Pagi harinya Lea pergi ke sekolah, dan Livy sendiri sudah pergi ke butiknya karena hari ini salah satu pelanggan nya mengambil gaun pesanan nya di pagi hari.
Lea sampai di parkiran dan ia parkir di tempat lain karena kemarin dirinya di hadang oleh gadis gadis yang gila dengan laki laki. Tetapi rupanya para gadis itu tetap saja datang dan mengganggu Lea.
" Kau!! Motormu dilarang parkir di sini." Ujar gadis yang bernama Alika.
" Oh, Apakah kau tukang parkir disini? Apakah aku harus bayar lebih dulu padamu agar aku bisa parkir dengan nyaman?" Ujar Lea, dan Alika terperanga mendengarnya.
" Beraninya kau menganggap aku tukang parkir!! " Ucap Alika marah.
" Jadi apa?? Sejak kemarin kau mempermasalahkan dimana aku parkir. Kemarin aku parkir disana dan kau bilang itu milik pangeranmu, jadi aku parkir disini. Dan sekarang kau juga datang untuk mengusirku dari parkiran ini, apa namanya jika bukan juru parkir?? " Ujar Lea santai.
" Beraninya kau!! Aku adalah... "
" Nah, aku beri kamu lima puluh ribu, seharus nya cukupkan, untuk motorku parkir sampai pulang sekolah? " Ujar Lea sambil memberikan uang pada Alika.
" Ish!! Aku bukan tukang parkir!! " Teriak Alika kesal.
" Ya.. ya.. bukan tukang parkir, tapi juru parkir. Aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian, silahkan jika kalian ingin menjaga motorku, aku permisi dulu. " Ujar Lea dan langsung meninggalkan Alika dan kedua teman nya yang tidak bisa berkata apa apa lagi.
" Dia.. dia.. dia.. beraninya dia menganggap aku sebagai juru parkir. " Ujar Alika yang kelewat kesal akibat Lea.
Sejujurnya ini adalah kali pertama Lea bisa begitu sabar menghadapi pembuly, Lea bukannya tidak tahu bahwa dirinya tengah di persulit oleh Alika and the gank, Tapi dia mengingat ucapan ibunya yang mengatakan akan menyerah apabila Lea sampai di keluarkan lagi dari sekolah.
" Ck! Menyebalkan." Gumam Lea.
Lea berjalan masuk dan sepanjang koridor banyak yang menatap Lea, pada dasarnya Lea sangat cantik. Tubuhnya langsing dengan tinggi 165 cm, untuk ukuran gadis SMA sangatlah sempurna. Rambutnya panjang sedikit bergelombang, dan kulitnya putih bagai salju dengan bibir peach yang plumpy.
Siapa yang tidak akan terpikat?? Apalagi mata Lea yang tajam dan smokey tanpa make up, sangat memikat dengan tahi lalat sudut bawah matanya, menambah kesan misterius tersendiri.
Namun Lea menganggap mereka yang terpikat bukanlah apa apa, ia malah merasa lebih risih saat di tatap begitu banyak orang, terutama laki laki.
' Lalat lalat yang mengganggu.' Batin Lea.
Lea sampai di kelas, dan terlihat satu murid baru yang belum pernah dia temu kemarin. Meskipun Lea tidak menyukai laki laki, tapi dia mudah mengingat wajah orang lain dan dia benci itu.
Tak lama guru masuk dan menatap Lea yang saat ini sedang duduk di temoat duduknya.
" Athalea Adeline, apakah hari ini hari pelajaran olah raga? " Tanya sang Guru.
Guru itu sangat galak dan bijak, dia tidak memihak pada siapapun. Tidak peduli anak siapa muridnya, dia akan tegur jika murid itu melakukan kesalahan.
" Bukan." Sahut Lea singkat.
" Lalu kenapa kamu memakai celana olah raga?" Tanya sang guru.
Lea menunduk melihat bagian bawahnya, dan ya.. Dia lupa berganti celana menjadi rok seragam.
' Aih.. Gara gara gadis di parkiran tadi, aku sampai lupa ganti pakai rok.' Batin Lea.
" Maaf, lupa." Ujar Lea.
" Ganti seragammu terlebih dahulu." Ujar sang guru.
" Baik." Sahut Lea.
Lea keluar daei kelas membawa tasnya, dan Alika menertawakan kecerobohan Alea itu.
' Cih, kekanak kanakan.' Batin Lea.
Lea berada di dalam toilet, dan sudah mengganti celana olah raganya dengan rok seragam sekolah. Sesungguhnya rok bukanlah hal yang bagus bagi Lea, dia benci rok apalagi jika terlalu pendek. Tapi apalah daya, itu sekolah.
" Apakah sudah ada kabar kabar dari prince? Kenapa dia sangat lama meliburkan diri dari sekolah." Ucap sebuah Suara dari luar bilik toilet.
Lea lagi lagi mendengar seseorang menyebut kata Prince, ia pun mengernyitkan kening nya.
' Apakah di sekolah ini sungguh ada seorang pangeran? Semua gadis sepertinya tergila gila padanya. Ck.. Hanya seorang pria mereka rela menjadi kumbang.' Batin Lea, dan melangkah keluar.
" Dengar dengar dia buta, maka dari itu dia tidak sekolah." Ujar suara yang lain.
Saat Lea keluar untuk mencuci tangan, gadis gadis itu menatap Lea penuh kagum.
" Astaga.. Kamu cantik sekali. Tapi apa kamu tidak tahu bahwa di sekolah tidak boleh menggunakan make up?" Ujar siswi itu.
Lea melihat name tag yang tertempel di seragam gadis itu, dan bertuliskan nama Luciana Larasati.
" Apakah menurutmu aku menggunakan make up, Luciana?" Ucap Lea.
" Astaga, dia tahu namaku." Ujar Gadis bernama Luciana itu.
Mendengar itu Lea menggelengkan kepalanya sambil berkata..
" Bodoh.." Gumamnya, lalu melangkah pergi dari toilet.
" Apa!! Hey, aku tidak mengganggumu mengapa kau mengatai aku bodoh! Berhenti kau!" Teriak Luciana, namun di bekap oleh teman nya.
" Namamu tertempel di bajumu bagaimana mungkin dia tidak tahu namamu Luciana." Ujar teman nya.
" Ha! Oiyah benar juga.. bodohnya aku." Gumamnya sendiri, sambil melihat name tag yang tertera di bajunya.
Lea kembali masuk kedalam kelas, dan langsung di persilahkan duduk untuk menyimak pelajaran.
Di tempat lain..
Richard sedang duduk di ruang tunggu, dia sedang berada di sebuah butik jika terlihat dari banyaknya pakaian yang tergantung disana. Saat ini, dia sedang mengantar ibunya.
Dia begitu tampan sampai membuat karyaean butik itu terkagum kagum, sayangnya Richard buta. Tapi walau begitu, itu tisak mengurangi kadar ketampanan Richard.
" Bagaimana, apakah aku membuatnya dengan sempurna?" Ucap Livy.
" Astaga, kamu memang sangat mengerti seleraku. Terimakasih, aku sangat menyukainya. " Ujar Fitty.
" Kita berteman selama lebih dari 20 tahun, apa mungkin aku tidak tahu seleramu. Ngomong ngomong siapa yang sedang duduk disana? " Tanya Livy.
" Dia putraku, Richard. Kau lupa?? " Ujar Fitty.
" Astaga, dia tampan sekali. Berapa tahun tidak bertemu dia sudah sebesar itu? " Ujar Livy, dan Fitty terkekeh.
" Iya, sayangnya dia sedang terkena musibah. Sekitar dua minggu lalu, dia mengalami kecelakaan dan dia buta sekarang. Aku sedang mencarikan donor mata yang bagus untuknya." Ujar Fitty dengan wajah sendu, Livy sendiri menutup mulutnya.
" Kasihan sekali." Ujar Livy.
" Nah, ngomong ngomong mana putrimu, Alea?? " Ujar Fitty.
" Lea.. Bukan Alea." Ujar Livy membenarkan.
' Sama saja, dimana dia? Apakah dia masih membenci laki laki?" Tanya Fitty.
" Ya, begitulah.. Dia semakin parah sekarang. Aku jadi takut nanti dia menjadi penyuka sesama jenis. Bahkan kemana mana dia menggunakan motor yang di gunakan anak laki laki." Ujar Livy.
" Dan asal kamu tahu, sudah banyak. Sekolah yang dia singgahi dan berakhir di keluarkan karena dia selalu menggunakan otot saat kesal." Ujar Livy lagi.
" Aih.. Traumanya begitu besar. Bawalah dia ke pesta ulang tahun Richard nanti malam, aku penasaran bagaimana dia sekarang. " Ujar Fitty.
" Akan aku bicarakan dengan nya nanti." Ujar Livy.
" Baiklah, aku pergi dulu. Terimakasih untuk gaun nya." Ujar Fitty.
" Tidak perlu sungkan.." Ujar Livy.
" Richard, sayang.. Ayo kita pergi." Ujar Fitty.
" Mama sudah selesai?" Tanya Richard ketika mendenga Fitty semakin mendekat.
" Sudah, ayo.. Kita punya janji temu dengan dokter." Ujar Fitty, dan Richard mengangguk.
Keduanya pun pergi dari butik Livy, Livy menatap kadihan pada Richard yang harus mengalami kebutaan.
" Kasihan, padahal dia anak yang sangat baik." Gumam Livy.
Waktu berlalu, dan kini Lea sedang duduk di meja kantin sambil memakan makan siangnya, dan tiba tiba murid yang baru di lihatnya tadi pagi datang menghampiri.
" Apakah aku boleh duduk disini?" Tanyanya.
Lea melirik kekanan dan kekiri, dia heran.. banyak kursi yang masih kosong tapi pria di hadapan nya ini kenapa meminta duduk di meja yang sama dengan nya.
" Sepertinya banyak tempat duduk kosong, kenapa harus duduk di tempat ini?" Ujar Lea, menahan kesal.
" Apakah aku boleh berkenalan, namaku Juno siapa namamu?" Tanya pria itu yang ternyata bernama Juno.
" No name." Ujar Lea dan langsung bangun dari tempat duduknya lalu pergi.
' ck, sok sombong.. mari kita lihat, berapa lama kesombonganmu bertahan. Pokoknya kau harus jadi milikku.' Batin Juno menatap Lea.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments