Lea sampai di sekolah, dan kini ia memarkirkan motor barunya di tempat yang paling pojok. Ya, karena kemarin motornya di rusak oleh Juno, dia mengeluarkan motor koleksi nya yang lain.
" Gila... Sebenarnya gadis itu anak siapa, ya? Motor nya tidak ada yang berharga murah. Yang kemarin di rusak Juno saja itu sudah termasuk mahal, dan kini motor nya baru lagi. " Ujar salah satu siswa disana.
Lea cuek saja dengan suara suara yang terdengar. Dia berjalan dengan wajah dingin nya melewati mereka yang membicarakan dirinya.
" Cantik sih, tapi sombong.. Ck." Ujar yang lain nya.
Dan tak lama, Juno sampai di sekolah dan melihat Lea yang berjalan dengan rambut berkibarnya menuju ke loby sekolah.
" Lea!" Panggil Juno.
Lea menghentikan langkahnya , dan berbalik menghadap kearah Juno.
" Ini kau, bukan?" Ujar Juno sambil menunjukan video saat Lea menghajar preman tadi di jalanan.
" Apakah matamu buta?" Ujar Lea.
" Apa maksudmu?" Ujar Juno mengernyit bingung.
" Kau tahu bahwa itu aku kenapa kau bertanya? " Ujar Lea.
" Kau mengakuinya?? Woah hahaha.. Dengar, aku akan menyebarkan ini ke teman teman kelas." Ujar Juno, dan Lea hanya menatap datar Juno.
" Kenapa? Kau takut?? Mari buat kesepakatan. Aku tidak akan menyebar video ini, asalkan kamu mau jadi pelayanku selama seminggu." Ujar Juno.
Lea tersenyum smirk dan menatap Juno lalu berkata..
" Idiot.." Ujar Lea lalu berbalik pergi meninggalkan Juno.
" Hei!! jika kamu tidak mau, maka aku akan sebarkan ini. " Ujar Juno, namun Lea justru menunjukan jari tengah nya kearah Juno tanpa berbalik kebelakang.
" Astaga! Gadis aneh. Baik.. Dia tidak mau menurutiku, maka aku akan sebarkan ini di group kelas. " Ujar Juno sambil tersenyum smirk.
Lea sampai di kelasnya, dan ya.. Lagi lagi ada yang membuat masalah dengan nya. Meja nya di coret coret dengan tipe- X. Lea menghela nafas nya dan menatap Alika.
Alika terlihat senyum senyum dengan kedua teman nya menatap Lea. Tak lama guru datang, dan semua murid duduk di tempat mereka masing masing.
Namun tidak dengan Lea, Lea berjalan menuju kearah Alika lalu berdiri di depan meja Alika sambil melipat kedua tangan nya di depan dada.
" Ada apa Lea?" Tanya Guru.
" Saya ingin meja saya di tukar dengan meja Alika." Ujar Lea.
" Kenapa?" Tanya Guru bingung.
" Alika mencoret coret meja saya, saya terlalu malas unruk membuat keributan. Jadi tolong tukar meja saya dengan Alika." Ujar Lea.
" Lau menuduhku sembarangan, memangnya kau punya bukti?" Ujar Alika tidak terima.
" Apakah harus memutar cctv di pojok sana untuk melihat siapa pelakunya? " Ujar Lea.
Alika menatap tajam Lea, Ya.. Alika tidak memperhitungkan cctv. Akhirnya Alika berdiri dan menyuruh kedua teman nya untuk menukar meja miliknya dengan milik Lea.
" Bantu aku." Ujar Alika, dan kedua teman nya membantu Alika.
' Woah, dia mwmang tidak takut apapun. Kira kira kalau video saat dia memukuli pria di jalan pagi tadi apa yang akan terjadi, ya? ' Batin Juno.
" Alika, tolong jangan merusak fasilitas sekolah. Kamu bisa di kenai sanksi dan denda." Ujar guru.
" Maaf, pak.. Saya hanya sedang bercanda dengan Lea." Ujar Alika.
" Maaf, tapi kita tidak sedekat itu untuk saling bercanda. Kau lebih seperti perundung." Ujar Lea.
Setelah meja di tukar, Lea duduk dengan nyaman di tempat duduknya, dan ketika melirik kekiri terlihat Juno yang duduk sambil tersenyum padanya, namun Lea langsung membuang mukanya. Pelajaran pun berlangsung.
Di tempat lain..
Richard sedang bermain piano di sebuah ruangan di kediaman nya. Ia memainkan nada yang kemarin dia mainkan bersama Lea.
" Sayang, mama punya kabar baik." Ucap Fitty yang berjalan dengan terburu buru menuju kearah Richard.
" Mama, ada apa? Jangan lari lari." Ujar Richard.
" Sayang, akhirnya kita mendapatkan donor mata untuk kamu. Ayo kita kerumah sakit." Ujar Fitty.
" Benarkah, ma??" Ujar Richard senang.
" Ya, ayo kita ke rumah sakit." Ujar Fitty, dan Richard mengangguk.
Richard dan Fitty pun langsung bergegas perhi menuju rumah sakit. Sepenjang perjalanan itu, Richard menggenggam tangan Fitty sekakan berdoa.
" Jangan tegang sayang, semoga kali ini bisa benar benar cocok denganmu." Ujar Fitty, dan Richard mengangguk.
Fitty tahu, Richard sangat merindukan pangelihatan nya kembali. Dua bulan memang bukan waktu yang sangat lama, namun untuk orang yang terbiasa melihat dan tiba tiba buta, pasti snagat berat.
Namun Richard adalah orang yang penyabar dan sangat pandai mengandalikan emosianya, hingga dia terlihat baik baik saja. Tapi percayalah Richard juga sangat merindukan penglihatannya kembali.
Hingga tak lama Richard dana Fitty sampai di rumah sakit. Fitty menuntun Richard masuk kedalam rumah sakir dan menemui dokter spesialis mata yang akan menangani Richard.
" Halo, nyonya Fitty.. Silahkan duduk." Ujar Dokter.
" Bagaimana dok, apakah sungguh ada yang mau mendonorkan matanya untuk anak saya?" Tanya Fitty.
" Nyonya, ada seorang pasien yang mengalami kecelakaan semalam. Dan kondisinya.. Mengenaskan. Pasien berkata bahwa jika dirinya tidak di inginkan siapapun di keluarganya jadi dia berkata ingin mendonorkan bagian bagian penting tubuhnya pada orang yang membutuhkan." Ujar Dokter.
" Sungguh mulia hati orang itu." Ujar Fitty.
" Ya, nyonya. Jadi kami juga mengecek semua anggota tubuhnya dan ya, semuanya bagus. Pasien sangat menjaga dirinya dengan baik, jadi pagi pagi saya mengabari nyonya setelah pasien meninggal.. " Ujar Dokter.
" Mari kita cek apakah Richard bisa menerima donor mata itu atau tidak. Saat saya cek memang kondisi matanya bagus." Ujar Dokter.
Richard pun menjalani sejumlah pemeriksaan untuk prosedur donor yang akana dia terima itu.
" Benar nyonya, matanya cocok." Ujar Dokter.
Kapan kira kira bisa dilakukan operasinya dok?" Tanya Richard.
" Secepatnya mungkin bisa, sebelum itu kamu harus menjaga pola makanmu juga agar kamu selalu dalam kondisi sehat. " Ujar dokter.
" Saya selalu menjaga kondisi tubuh saya dengan baik, dok." Ucap Richard.
" Bagus, mari kita cek gula darah anda." Ujar Dokter.
" Jika memungkinkan, apakah bisa jika operasinya dilakukan malam ini, dok?" Tanya Richard.
" Jika kondisi kesehatanmu bagus, maka malam ini kita bisa langsung melakukan operasinya." Ujar dokter.
Richard tersenyum senang mendengarnya, baegitu juga dengan Fitty. Setelah menjalani pemeriksaan, dan Richard di nyatakan sehat. Richard pun diharuskan untuk menetap di rumah sakit untuk terus di pantau dokter.
" Ma, apalah Richard akan berhasil? " Ujar Richard pada Fitty.
" Pasti sayang, bukankah dokter mengatakan kamu baik baik saja.. Kamu harus optimis dan yakin." Ujar Fitty, dan Richard mengangguk.
Di tempat lain..
Setelah sekolah selesai, Lea berjalan menuju motornya dan hendak pulang kerumahnya. Ia menaiki motor itu lalu melesat pergi, tapi kemudian saat ia sampai di lampu merah ia melihat Juno yang sedang berlarian di pinggir jalan.
' Kenapa dengan makhluk itu?' Batin Lea, tanpa menyebut nama Juno.
Lea melirik kebelakang, rupanya Juno sedang di kejar beberapa orang. Dan kebetulan jalanan disana sangat sepi karena itu jalanan menuju perumahan elit.
Lea melajukan motornya, ia tidak mau ikut campur urusan orang.. Toh mereka juga pria.
" Haish!!" Geram Lea.
Tapi pada dasarnya Lea sangat ber peri kemanusiaan, ia yang sudah melajukan motornya agak jauh, memutar kembali kearah dimana Juno tadi berada.
" Hoy! Hoy! Hoy! Apa apa an kalian? Menggeroyok siswa sekolah." Ujar Lea ketika melihat Juno yang sedang di pukul dan di tendangi.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments