Ke esokan harinya, Lea berangkat ke sekolah seperti biasanya. Namun kali ini dia menggunakan mobilnya karena dia harus mengantar sang mama lebih dulu ke butik. Supirnya sedang tidak masuk hari ini, jadi mau tidak mau Lea yang mengantar sang mama.
Mobil yang Lea bawa ke sekolah bukan tipe mobil yang limited edition, namun harganya bisa di bilang sangat fantastis. Dan Lea membawa sendiri mobil itu ke sekolah.
Lea turun dari mobilnya ketika dia sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Dan percaya atau tidak, semua mata menatap kearah Lea yang turun dari mobil.
Lea berjalan biasa saja menuju ke loby sekolah, namun semua orang kembali berbisik, karena penasaran sebenarnya Lea itu anak siapa dan se kaya apa orang tua nya.
Tak lama muncul Juno dengan tas yang di cangklong di sebelah pundaknya dengan plaster di pipi kirinya.
" Ada apa?" Tanya Juno pada anak anak yang sedang berbisik bisik itu.
Tapi bukannya menjawab, anak anak itu justru pergi menghindari Juno. Pasalnya Juno itu adalah murid yang palllllliinngg nakal, kasar dan suka palying victim.
" Ck! Di tanya malah kabur." Gumam Juno.
Juno melihat siluet Lea yang menghilang di balik tembok sekolah dan ia teringat dengan sosok siluet yang sama dengan gadis yang muncul sesaat sebelum dirinya hilang kesadaran kemarin.
" Hei tunggu!" Teriak Juno.
Tapi siapa yang Juno teriaki, tidak ada yang tahu siapa yang Juno maksud. Hingga akhirnya masuk ke kelas, Juno kehilangan sosok yang di kejarnya itu.
' Aku yakin sosok tadi masuk ke kelas ini, tapi siapa? ' Batin Juno.
Juno melihat Lea yang sudah duduk di tempat duduknya, ia pun menghampiri Lea.
" Oi, apakah kamu sudah memikirkan tawaran yang aku berikan?" Ujar Juno tiba tiba.
Lea menatap Juno sekilas lalu beralih menatap ponselnya kembali. Juno yang tidak di hiraukan itu pun emosi dan bangun menuju meja miliknya.
' Biar aku beri kau pelajaran, gadis sombong.' Batin Juno.
Juno mengotak atik ponselnya, dan mengunggah sebuah video di group kelas. Seketika semua orang heboh dan menatap kearah Lea.
" Ini Lea kan? Dia memukuli seseorang sampai seperti ini? " Bisik teman kelas.
" Gila, Lea menghajar orang " Ujar yang lain.
Lea yang pendengaran nya tajam itu pun mendengarnya, dan langsung melirik kearah Juno yang duduk di sisi kiri nya, mereka tidak bersebelahan percis, masih terhalang satu meja.
" Itu konsekuensi karena kau tidak mau menurutiku." Ujar Juno yang hanya Lea yang tahu, karena hanya mulut Juno yang bergerak.
Lea langsung membuang mukanya dan tidak peduli dengan apa yang di bisikan oleh semua teman kelasnya.
" Ada apa ini, kenapa ribut sekali seperti lebah?" Ujar guru yang masuk ke kelas.
Alika langsung bangkit dadi suduknya dan menunjukan Video yang beredar di kelas itu.
" Pak, Lea memukuli seorang pria sampai hampir mati." Ujar Alika.
Guru itu mengernyitkan keningnya ketika melihat bagaimana Lea memukuli pria itu, Lea sudah seperti petarung profesional.
" Lea, apakah pria ini mengganggumu?" Tanya sang guru.
" Tidak.." Ujar Lea.
" Lalu kenapa kamu menghajarnya jika tidak ada alasan." Ujar sang guru.
" Saya tidsk mengatakan tidak memiliki alasan, anda hanya bertanya apakah pria itu mengganggu saya atau tidak." Ujar Lea.
Sang guru terdiam, benar.. Lea tidak mengatakan nya dan dirinya juga hanya bertanya demikian.
" Maaf, jadi apa alasanmu menghajar pria ini?" Ujar Guru.
" Karena pria itu hendak memukul anak kecil." Ujar Lea.
Juno pun menatap Lea, dia tidak melihat adanya anak kecil disana. Dia hanya merekam video itu ketika Lea sudah berhasil menjatuhkan lawan dan memukulinya hingga babak belur.
" Dan ya, saya melindungi diri saya sendiri karena pria itu hendak menusuk saya menggunakan belati." Ujar Lea lagi.
" Alasan! Di video ini tidak terlihat dia ingin menusukmu, juga tidak ada anak kecil disana. Kau hanya beralasan kan? Kau pasti seorang kriminal." Ujar Alika.
Dan seketika Lea menatap tajam kearah Alika. Alika yang di tatap demikian langsung merasa takut sendiri.
" Ibuku mendidiku harus saling berperi kemanusiaan, tapi manusia lain kadang lebih seperti binatang. Bicara tanpa menggunakan otak, dan hanya percaya dengan apa yang di lihat tanpa mencari tahu kebenaran nya terlebih dahulu. " Ujar Lea.
" Silahkan viralkan video itu, aku tidak akan merasa terganggu sama sekali." Ujar Lea sambil menatap ke arah Juno.
" Siapa yang menyebar Video ini pertama kali?" Tanya guru.
" Juno.." Ujar Alika.
" Juno, apakah kamu melihat keseluruhan kejadian dalam video ini?" Tanya Guru.
" Ya, dan saya tidak melihat anak kecil. Juga tidak melihat pria itu membawa belati." Ujar Juno berbohong.
Lea hanya tersenyum smirk ke arah Juno, lalau menggelengkan kepalanya.
" Lea, ini bukan hal sepele.. Ini menyangkut nama baik sekolah. Jika video ini sampai tersebar, maka reputasi sekolah akan tercoreng karena kamu masih menggunakan seragam sekolah di video itu." Ujar guru.
Tapi terlambat.. Beberapa murid di kelas itu sudah menyebarkan nya ke group lain mereka. Dan saat ini di luar sana, Video Lea yang sedang menghajar pria itu.. menjadi Viral.
Mengerikan bukan? itulah kekuatan internet. Sedetik mengunggah sesuatu, detik berikutnya langsung dilihat oleh ribuan bahkan jutaan manusia lain.
" Baik, saya mengerti." Ujar Lea.
" Lea, bukan maksud saya menghakimimu, tapi kita harus menyelidiki kebenaran Video ini." Ujar guru.
" Saya tahu, silahkan anda lakukan tugas anda. " Ujar Lea dan kembali duduk dengan tenang.
Pelajaran pun di mulai, tapi tiba tiba guru BK masuk ke dalam kelas Lea, semua orang menatap bertanya tanya karena guru BK yang tiba tiba datang ke kelas.
" Selamat siang anak anak, maaf saya mengganggu kegiatan belajar kalian. Siapa yang bernama Athalea Adeline? " Ujar kepala sekolah.
" Saya." Ujar Lea, sambil mengangkat tangan nya.
" Athalea, mari ikut saya ke kantor." Ujar guru BK.
" Baik." Ujar Lea, tanpa sedikitpun perlawanan.
Juno menatap punggung Lea yang pergi menuju pintu keluar, dan dia jadi teringat dengan siluet gadis yang dia lihat kemarin sebelum dia pingsan.
' Tidak mungkin itu dia, mustahil.' Batin Juno.
" Athalea, apakah ini dirimu?" Ujar Guru BK sambil memperlihatkan video yang di sebar oleh Juno.
" Benar, bu." Ujar Lea.
" Athalea, kamu tahu bahwa sekolah ini adalah sekolah international bukan? Sifat dan sikap siswa dan siswi di sekolah ini, mencerminkan nama baik sekolah ini. " Ujar guru.
" Kamu memukuli seorang pria dan masih menggunakan seragam sekolah ini, dan kini video itu sudah tersebar luas di luaran sana. Athalea, apa yang membuatmu malakukan hal demikian?" Ujar guru BK.
" Zaman sekarang sudah canggih, pasti banyak cctv yang terpasang disana. Saya bukan orang yang memiliki banyak waktu untuk berurusan dengan hal konyol." Ujar Lea.
" Apakah karena orang tuamu kaya, jadi kamu bertindak demikian? Beri rasa hormatmu kepada gurumu Athalea!!" Bentak guru BK.
" Yang seperti apa guru yang harus di hormati, saya lebih tahu. Saya akan mendapatkan buktinya, dan menyerahkan nya kepada anda." Ujar Lea.
Sementara itu di tempat lain..
Livy sedang berada di kantornya dan ia berniat untuk muncul di hadapan para karyawan kantornya sebagai CEO yang selama ini selalu berdiri di balik layar.
Tapi tiba tiba Erwin masuk kedalam ruangan nya dan berjalan terburu buru sambil membawa ponsel di tangan nya.
" Kak, Lea.." Ujar Erwin.
Livy melihat apa yang berada di ponsel Erwin, dia terkejut karena melihat putrinya itu menghajar orang hingga hampir meninggal.
" Astaga Lea.. " Gumam Livy.
" Tapi Lea tidak bertindak kasar sembarangan kak, dia pasti punya alasan. Kakak jangan muncul dulu di hadapan para dewan direksi, atau semuanya akan menjadi semakin kacau." Ujar Erwin, dan Livy mengangguk.
" Tolong selidiki kebenaran nya, Er.. Lea lebih sulit di ajak bicara saat marah." Ujar Livy, dan Erwin mengangguk.
Dan kabar tentang Video yang beredar itu, sampai juga di telinga Richard. Fitty yang sedang duduk di sebelah Richard menutup mulutnya karena terkejut dengan video Lea yang beredar.
" Astaga!!" Ujar Fitty.
" Ada apa, ma?" Tanya Richard.
" Richard, Lea menghajar orang sampai hampir meninggal. Astaga anak itu, kasar sekali." Ujar Fitty.
Richard terdiam, dia tidak percaya bahwa Lea berbuat begitu tanpa alasan.
" Lea pasti punya alasan kenapa melakukan itu, ma. Lea gadis yang baik, hanya kasar dan keras kepala." Ujar Richard.
' Dia pasti di salah pahami seperti dulu.' Batin Richard.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments