Happy Reading.
Arkan menangis di depan pusaran anaknya yang belum sempat melihat indahnya dunia, baru saja dia menguburkan janin itu. Arkan terisak, ingin rasanya meraung dan berteriak untuk melampiaskan segala rasa sakit, kecewa dan sedih yang kini bersatu di dadanya.
Dia kecewa terhadap dirinya sendiri, entah apa yang akan di katakan pada Ciara setelah istrinya itu sadar. Yang jelas dia menyesal dan terluka, mungkin Ciara akan lebih terluka darinya.
Sungguh, Arkan tidak pernah membayangkan jika semua ini terjadi, padahal Lima bulan lagi dia bisa bertemu sang buah hati. Namun, karena kebodohannya sendiri kini dia kehilangan belahan jiwanya yang lain, selain Ciara.
'Maafkan aku, Ciara!'
****
Arkan merasa hatinya hampa semenjak bercerai dari Ciara dan juga kehilangan anaknya yang diperkirakan jenis kelaminnya perempuan. Pria itu hanya menyibukkan dirinya dengan kerja dan kerja, untuk bisa menghilangkan rasa patah hati karena belahan jiwanya terenggut darinya.
Ya, belahan jiwa Arkan adalah Ciara dan putri mereka.
Bagi Arkan, Ciara memang bukan wanita pertama yang dia cintai, tetapi setelah menikahi wanita itu dan mencintainya, Arkan tahu tidak ada lagi wanita lain di hidupnya kecuali Ciara.
Arkan paham bahwa rasa yang dimilikinya untuk Ciara berbeda dari rasa yang dimilikinya untuk Jihan.
Rasanya sangat jauh berbeda, jika dulu cintanya untuk Jihan bisa hilang begitu saja tanpa bekas, tetapi tidak dengan Ciara, cintanya untuk sang mantan istri semakin mendalam ketika wanita itu menceriakannya.
Sebenarnya Arkan tidak ingin bercerai dengan mantan istrinya itu, tetapi Ciara memilih menggugat dirinya. Perceraian mereka melalui banyak drama, Arkan memaksa tidak ingin bercerai, tetapi Ciara tetap kekeh ingin berpisah dengan Arkan.
Dan sekarang tepat seminggu dia menyandang status sebagai duda, Arkan harus bisa bangkit dan mulai menata dirinya agar menjadi labih baik di hadapan sang mantan istri.
Ya, Arkan akan memulainya dari awal, dia akan melakukan pendekatan pada Ciara meskipun pria itu tahu jika itu semua tidak akan mudah.
"Ciara, tunggu aku! Tetaplah disana, dan aku yang akan datang mengejar mu!"
Pria itu mematut tampilannya didepan cermin, dia merasa harus mencukur bulu di rahangnya yang sudah mulai tumbuh.
Jihan tersenyum lebar ketika melihat Arkan keluar dari dalam apartemen nya. Pria yang semakin hari terlihat tampan di mata Jihan itu sepertinya sudah siap untuk berangkat ke kantor.
'Kamu memang cocoknya sama aku!' batin Jihan.
Dengan perut yang sudah membesar, wanita itu berjalan mendekati Arkan sambil menenteng kotak makanan.
"Nih, bekal buat kamu," Jihan menyodorkan kotak makanan itu tepat di hadapan Arkan, tetapi pria itu hanya melihatnya saja sambil mendengus.
Bahkan dia melanjutkan langkahnya tanpa menatap Jihan sama sekali.
Jihan menarik nafas dan menghela perlahan. "Plis, Ar! Mau sampai kapan lu bersikap kek gini sama gue, Ciara udah menceraikan lu dan sekarang lu Duda, jadi harusnya lu seneng donk bisa terbebas dari pernikahan lu yang memang diawali dari dengan sebuah rencana tidak baik itu!"
Arkan berbalik dan menatap tajam Jihan, dan membuat nyali wanita itu menciut.
"Jangan ganggu gue lagi!" ucap Arkan dengan penuh penekanan.
Semenjak bercerai dengan Ciara, pria itu sudah tidak mau berurusan dengan Jihan lagi. Wanita itu yang telah membuat segalanya hancur. Membuat Ciara dan calon bayinya pergi meninggalkan nya.
"Tapi Ar, gue cuma .... !"
"Stop ganggu gue lagi! Dan gue tegasin ke elu kalau gue udah nggak cinta sama elu! Yang gue cintai cuma Ciara dan gue mau lu sadar diri, Jihan!! Di kejar orang yang nggak disukai tuh bikin darah gue naik!!" tegas Arkan kemudian pergi berlalu dari hadapan Jihan dengan wajah menahan amarah.
Jihan hanya bisa meremat kotak makanan yang dia bawa. Wanita itu tidak suka diacuhkan oleh Arkan seperti ini.
Dan hal ini sudah berlangsung lama, semenjak Arkan kehilangan bayinya. Jihan yang mengira jika Arkan akan senang karena tidak ada halangan lagi untuk pria itu meninggalkan Ciara, nyatanya Arkan semakin terpuruk ketika Ciara mengajukan gugatan Cerai.
"Aku akan membuatmu mencintai ku lagi, Arkan!!"
*****
Bali
Nada memeluk putrinya dengan erat, dia baru tahu semua masalah Ciara karena putrinya itu tidak pernah menceritakan semua masalahnya.
Masalah tentang Arkan, tentu saja. Yang Nada tahu jika Ciara keguguran dan meminta cerai pada suaminya itu karena merasa sudah tidak cocok lagi.
"Jadi yang membuatmu bercerai bukan karena kalian nggak cocok? tapi karena Arkan selingkuh?" tanya Nada sekali lagi.
Ciara hanya mengangguk sambil menghapuskan air matanya.
"Ternyata Arkan mencintai Jihan, Ma! bukan aku, Arkan nggak cinta sama aku, bahkan dia lebih memilih mengurus Jihan yang sedang hamil anak dari pria lain!"
Nada benar-benar geram mendengar cerita sang putri. "Mama akan pergi menemui orang tua Arkan, enak saja mereka, anaknya sudah bikin putri Mama sakit hati!"
"Udah Ma, nggak usah, lagian Mama tahu sendiri sejak dulu Papanya Arkan tuh sepertinya nggak suka sama Ciara, jadi biarkan saja!" ucap Ciara menahan Mamanya.
Nada hanya bisa menghela nafas, "jadi setelah bercerai, kamu tinggal sama Paman?"
"Iya, Ma."
"Bagaimana kabar Paman dan Bibi kamu?"
"Alhamdulillah, mereka sehat, Ciara juga sempat nyekar ke makam kakek dan nenek," jawab Ciara menghela nafas.
Setiap kali melihat makam, dia pasti mengingat anaknya yang sudah tiada.
"Ma, aku mau pergi ke Jogja boleh nggak? kalau di Bali pasti Arkan akan mencari Cia kesini, aku udah nggak ingin ketemu sama dia lagi, Ma!" ujar Ciara mengutarakan isi hatinya yang sudah dia pikirkan beberapa hari ini.
"Kamu mau ke tempat bude Aminah?" Ciara langsung mengangguk. "Nanti bicara sama Papa, ya,, biar Papa urus semuanya," jawab Nada mengelus rambut putrinya.
"Papa kemana, Ma? Dari semalam aku nggak lihat?"
"Papa ada perjalanan bisnis ke Singapore, sudah dua hari disana, nanti kamu telepon Papa, pasti Papa seneng kalau tahu putrinya ini pulang, semenjak menikah, kamu nggak pernah pulang ke Bali, Mama kira semuanya baik-baik saja, ternyata Arkan bukan pria baik untukmu!" Nada mengucapkan dengan berapi-api.
Tentu saja dia sangat benci dengan yang namanya perselingkuhan.
"Iya Ma, makanya Ciara mau ke tempat Bude, mau kerja juga biar punya pengalaman!" jawab Ciara yang kini bisa menampilkan senyuman setelah bertemu Mamanya.
Ciara akan mengubur semua masa lalunya yang menyakitkan. Dia akan menyembuhkan lukanya sendiri dengan pergi jauh dari semuanya dulu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
kalea rizuky
laki tololllll
2024-10-04
0
Yunerty Blessa
kalau dari dulu kau tegas aama Jihan mungkin anak mu selamat Arkan dan Ciara tidak minta cerai...
bodoh
2024-03-09
0
Suherni 123
emang Arkan satu apartemen sama Jihan...
2023-09-03
1