak mau lagi berhubungan dengan pria pembohong seperti Arkan, dia juga tidak mau hidup bersama suami yang tidak mencintainya.

Arkan melongo, dia mencerna ucapan sang istri. Jadi bisa dipastikan Ciara datang saat Johan meminta Arkan menceraikan Ciara karena kehadiran Jihan yang sudah diketahui oleh Johan. Sahabatnya yang tahu dengan jelas cerita hidupnya.

"Sayang, kamu salah paham, apa kamu tidak mendengar sampai akhir??" Arkan tidak bisa melepaskan istrinya.

Ciara menggeleng lemah, dadanya berasa sesak sekali, Ciara hampir kehabisan nafas.

"Sayangku, istriku, aku akan menjelaskan semuanya padamu, aku cuma nolongin Jihan waktu dia balik dari Amrik, dia hamil dan tidak punya siapa-siapa!"

"Aku juga hamil!" skakmat, Arkan tidak bisa berkata-kata lagi.

Pria itu tahu jika yang dilakukan salah besar.

"Maaf, sayang!" hanya itu yang bisa Arkan ucapkan.

"Jadi, jika aku tidak hamil, apakah kamu akan menceraikan ku dan menikahi Jihan, seperti keinginan mu sejak awal? Kenapa kamu membohongi ku seperti ini, Arkan?? Jika memang kamu tidak mencintai ku, seharusnya kamu menceraikan ku ketika Jihan kembali, buktinya kamu memang tidak pernah bisa lepas dari Jihan, wanita yang sejak dulu kamu cintai!! Aku memang benar-benar bodoh, ya? Masih mau bertahan dengan pria sepertimu, berharap cinta darimu, tetapi kenyataannya kamu tetap lari ke arah Jihan dan lebih memilih mengabaikan ku yang jelas-jelas mengandung anakmu! Oh, ataukah anak yang dikandung Jihan anakmu juga?"

"TIDAK, itu bukan anakku, aku nggak mau pisah, Ciara!! Aku cinta sama kamu, aku nggak cinta lagi sama Jihan!" seru Arkan yang semakin membuat Ciara tersenyum sinis.

Jadi benar jika Arkan memang mencintai Jihan, selama ini dia benar-benar ditipu.

"Lepaskan aku, aku nggak mau hidup sama kamu lagi!"

"Nggak!! Aku nggak mau!!" Arkan menarik Ciara ke dalam pelukannya.

Wanita itu akhirnya menangis kembali, Ciara memukul dadar Arkan sekuat tenaga untuk melampiaskan kemarahannya pada pria itu.

"Apa salahku Arkan!! Kenapa kamu mengorbankan ku demi ambisi mu!! Apa salahku sama kalian!! Apa karena kalian anggap aku ini bodoh!!"

Arkan menangis keras, bahkan dia meraung sambil menggumam kan kata maaf untuk istrinya itu.

"Maaf, maafkan aku!! Aku cinta kamu sayang, aku cinta sama kamu!"

"Aku tetap minta pisah, aku mau kita cerai!!"

***

Arkan hanya bisa menatap sendu wanita yang kini telah resmi menjadi mantan istrinya itu. Dia tidak bisa lagi menahan Ciara untuk bersamanya.

Namun, Arkan berjanji dia akan memperbaiki diri dan mengejar cinta Ciara kembali. Dia tidak akan berbuat kesalahan untuk yang kedua kalinya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Arkan yang tiada komitmen....
pantas Ciara minta cerai...

2024-03-09

0

Irma sariany

Irma sariany

syukuri,,jijik aku nengok arkan

2023-10-17

3

Ika Purnamasari

Ika Purnamasari

biar tau rasa Arkan

2023-07-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!