Happy Reading
Sebelumnya.
Arkan tergesa-gesa menuju apartemennya Jihan, di mana Miko yang tengah menjaga wanita itu mengabarkan jika Jihan jatuh di kamar mandi.
Miko bilang tidak bisa memapah Jihan dan membutuhkan Arkan untuk membantunya pergi ke rumah sakit.
Arkan melajukan mobilnya cepat, bukan karena dia khawatir karena kondisi Jihan meskipun memang ada rasa sedikit khawatir.
Tetapi Arkan ingin segera membantu Miko agar urusannya cepat selesai dan dia bisa mengantar sang istri periksa kehamilan.
Saat sudah sampai di rumah sakit, keadaan Jihan memang lemah, bahkan dia harus opname mengingat kondisi Kandung nya yang tidak baik-baik saja.
Arkan tidak bisa kemana-mana ketika Miko pergi mengambil baju ganti untuk Jihan yang terkena sedikit noda darah.
Dua jam lebih Arkan harus menunggu Jihan yang bahkan tidak mau ditinggalkan olehnya. Ingin mengabari Ciara tetapi ponselnya tertinggal di dashboard mobilnya yang ada di apartemen Jihan karena tadi mereka ke rumah sakit menggunakan mobil Miko.
Arkan beranggapan jika Ciara pasti mau menunggu nya. Dia seyakin itu padahal Arkan sudah pergi meninggalkan istrinya lebih dari dua jam.
Dan disinilah sekarang, ketika Jihan merengek meminta pulang dan Arkan memapahnya karena kondisi wanita itu yang entah karena kesulitan berjalan atau memang berpura-pura, karena Jihan tidak mau memakai kursi roda.
Dia tidak mau dikira orang cacat kalau memakai kursi roda. Alhasil kejadian itu membuat kesalahpahaman besar yang membuat Ciara berlari darinya.
"CIARA!!"
BRUKK!!
Arkan berlari cepat saat melihat pemandangan di depan matanya saat ini. Ciara tertabrak motor yang melaju kencang dari arah utara dan langsung membuat wanita itu jatuh terguling diaspal. Sementara pengendara itu langsung pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.
Banyak warga memaki pengendar motor itu, ada juga yang langsung mendekati Ciara, ingin melihat kondisinya.
Miko yang lebih dekat dengan tempat kejadian perkara langsung menghampiri Ciara.
Ciara merintih kala Miko lebih dulu memegang bahu dan kakinya. "Cia, gue bawa lo ke UGD, ya?" ujar pria itu saat melihat kondisi Ciara yang masih sadar.
Namun, saat akan mengangkat tubuh kecil itu, tiba-tiba lengan Miko ditahan seseorang, "biar gue yang gendong, gue suaminya!" suara Arkan sayup-sayup terdengar disaat kesadaran Ciara diambang batas.
"Sorry bro, gue cuma mau nolongin Cia," ucap Miko melepaskan Ciara untuk dibawa Arkan.
Ciara masih bisa merasakan tubuhnya melayang dan wanita itu tahu siapa yang menggendongnya saat ini. Namun, setelah itu Ciara terlelap dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan hatinya.
"Sayang, bertahan ya!" Arkan mendekap Ciara dan langsung berlari membawanya ke UGD dengan raut wajah khawatir.
Tubuh Arkan bergetar hebat saat merasakan jika Ciara yang sudah tidak sadarkan diri.
"Ku mohon bertahanlah, sayang!!"
Semua hal itu tidak lepas dari pandangan Jihan yang juga ikut prihatin melihat keadaan Ciara yang baru saja tertabrak motor itu.
Namun, sikap Arkan kepada istrinya benar-benar mengusik pikiran Jihan. Ada rasa tidak rela saat melihat Arkan sekarang sudah tidak mencintainya lagi.
'Kenapa aku tidak mau jika Arkan sama perempuan lain!'
*****
Ciara membuka matanya perlahan, menatap ruangan serba putih dan bau disinfektan yang sedikit samar. Ciara merasakan tubuhnya sakit semua, perlahan tangannya mengelus perutnya yang sudah datar.
Ciara terkejut, padahal tadi pagi perut itu masih membuncit, dia bahkan masih bisa merasakan pergerakan janinnya yang mulai aktif.
Namun, kenapa sekarang terasa kosong. Ciara berusaha bangun, sedikit merintih karena perutnya sakit sekali.
Terdengar pintu terbuka dan masuk seorang laki-laki dengan tergesa.
"Sayang, jangan duduk dulu, kondisimu masih belum pulih!" seru Arkan mencoba menahan tubuh istrinya.
"Bayiku, bayinku, mana bayiku!!" Ciara terisak ketika melihat tubuh Arkan yang menegang. Terapi sedetik kemudian Arkan langsung memeluk Ciara.
Awalnya Ciara tidak mau menduga-duga, tetapi kenyataan yang dia rasakan sudah bisa ditebak bagaimana kondisi bayinya saat ini.
"Maafkan aku, sayang!" lirih Arkan, menahan sesak di dadanya.
Dia tidak tahu bagaimana harus meminta maaf pada sang istri. Arkan tahu dia salah, semua ini karena dirinya. Pasti Ciara sakit hati saat melihat dia memapah Jihan yang jatuh dan harus segera dibawa ke rumah sakit agar bayinya selamat.
Sedangkan istrinya juga sedang membutuhkan nya, sekarang apa yang terjadi, lihatlah karena kebodohannya, dia malah harus kehilangan bayinya gara-gara menyelamatkan bayi dari rahim wanita lain.
Ciara memukul dada Arkan sambil meraung, menangisi kepergian buah hatinya, belahan jiwanya. Buah hati yang membuatnya bertahan disisi Arkan. Membuatnya bisa merasakan perhatian dan kasih sayang dari suaminya yang mungkin saja itu karena dia mengandung anaknya.
Tetapi kini dia telah pergi, meninggalkan dirinya sendiri bersama luka-luka yang mungkin terus menganga.
Ciara kini seperti berada di dalam dasar jurang yang paling dalam. Terpuruk dan kehilangan, terluka dan mati rasa. Mungkin setelah ini semuanya akan berbeda, entah itu hatinya atau pun hati Arkan.
"Sayang, maaf!!" hanya itu yang bisa terucap dari bibir Arkan selain minta maaf, maaf dan maaf dari sang istri.
Pria itu juga sama kehilangan nya, membuat penyesalan paling dalam yang dia rasakan. Arkan menyesal, kenapa dia tidak jujur pada istrinya dari awal. Apakah karena rasa bersalah, atau karena dia tidak ingin menyakiti Ciara.
Dirinya pun ikut menangis, menangis karena rasa bersalah, menangis karena kepergian calon buah hati yang sampai sekarang belum dia tahu apa jenis kelaminnya.
Arkan masih mendekap Ciara erat, dia tahu jika Ciara pasti sangat sakit hati karena dirinya. Ya, semuanya karena dirinya yang bodoh sebagai seorang suami dan juga calon Ayah.
"Aku udah tahu semuanya, aku tahu kalau kamu sering menemui Jihan, aku juga tahu kalau kamu waktu itu tidak keluar kota, tetapi mengunjungi Jihan dan bersamanya selama 3 hari, aku tahu wanita yang kamu cintai adalah Jihan 'kan, bukan aku! aku juga tahu yang membuatmu menikahiku adalah wanita itu!"
Deg!!
Tubuh Arkan menegang sempurna, jantungnya berdetak kencang, perlahan dia bisa merasakan Ciara mendorong tubuhnya yang masih terkejut.
Tidak, tidak mungkin Ciara tahu semuanya! batin Arkan sesak.
Air matanya semakin deras, dia bisa melihat Ciara menatapnya dengan tatapan datar.
"Cia, A-aku bisa jelaskan semuanya, aku-aku...!"
"Aku mau cerai!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
Jihan di tolong saat jatuh dan menghantar Jihan sedang kan Ciara dibiarkan padahal Ciara juga mau periksa kandungan.. akhirnya Ciara keguguran kerana kebodohan Arkan.. 😠😠
2024-03-09
0
Puspita Sari
nolongin orang lain tapi malah kehilangan anaknya hahhaa rasain kamu Arkhan,,btw si Miko juga si Jihan jatuh ga mau gendong malah telp Arkhan giliran CIA jatuh malah pengen gendong kan somplak
2023-12-30
1
Ika Purnamasari
cryyyyyyyyyy
ikut sakit hatinya
CIA strongggggg yaaaaaa
2023-07-21
1