Lea pulang ke rumahnya setelah menerima panggilan dari Livy. Dia tidak tahu apa tang terjadi, tapi mamanya mengatakan bahwa di rumah nya ada kepala sekolah dan seorsmg pria yang mencari dirinya. Lea pun sampai di rumahnya setelah sekitar 30 menit mengemudikan mobilnya.
" Aku pulang.. " Ucap Lea..
" Sayang apakah kamu bolos sekolah hari ini? Kepala Sekplah sampai datang kemari mencarimu." Ujar Livy.
" Ada apa, apakah masih ada urusan yang harus saya selesaikan?" Ujar Lea.
Masa bodoh dengan mama nya yang akan sangat kecewa dengan dirinya, Lea muak melihat wajah kepala sekolah yang sudah mengatai dirinya di sekolah sebelum dirinya pulang pagi tadi.
" Apakah kamu yang bernama Lea? " Tanya Dean. Ya.. Dean ikut datang kerumah Lea, dia ingin meminta maaf secara personal kepada Lea sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Lea.
" Benar.. " Sahut Lea singkat.
" Saya Dean Wicaksono, Ayah anak kecil yang kamu selamatkan tempo hari. Saya mencari keberadaan mu, namun sangat sulit menemukan mu di kota yang luas ini. Untungnya putri saya Ara mengenalimu dari video yang beredar akhir akhir ini. " Ujar Dean.
" Jadi namanya Ara, apakah dia baik baik saja? " Tanya Lea.
" Dia baik baik saja, saya benar benar mengucapkan banyak terimakasih kepadamu, nak. Jika tidak ada kamu entah apa yang akan Ara alami. " Ujar Dean.
" Tidak masalah. " Ujar Lea singkat.
" Lalu saya juga ingin meminta maaf kepadamu atas beredarnya video mu itu.. " Ujar Dean.
" Kenapa anda yang meminta maaf, toh bukan anda yang menyebarkan video itu." Ujar Lea.
" Karena anak saya yang satu lagi yang menyebarkan video itu, Juno.. adalah anak saya." Ujar Dean.
" Sayangnya anak anda tidak memiliki sifat seperti anda, tidak masalah.. saya bukan orang yang sulit di ajak bicara. Tapi tolong bersihkan kembali nama baik saya yang sudah dibuat rusak oleh anak anda." Ujar Lea.
" Saya Janji, Saya akan menghapus semua postingan video itu dari pencarian manapun dan dari seluruh internet. Dan sebagai kompensasinya, apakah ada yang kamu inginkan? " Ujar Dean.
Mendengar itu, Lea langsung menatap tajam mata Dean. Lea adalah orang yang akan menatap langsung dengan tajam mata lawan nya saat dia tidak menyukai perkataan lawan bicaranya.
" Tidak semua hal di dunia ini bisa di selesaikan dengan uang, tuan. Anda mungkin kaya, tapi saya juga bukan orang yang kekurangan uang. Tarik kembali kata kata anda itu sebelum saya kesal dan membawa masalah ini ke jakur hukum. " Ujar Lea.
Dean terkejut, baru kali ini di dalam sepanjang hidup nya dia berbicara dengan anak seumuran Lea dan dia merasakan tertekan dengan tatapannya. Padahal Dean selalu berhadapan dengan klien klien perusahaan nya dan dia sama sekali tidak merasakan tertekan, tapi berbicara dengan Lea.. lebih tepatnya tatapan Lea sangat mengintimidasi.
" Lea.. bicara yang sopan nak.. Maaf tuan, Lea memang.."
" Kenapa mama harus meminta maaf padanya? Mama tidak melakukan kesalahan apapun, justru dia yang sudah merendahkan kita. " Ujar Lea memotong ucapan Livy.
" Maaf jika saya menyinggungmu, saya tidak bermaksud seperti itu.. kamu benar, tidak semua hal bisa selesai dengan uang. Maafkan saya karena telah berbicara demikian. " Ujar Dean.
Kepala sekolah bahkan ikut merasa ngeri melihat betapa tajam tatapan Lea, dia sejak tadi hanya diam karena dia yakin Lea mendengar saat dirinya ikut mengatai Lea saat di kantor kepala sekolah.
" Saya tidak meminta apapun yang berkaitan dengan uang, tapi tolong bersihkan nama baikku dan juga tarik skors ku yang satu bulan itu. " Ujar Lea.
" Apa!! Kamu di skors? " Ujar Livy.
" Ya ma, seharusnya mulai hari ini Lea diskors. " Ujar Lea.
" Ya, nak.. saya menarik skorsmu.. kamu bisa kembali bersekolah lagi seperti biasanya. " Ujar kepala sekolah angkat bicara.
" Terimakasih. " Ujar Lea..
" Saya sedang memerintahkan semua media internet untuk menghapus semua berita tentang dirimu, nak.. saya dan Juno jga akan melakukan klarifikasi dengan menggunakan video. " Ujar Dean.
" Terimakasih.. " Ujar Lea.
" Kalau begitu kami permisi, maaf sudah mengganggu waktu nyonya dan sekali lagi maaf untuk kesalah pahaman ini. Saya permisi.. " Ujar Dean, dan Lea menganggukan kepalanya.
Dean dan kepala sekolah pun pergi dari sana, dan kini tersisa hanya Livy dan Lea di ruangan itu.
" Lea.. bisa ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? mama bahkan baru tau bahwa kamu di skors hari ini. " Ujar Livy.
" Maaf ma, Lea hanya tidak ingin mama tambah terbebani dengan memikirkan Lea. Lagi pula Lea juga baru di skors hari ini saja, besok Lea akan kembali sekolah seperti biasanya. " Ujar Lea..
" Kamu tidak perlu menyembunyikan semua hal dari mama nak.. apa guna nya mama jika tidak bisa memikirkan tentang semua keperluanmu.. " Ujar Livy.
" Maaf ma.. " Ujar Lea..
Lea tidak mungkin mengatakan kepada Livy bahwa sesungguhnya dia takut Livy mengeluarkan nya dari sekolah, karena itulah yang Livy katakan saat di awal Lea akan masuk kesekolah itu. Lea mungkin kepala batu, tapi seiring bertambahnya usia, dia juga berfikir.. tidak bisa selamanya di menjadi gadis kasar seperti dulu.
" Bersihkan dirimu lalu beristirahatlah.. mama harus kembali ke toko kue. " Ujar Livy.
" Ma.. serahkan toko kue itu pada karyawan disana saja apa tidak bisa? mama akan kelalahan jika meng handle semua hal itu.. Bukankah mama juga akan muncul di perusahaan nanti? Saat nama baik Lea sudah kembali nanti, mama akan memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan di dalam nya, Lea tidak mau mama sampai sakit atau kelelahan. " Ujar Lea.
" Setelah Lea melewati semester ini, Lea akan membantu mama mengurus perusahaan.. jadi mama tidak akan kelelahan sendirian." Ujar Lea.
Livy berkaca kaca mendenagar kan apa yang di katakan oleh Lea, tidak di sangka Lea berpikir begitu dewasa dan memikirkan kebaikan dirinya.
" Lea cuma punya mama di dunia ini, jika mama sampai kenapa kenapa.. Lea harus bagaimana?? " Ujar Lea.
" Maafkan mama, sayang.. " Ujar Livy, lalu memeluk Lea..
Dan akhirnya Lea masuk kedalam kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang nya. Saat dia hampir saja terlelap, ponselnya berdering.
" Nomor siapa ini? " Ujar Lea, akhirnya Lea mengangkat panggilan telepon nya.
" Halo.. " Ucapnya.
" Lea.. ini aku Richard. " Ujar sebuah suara dari seberang sana yang rupanya suara Richard.
' Aih... aku lupa punya janji dengannya. ' Batin Lea, sambil menpuk keningnya sendiri.
" Hmm.. ada apa?? " Ujar Lea pura pura lupa.
" Kamu bilang mau belajar piano denganku, bukan? Aku sudah berada dalam perjalanan pulang dan mungkin akan langsung datang ke rumahmu. " Ujar Richard dan Lea langsung bangkit dari rebahan nya.
" APA!!!" Ucap Lea terkejut.
" Ya, bukankah kamu ingin berlatih piano agar permainan mu lebih stabil?? " Ujar Richard.
" Ya, tapi.. "
" Athalea sayang, tante dan Richard sudah sampai di depan rumahmu. " Teriak suara Fitty.
Lea menepuk keningnya, kebohongan nya mencari alasan tadi bagi membawa musibah bagi dirinya sendiri. Padahal saat ia berbicara dengan Richard ia hanya mencari alasan agar bisa terbebas dari cecaran pertanyaan Richard, malah berakhir demikian.
" Ya tante, Lea keluar. " Ujar Lea, dan mengakhiri panggilan nya.
' Astaga Athalea Adeline.. bodohnya dirimu. ' Batin Lea sambil berjalan keluar dari kamarnya.
TO BE CONTINUED...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments