Chapter 2

Happy Reading.

Ciara menumpahkan air mata yang sejak tadi sudah menganak. Hatinya sakit dan perasaannya hancur. Di saat seharusnya dia merasa bahagia karena kehadiran calon baby mereka yang baru berumur Lima Minggu, tapi mengetahui kenyataan yang menyakitkan membuat Ciara tidak bisa berkata-kata.

Dadanya terasa sesak, kali ini Ciara benar-benar menangis dan meraung sejadi-jadinya.

Wanita itu meremat setir mobilnya, sungguh Ciara merasa dibodohi selama ini. Arkan, pria yang seharusnya membuat nya bahagia, malah membawa luka yang mendalam.

"Kenapa kamu jahat sekali Arkan! kenapa kamu membohongi ku selama ini! aku kira persahabatan mu dan Jihan benar-benar murni, tapi nyatanya di balik semuanya, kalian telah menusukku dari belakang!"

Ya, Ciara, Jihan dan Arkan adalah tiga sahabat sejak mereka kuliah. Meskipun Ciara dan Jihan selalu bersama, tetapi Ciara tidak pernah tahu jika Jihan dan Arkan pernah lebih dekat lagi bahkan sampai sekarang.

Sampai Ciara dan Arkan menjadi suami istri, Ciara sama sekali tidak tahu jika Jihan dan suaminya selalu bertemu dibelakang nya.

"Jahat, jahat, jahat!!! kalian jahat!!"

Ciara kali ini tidak mau dibodohi lagi, tapi bagaimana dengan bayinya? bukankah batinya masih membutuhkan sang Ayah?

Apakah Ciara akan egois dengan membawa pergi bayinya itu, pergi sejauh mungkin dari Arkan dan Jihan. Tapi apakah dia tega memisahkan anaknya dan sang Ayah.

Sungguh Ciara sama sekali tidak pernah menyangka jika Arkan tega sekali kepadanya. Ciara selalu percaya dengan apa yang diucapkan suaminya.

Arkan selalu terlihat tulus di matanya, kata-kata cinta yang selalu terucap dibibir nya sama sekali tidak terlihat jika pria itu sedang pura-pura.

Ah, apakah karena Ciara bodoh, jadi dia bisa dibodohi seperti ini??

'Cia, aku hari ini pulang malam karena lembur, gak apa-apa 'kan?'

'Ya nggak apa-apa, kalau memang diharuskan lembur ya mau bagaimana lagi, itu juga bukan perusahaan milikmu Arkan, hahaha!'

'Cia, hari ini aku lembur lagi, kamu nggak usah nungguin aku pulang, aku nggak tahu mau pulang jam berapa tapi aku janji pasti aku pulang!'

'Iya, tapi kamu jangan sampai lupa makan ya? jaga kesehatan!"

"Iya sayang!"

****

Ciara sedikit terkejut ketika merasakan sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Hembusan nafas Arkan bahkan terasa di tengkuknya.

"Lagi apa? kok tubuh nya tegang banget, pasti kaget karena aku pulang lebih cepat, ya?" tanya Arkan.

Pria itu mencuri ciuman di pipi Ciara berkali-kali, merasa gemas dengan pipi sang istri yang selalu terlihat bersemu di saat dia menciumnya.

Ciara hanya diam saja, wanita itu menahan sesak di dadanya, bahkan Ciara menahan air matanya yang ingin mengalir.

Dulu, mungkin sebelum dia belum mengetahui kalau Arkan sering menemui Jihan di belakangnya, pasti saat ini Ciara akan akan tersenyum senang ketika melihat suaminya pulang lebih cepat.

Tapi yang dirasakan sekarang, kenapa Ciara merasa sakit yang tidak berkesudahan?

"Sayang, Ada apa? Kenapa kamu diam saja?" Arkan berjalan ke arah depan Ciara, berusaha menatap istrinya yang hari ini bertingkah sangat aneh.

Arkan melihat tangan Ciara menggenggam sesuatu, perlahan pria itu mengangkat tangan Ciara dan berusaha membukanya.

Ciara diam saja dengan pandangan kosong, bahkan disaat Arkan membuka tangannya dan menemukan benda persegi panjang kecil itu Ciara masih diam.

"Ciara! kamu hamil?" seru Arkan

"Iya, aku hamil!" jawab Ciara mantap.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

bagus kamu jawab dengan jujur biar Arkan tahu kalau kau hamil...

2024-03-09

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

kmu blm denger semua dh kabur aj cia² 🤦‍♀️

2023-07-02

0

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

kputusan apa yg diambil ciara

2023-03-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!